Merdeka.com – Kementerian Koperasi dan UKM terus mematangkan rencana pengadaan aplikasi digital di sektor pangan untuk para pelaku UMKM. Menjalankan rencana ini, kementerian telah menggandeng dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik, yakni PT Berdikari (Persero) dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics.

Penyediaan aplikasi digital tersebut termasuk dalam rencana perluasan program Warung Tetangga yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, saat ini timnya tengah menggodok inisiatif tersebut. Untuk tahap awal, dia memproyeksikan implementasinya pada wilayah Jabodetabek.

“Kita akan bikin piloting dulu, mungkin di Jabodetabek. Ini masih digodok, sistemnya sudah, saya kira lagi dibicarakan dari aspek pembiayaan. Tunggu launching-nya,” ujar Teten di Pasar Rawamangun, Jakarta, Selasa (23/6).

Menurut dia, pengadaan aplikasi tersebut berawal dari ide akan keresahan pelaku UMKM kecil yang kerap kesulitan memperoleh bahan pangan karena kalah bersaing dengan perusahaan besar.

“Saya memang banyak keluhan dari para pedagang sembako di pasar, termasuk warung-warung sembako yang menyebar di lingkungan RT/RW. Mereka kesulitan mendapatkan barang-barang dagangan dan mereka kalah bersaing dengan ritel modern,” paparnya.

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM terus coba mengembangkan ide bagaimana agar bisa bekerjasama dengan BUMN pangan dan juga bank penyalur untuk menyuplai kebutuhan bahan pangan seperti sembako.

“Supaya mereka juga bertahan. Di BUMN ada BGR, perusahaan logistik juga sudah mengembangkan aplikasi digitalnya. Jadi ini saya kira akan segera direalisasikan,” tukas Teten.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Source : Merdeka.com


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menekankan agar sektor logistik tetap berjalan lancar guna menunjang aktivitas perekonomian pada masa kenormalan baru (new normal) pandemi Covid-19.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Capt. Wisnu Handoko mengatakan, prinsip pergerakan transportasi laut pada masa Covid-19 antara lain social distancing, menerapkan protokol kesehatan dan melancarkan jalur logistik.

“Pandemi Covid-19 yang melanda dunia memberikan dampak besar terhadap perekonomian baik global maupun nasional. Namun, saat ini Indonesia sudah berada dalam tahapan fase adaptasi kebiasaan baru transportasi laut di mana aktivitas logistik domestik harus kembali normal seperti semula,” kata Wisnu dalam siaran resmi yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (20/6).

Baca Juga: Kapasitas penumpang naik jadi 70%, Kemenhub minta operator bus tak naikkan tarif

Wisnu menuturkan, regulasi yang telah diterbitkan oleh Kemenhub selama masa pandemi, di antaranya Surat Edaran No. 12/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Laut dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Pandemi Covid-19.

Menurutnya, setiap penumpang, operator kapal, operator terminal penumpang maupun Syahbandar memiliki kewajiban dan tanggungjawab yang harus dipenuhi dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini agar tetap aman dari Covid-19.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi global pada 2020 diproyeksi kontraksi. Tingkat ketidakpastian yang tinggi menunjukkan masih adanya risiko downside pada proyeksi.

Dampak pandemi juga menyebabkan resesi atau perlambatan ekonomi yang terjadi secara luas termasuk pada mitra dagang Indonesia. Pandemi juga mendorong peningkatan pengangguran di hampir seluruh negara maju serta menekan harga komoditas.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Namun Wisnu mengatakan, di tengah pandemi neraca perdagangan masih mencatatkan surplus yang ditopang pertumbuhan positif ekspor. Meski demikian, penurunan impor menunjukkan adanya tekanan pada aktivitas ekonomi domestik.

“Jika berbicara tentang simpul logistik maritim masih menunjukkan optimisme, di mana perdagangan dan logistik dunia masih terus berjalan di tengah Covid-19,” ujarnya.

Wisnu menegaskan, pelabuhan laut harus tetap dibuka sekalipun ada berbagai pembatasan. Adapun data menunjukkan aktivitas kapal masuk dan keluar pelabuhan Indonesia tetap berjalan selama pandemi.

Source : Kontan.co.id


Jakarta, CNN Indonesia — PT Pelni (Persero) mencatat kenaikan volume muatan kontainer yang diangkut dengan kapal barang mencapai 300 persen pada semester I 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dibandingkan dengan semester I 2019, kinerja pada kapal barang naik nyaris 300 persen atau naik dari 941 TEUs di semester I 2019 menjadi 2.869 TEUs di semester I 2020,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro dikutip dari Antara, Juli (3/7).

Kenaikan tersebut salah satunya karena delapan trayek penugasan Kementerian Perhubungan dalam penyelenggaraan angkutan barang pada 2020.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Dari delapan trayek tersebut, terdapat 3 trayek yang padat muatan, yakni trayek T-10 yang dioperasikan KM Logistik Nusantara 6 (Tanjung Perak-Tidore-Galela-Buli – Maba-Weda-Tanjung Perak) dan trayek T-15 yang dioperasikan KM Logistik Nusantara 3 (Tanjung Perak-Makassar-Jailolo-Morotai-Tanjung Perak), serta trayek H-1 yang dioperasikan KM Logistik Nusantara 1 (Tanjung Perak-Makassar-Tahuna-Tanjung Perak).

“Ketiga trayek tersebut membawa total muatan sebesar 1.819 TEUs atau berkontribusi sebesar 63,40 persen dari total muatan,” kata Yahya.

Lima trayek lainnya masih memiliki potensi untuk menambah muatan. Yahya menerangkan pengangkutan kendaraan pada semester I 2020 meningkat dibandingkan semester I 2019, walaupun pada tiga bulan terakhir terjadi penurunan muatan.

“Pada semester ini terjadi peningkatan sebesar empat persen dibandingkan semester I 2019, yakni dari 3.536 unit menjadi 3.681 unit,” kata dia

Hal yang sama juga terjadi pada muatan redpack. Layanan end to end logistik Pelni meningkat 110 persen dibandingkan semester I 2019, yakni dari 74.569 kg/m3 menjadi 156.884 kg/m3 pada semester I 2020.

“Manajemen berharap dengan mulai dibukanya beberapa pelabuhan sebagai akses masuk keluarnya masyarakat dan muatan dapat meningkatkan performa perusahaan di semester yang akan datang, seperti dengan membuka peluang kerja sama dengan berbagai BUMN, perusahaan swasta, maupun instansi lainnya ,” kata Yahya.

Source : Cnnindonesia.com


Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjajal angkutan logistik di sejumlah kawasan industri menggunakan kereta api untuk meningkatkan peran moda angkutan tersebut, salah satunya di Kawasan Industri Medan.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi mengatakan tengah berupaya agar share angkutan barang melalui kereta api terus meningkat.

“Saat ini ada kawasan industri medan [KIM], ini belum ada jalur kereta, kami lagi penjajakan agar KIM ini ada jalur KA dari jalur yang sudah ada saat ini,” jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (22/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Menurutnya, ketika jalur kereta api ke KIM ini sudah terbangun jalur kereta, angkutan kargo logistik barang berupa kontainer dapat dimaksimalkan dengan angkutan kereta, tidak lagi menggunakan jalur darat seperti truk.

Pasalnya, angkutan jalan seperti truk memiliki dampak negatif seperti penggunaan truk yang tinggi menyebabkan konsumsi bahan bakar tinggi, kontribusi kerusakan jalan, polusi hingga risiko kecelakaan.

Terkait pengembangan kereta api, jelasnya, Kemenhub juga sudah meminta kepada operator yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menyediakan sarana perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyiapkan prasarananya.

“Di Jawa kami siapkan lintas utara dan lintas selatan, untuk lintas utara kami siapkan sudah double track semuanya, mayoritas sudah double track, ini untuk mempercepat logistik nasional,” katanya.

Selama ini jelasnya, kereta api mengutamakan angkutan penumpang, saat ini angkutan barang tengah diupayakan bisa dapat layanan yang cukup. Angkutan barang masih didominasi angkutan jalan, dengan porsi 90,4 persen sementara KA hanya 0,6 persen.

Kemenhub jelasnya, tengah mendorong agar PT KAI menyediakan sarana khususnya gerbong untuk logistik, gerbong datar untuk angkut kargo dan dapat dikembangkan sampai ke industri maupun ke pelabuhan, khususnya untuk pembangunan prasarananya.

“Misalnya, sedang dirancang Sumbagsel, Kemenhub bangun relnya double track, karena ada kebutuhan logistik yang tinggi, dan beberapa hal juga kami minta operator membangun prasarana juga, dimana prasarana itu nanti perawatan oleh Kemenhub, kami berikan konsesi ke KAI,” paparnya.

Adapun di wilayah Sumatera Utara, jalur KA sudah dibangun sampai ke pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung. Pembangunan ini karena Kuala Tanjung belum maksimal arus keluar masuk barangnya.

Source : Bisnis.com


JAKARTA – Pelindo III menerapkan sistem Single Submission (SSm) atau sistem pelayanan satu pintu dan Joint Inspection sistem Single Submission (SSm) atau sistem pelayanan satu pintu dan Joint Inspection pada salah satu unit Terminal Petikemas ekspor/impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto mengatakan hal itu merupakan bentuk tindak lanjut dari Inpres No. 5/2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional. Sistem yang dipercaya dapat memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer.

Sistem dengan penerapan tersebut Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK) cukup mengakses satu portal untuk pengajuan dokumen pabean dan karantina sekaligus.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Dengan adanya joint inspection, tentunya akan memudahkan importir dan mengurangi biaya penanganan peti kemas impor seperti gerakan ekstra, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan striping stuffing. Serta mengurangi dwelling time karena peti kemas akan langsung diperiksa oleh dua instansi yaitu karantina dan bea cukai pada lokasi dan waktu yang bersamaan,” jelasnya melalui keterangan resmi, Jumat (3/7/2020).

Sementara itu, Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jateng Budiatmoko mengapresiasi penerapan sistem ini karena sebelumnya para importir harus mengajukan dua kali perizinan ke bea cukai dan karantina. Dengan implementasi sistem ini akan ada percepatan waktu dua hari dari sebelumnya tiga hari, sehingga menguntungkan importer.

Para importir berharap program ini dapat menjadi salah satu solusi yang tepat untuk memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer.

“Langkah-langkah tersebut bisa diterapkan dengan baik dan bisa menjadi solusi untuk mendorong perekonomian indonesia khususnya di Jateng disaat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Asei Indonesia menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk memberikan proteksi pengiriman dari perusahaan logistik pelat merah tersebut.

Penandatanganan kerja sama kedua pihak berlangsung pada Kamis (2/7/2020) di Kantor Pos Indonesia, Jakarta Pusat. Peresmian itu dilakukan oleh Direktur Utama Asei Erickson Mangunsong dan Direktur Komersial Pos Indonesia Charles Sitorus.

Erickson menjelaskan bahwa melalui kerja sama tersebut pihaknya akan memberikan perlindungan atas risiko pengiriman kurir dan logistik yang meliputi pengiriman logistik ritel, logistik proyek, e-dagang (e-commerce). Selain itu, terdapat pengiriman valuable goods khusus logam mulia.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Asuransi Asei memberikan perlindungan atas keterlambatan, kerusakan, atau kehilangan kiriman barang berupa dokumen atau surat dan kiriman paket melalui Pos Indonesia. Kerja sama yang terjalin akan menjadi sinergi yang saling menguntungkan bagi kedua perusahaan,” ujar Erickson pada Kamis (2/7/2020).

Dia menjelaskan bahwa kerja sama itu pun menjadi bentuk perluasan saluran distribusi produk asuransi pengangkutan (marine cargo) dari perseroan. Proteksi itu akan didukung oleh sistem yang terintegrasi (host to host) antara kantor Asei cabang Jakarta dan seluruh jaringan Pos Indonesia.

Kerja sama kedua pihak diniliai dapat meningkatkan layanan kepada nasabah masing-masing perusahaan. Erickson pun menilai hal tersebut sebagai bentuk sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengingat Asei merupakan anak usaha dari PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia.

Charles menjelaskan bahwa pelayanan distribusi logistik ke seluruh wilayah Indonesia merupakan salah satu peranan pihaknya sebagai perusahaan BUMN. Kerja sama itu pun dinilai dapat memberikan keamanan dari pendistribusian logistik melalui Pos Indonesia.

“Melalui sinergi Asei dengan Pos Indonesia diharapkan dapat saling memberikan manfaat untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Source : Bisnis.com


Jakarta, Beritasatu.com – Kargo Tech, perusahaan rintisan atau startup penyedia layanan logistik di Indonesia, memberikan peluang bisnis bagi para pekerja yang baru mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai mitra transporter.

Kesempatan menjadi wirausaha mandiri atau self-preneur di Kargo Tech ini, terbuka bagi semua orang. Hanya dengan memiliki mobil truk dan siap menerima pesanan dari pelanggan Kargo Tech, para self-preneur Indonesia dapat meniti bisnis di bidang logistik.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


CEO Kargo Tech, Tiger Fang, mengatakan, pihaknya menciptakan peluang yang positif bagi korban PHK untuk menjadi pengusaha di bidang logistik. Kesempatan yang menarik ini seiring dengan meningkatnya permintaan pengiriman barang dengan truk kecil atau truk jenis colt diesel double (CDD) dan colt diesel engkel (CDE).

“Di masa pandemi ini, kami melihat peningkatan permintaan untuk truk CDD dan CDE untuk pengiriman hingga 10 kali lipat dibandingkan periode normal. Hal ini menunjukan adanya peluang bagi para self-preneur baru di ranah logistik untuk bergabung menjadi mitra transporter Kargo Tech,” ujar Tiger Fang kepada Beritasatu.com, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Nilai Pasar Logistik Indonesia Capai Rp 3.360 Triliun

Menurut Tiger Fang, kedua tipe truk tersebut sangat populer untuk mengirim barang dari pabrik ke pabrik, dan juga pengiriman ke toko. Pasalnya, ukurannya yang praktis namun mampu untuk memuat barang dengan berat 2 hingga 4 ton.

“Selain itu, kedua jenis kendaraan tersebut mudah untuk mengakses jalan kecil tanpa harus mengkhawatirkan regulasi pembatasan jam lewat,” tegasnya.

Program Pembiayaan Mitra

Lebih lanjut, Tiger Fang mengatakan, selain kesempatan menjadi self-preneur di bisnis logistik dan memanfaatkan teknologi Kargo Tech dalam mendapatkan pesanan (order) serta mengatur dan memonitor pengiriman dengan mudah, para rekanan transporter juga dapat menikmati program smart financing solution.

“Smart financing solution merupakan merupakan program pembiayaan dari Kargo Tech berupa dana bantuan operasional logistik sebesar US$ 1 juta atau sekitar Rp 14,1 miliar (kurs Rp 14.100 per dolar AS). Dana ini dapat digunakan oleh mitra transporter sebagai bantuan modal di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya.

Menurut Tiger Fang, mitra transporter atau pemilik truk biasanya membutuhkan modal awal untuk memulai pengiriman, seperti biaya bensin, uang saku sopir, dan biaya pemeliharaan kendaraan yang biasanya perlu dikeluarkan di muka.

“Dalam situasi pandemi ini, hal itu biasanya menjadi salah satu hambatan dalam bisnis karena minimnya cash flow. Dana yang kami sediakan melalui program pembiayaan ini bisa sangat membantu mitra transporter untuk memenuhi biaya operasional dan menjamin kelanjutan bisnis logistik mereka,” tambahnya.

Pada saat ini, lanjut Tiger Fang, Kargo Tech telah bekerja sama dengan banyak perusahaan ternama di Indonesia, baik dalam skala besar maupun kecil. Terlebih, platform Kargo Tech ini memudahkan transporter, baik self-preneur maupun pengusaha logistik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menemukan kargo dan mendapatkan pembiayaan dari program dana bantuan logistik.

“Kami melihat ini sebagai nilai tambah yang dapat membangun bisnis dan memenuhi kebutuhan logistik di Indonesia,” pungkas Tiger Fang.

Source : Beritasatu.com


Jakarta, Selular.ID – LinkAja resmi menjadi salah satu mitra pembayaran aplikasi pangan yang tengah yang disiapkan oleh PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa logistik.

Kuncoro Wibowo, Direktur Utama BGR Logistics mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut disiapkan untuk memfasilitasi program yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) dan didukung oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui ketersediaan rantai pasok, sebagai upaya untuk menjaga daya beli masyarakat terhadap produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mempermudah pemasokan kebutuhan bahan pangan masyarakat.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Untuk mendukung sistem pembayaran pada aplikasi pangan ini, BGR Logistics menjalin kerja sama dengan sejumlah layanan keuangan, mulai dari perbankan hingga platform uang elektronik seperti LinkAja, sebagai salah satu cara pembayarannya. “Kami berharap dengan adanya kerja sama ini dapat semakin memudahkan pengguna aplikasi dalam melakukan pembayaran secara aman,” ujar Kuncoro.

Kerja sama ini diharapkan dapat membantu mitra UMKM yang tergabung dalam aplikasi tersebut untuk menjual produk pangannya ke masyarakat. Selain itu, kolaborasi ini akan semakin menguatkan ekosistem aplikasi yang dibangun sebelum nantinya diluncurkan secara resmi.

Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja mengatakan, LinkAja mendukung penuh adanya sinergi antara Kemenkop UKM dengan Kementerian BUMN. Hadirnya LinkAja sebagai salah satu opsi pembayaran di aplikasi yang sedang disiapkan oleh BGR Logistics merupakan wujud komitmen sebagai uang elektronik nasional yang secara konsisten terus mengedukasi masyarakat untuk mengadopsi pembayaran elektronik dalam memenuhi kebutuhan harian.

“Hal ini juga tentunya sejalan dengan misi kami untuk membangun ekosistem dan platform layanan keuangan digital yang melayani kebutuhan masyarakat kelas menengah/aspiran dan UMKM di Indonesia,” jelasnya.

Untuk mendorong penggunaan uang elektronik dalam pemberdayaan UMKM, LinkAja memberikan promo cashback di aplikasi Warung Pangan sebesar 20% dengan minimal transaksi sebesar Rp5.000 Periode promo cashback berlangsung sebanyak tujuh kali dalam seminggu mulai bulan Juli hingga Desember 2020.

Source : Selular.id


Medan, 15 Juni 2020. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 dan PT FKS Solusi Logistik yang merupakan anak perusahaan dari PT FKS Multi Agro Tbk. menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan dan pengoperasian Terminal Curah Kering di Pelabuhan Belawan pada Senin, 15 Juni 2020 bertempat di Grha Pelindo Satu Medan. Penandatanganan dilakukan oleh General Manager Pelindo 1 Cabang Pelabuhan Belawan, Yarham Harid yang telah mendapat kuasa dari Direksi Pelindo 1 serta Direktur PT FKS Solusi Logistik Bong Welly Swandana dan Lucy Tjahjadi yang dilakukan secara virtual di  Medan dan Jakarta serta disaksikan Direktur Utama PT FKS Multi Agro Tbk, Po Indarto Gondo, dan Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1 Syahputera Sembiring.

“Total cargo curah kering komoditas pangan dan pakan melalui Pelabuhan Belawan sekitar 1,4 juta ton per tahun dan mayoritas melalui curah dibandingkan dengan peti kemas. Untuk pengoptimalan pengoperasian Terminal Curah Kering milik Pelindo 1 di Pelabuhan Belawan, Pelindo 1 menggandeng PT FKS Solusi Logistik yang menjadi mitra strategis serta berperan sebagai cargo owner. Dengan dilakukannya penandatanganan ini, kami berharap akan segera diproses dan berjalan sesuai standar,” terang Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1, Syahputera Sembiring.

Pelabuhan Belawan sebagai pelabuhan utama milik Pelindo 1 yang merupakan pelabuhan terbesar di Sumatera, yang memiliki panjang alur pelayaran 9 mil dengan fasilitas layanan bisnis utamanya adalah terminal curah cair, terminal curah kering, bongkar muat cargo, peti kemas, terminal penumpang, jasa pandu dan tunda, terminal shorebase, serta penyewaan lahan, alat dan gudang di lingkungan pelabuhan. Komoditas ekspor unggulan di Pelabuhan Belawan yakni: minyak sawit dan turunannya, bungkil sawit, serta karet. Sedangkan untuk komoditas impor unggulannya mayoritas melalui curah kering, meliputi: gandum, makanan ternak, dan gula pasir.

“Pelabuhan Belawan terus melakukan pengembangan layanan untuk mendukung peningkatan logistik Indonesia. Sehingga dengan penandatanganan kerja sama Pelindo 1 dan PT FKS Solusi Logistik ini diharapkan mampu mengoptimalkan Terminal Curah Kering yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi pengguna jasa yaitu dengan peningkatan produktivitas bongkar komoditas curah kering sebesar 10.000 ton/hari dengan tujuan mempercepat alur distribusi barang dan efisiensi biaya logistik,” jelas Syahputera Sembiring.

Direktur Utama PT FKS Multi Agro Tbk., Po Indarto Gondo menyambut baik kerjasama anatara Pelindo 1 dan PT FKS Solusi Logistik untuk pemanfaatan dan pengoperasian Terminal Curah Kering di Pelabuhan Belawan. “Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dengan didukung fasilitas sehingga meningkatkan efisiensi waktu kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Belawan. Kami akan terus mendukung untuk meningkatkan cargo curah kering serta bermanfaat bagi Indonesia, khususnya wilayah Indonesia bagian barat,” terang Po Indarto Gondo.

PT FKS Solusi Logistik merupakan anak perusahaan dari PT FKS Multi Agro Tbk., yang bergerak di bidang logistik untuk meningkatkan value chain “Port Handling, Warehousing, dan Trucking” dengan tujuan untuk mengoptimalkan kecepatan proses bongkar, menjaga kualitas cargo, dan memastikan pengiriman tepat waktu bagi customer food & feed. Anak perusahaan PT FKS Solusi Logistik memiliki pengalaman mengoperasikan sejumlah terminal curah kering di berbagai wilayah Indonesia.

Tentang PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)

(BUMN) yang  mengelola jasa kepelabuhanan di Indonesia bagian barat. Pelindo 1 berkantor pusat di Medan dan memiliki wilayah operasi di 4 provinsi yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan, serta mengelola 16 cabang pelabuhan, 11 kawasan pelabuhan/ perwakilan dan mengelola 1 (satu) unit usaha yaitu UGK (Unit Usaha Galangan Kapal) serta 5 (lima) Anak Perusahaan, yaitu PT Prima Terminal Petikemas (PTP), PT Prima Multi Terminal (PMT), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK) dan PT Prima Husada Cipta Medan (PHCM).

Pelayanan Pelindo 1 meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang, pelayanan penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya.  Pelindo I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia dan saat ini sedang mengembangkan pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan Hub Port Indonesia bagian barat, serta mempunyai pintu utama eksport CPO ke seluruh dunia, yaitu melalui pelabuhan Belawan dan Dumai.

Saat ini Pelindo 1 dalam upaya meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus menerus, telah melakukan inovasi dengan menambahkan peralatan dan perpanjangan fasilitas dermaga sehingga untuk meningkatkan produktivitas yang lebih efektif dan efisien. Pengembangan secara kontinu ini juga untuk mendukung suksesnya program pemerintah dalam percepatan pembangunan nasional dan mendukung kebijakan Pemerintah terutama dalam program tol laut untuk memperkuat konektivitas nasional dan menciptakan biaya logistik nasional secara efisien dan efektif serta meningkatkan daya saing nasional

Pelindo 1, Indonesia Gateway.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Source : Kontan.co.id


Jakarta-Pandemi Covid-19 tidak saja berdampak terhadap sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), juga terhadap industri besar, salah satunya industri pelayaran. “Pelayaran nasional merupakan salah satu industri yang sangat terpukul akibat pandemi covid-19. Dampaknya dirasakan merata di seluruh sektor pelayaran. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya relaksasi pinjaman akibat terdampak Covid-19. Harus ada langkah cepat tepat dan tidak bisa ditunda-tunda lagi,” Ketua Umum Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto pada diskusi virtual Webinar Series PWI Jaya di Jakarta, Jumat (12/6).

Diskusi virtual digelar Forum PWI Jaya dengan tema Mengatasi Persoalan Angkutan Logistik di Tengah Pandemi Covid-19 menghadirkan pembicara ,Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto, Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi, dan Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)/ Indonesian Logistics & Forwarders Association Yukki Nugrahawan Hanafi.Diskusi dipandu jurnalis senior PWI Jaya Ary Julianto.

Acara diskusi virtual tersebut diikuti 100-an peserta aktif, serta 200-an peserta yang memantau lewat Live FB PWI Jaya, dimana peserta datang dari berbagai kalangan mulai pelaku usaha, operator, pengurus cabang DPP INSA dan DPP ALFI dari seluruh tanah air. Hadir pula puluhan wartawan dari berbagai media serta para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Lebih lanjut Carmelita mengungkapkan, pandemik Covid-19 di Indonesia nyaris melumpuhkan semua sektor industri tak terkecuali sektor angkutan laut. Dia memberi contoh, untuk penumpang sudah mengalami penurunan sebesar 50-70%, ditambah lagi dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pembatasan pergerakan orang, jumlah arus penumpang bisa dikatakan turun 100%. Adapun, biaya operasional kapal tetap berjalan, termasuk biaya investasi berupa pokok dan bunga pinjaman bank.

Yang terjadi saat ini, kata Carmelita, pelabuhan tutup, consumer spending turun, muatan nyaris tak ada, pendapatan turun drastis, piutang dagang yang jatuh tempo, karena shipper kesulitan penjualan. “Dampak pandemi Covid-19 saat ini dirasakan merata hampir pada seluruh sektor angkutan laut,” ungkap Carmelita yang juga salah satu Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perhubungan tersebut.

Carmelita menambahkan ketika relaksasi pinjaman tidak diberikan, kondisi negative cashflow yang dialami saat ini dan dalam waktu dekat akan mengakibatkan perusahaan berhenti beroperasi dan dampak buruk berikutnya adalah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan, angkutan kontainer juga ikut terdampak. Sejak pandemi Covid-19, sektor ini telah mengalami penurunan volume cargo karena dampak dari pembatasan operasional sektor industri di beberapa tempat serta tutupnya beberapa pelabuhan di Insonesia.

Di tengah situasi yang terjadi tersebut, lanjutnya, pelaku usaha angkutan kontainer mengalami kesulitan pembayaran tagihan dari pelanggan. Padahal, operasional perusahaan harus tetap dijaga agar berjalan dengan baik terutama yang terkait dengan faktor keselamatan. “Beberapa sektor angkutan laut tersebut sudah merasakan himpitan yang besar seiring tekanan dari dampak Covid-19 yang melumpuhkan sebagian sektor ekonomi,” ujarnya.

Terkait antisipasi menghadap era New Normal, Carmelita juga mengatakan, akan ada penambahan biaya operasional bagi operator kapal. Selain itu, pelayaran nasional terus melakukan digitalisasi yang selaras dengan protokol kesehatan, meski demikian masih dibutuhkan dukung pemerintah terkait pengurusan administrasi operasional kapal dan penggantian kru.

Dalam pada itu, di tengah lesunya sektor logistik, Setijadi, Chairman Suply Chain Indonesia menyoroti pentingnya integrasi sistem informasi rantai pasok produk atau komoditas, integrasi dengan rencana induk pengembangan konektivitas (infrastruktur) logistik nasional. “Perlu peningkatan pemahaman terhadap produk atau komoditas dan rantai pasoknya,” katanya.

Peningkatan kemampuan pengelolaan produk atau komoditas (people, process, technology), kata dia, harus diikuti penguatan proses, fasilitas, dan pelaku konsolidasi produk atau komoditas dimaksud, antara lain efisiensi (pengurangan panjang) rantai pasok, standardisasi dan integrasi proses bisnis antar penyedia jasa logistik.

Yang tidak kalah penting, tegas Setijadi, dukungan kebijakan dan regulasi pusat dan daerah. Koordinasi antar kementerian atau lembaga maupun antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus dikedepankan terkait adaptasi perubahan pola perdagangan dan teknologi.

Perlu juga pengembangan pusat konsolidasi produk atau komoditas berkaitan dengan ketersebaran produksi dan skala ekonominya. Hal ini dilakukan untuk pengembangan produk atau komoditas dan industri lokal atau daerah untuk penyeimbangan volume pengiriman antar wilayah. “Perlu adaptasi perubahan pola bisnis dan perdagangan terkait perencanaan dan implementasi Sistem Manajemen Risiko,” papar Setijadi.

Sementara itu, Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP ALFI mengakui, data kondisi aktivitas ekonomi dan kegiatan Forwarding yang terdampak wabah Covid-19 secara global mengalami titik terpuruk sejak kuartal I tahun 2020.

Untuk diketahui, papar Yukki, kegiatan logistik sangat luas cakupannya dimana tidak hanya merupakan kegiatan perpindahan barang namun juga meliputi orang, uang, dan data sehingga kemudian dapat dikelompokkan secara sederhana berdasarkan bentuk dan skala terhadap komoditas yang dikelola dan bentuk transaksinya.

Oleh karena itu, Yukki berharap, untuk membantu sektor logistik perlu ada kebijakan yang selaras dari pemerintah pusat dan daerah untuk mengikuti ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan No. 9 tahun 2020 dan surat Menteri Perhubungan No.PL.001 / 1 / 4 phb 2020 tertanggal 6 April 2020 kepada Menteri Dalam Negeri, untuk mendukung kelancaran arus barang dan kegiatan logistik selama periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Source : Investor.id


Startup aggregator logistik asal Indonesia, Shipper, mengumumkan telah memperoleh pendanaan Seri A dengan nilai yang tidak disebutkan.

Pendanaan ini dipimpin oleh Prosus Ventures (sebelumnya bernama Naspers Ventures) dan didukung beberapa investor lain yakni Lightspeed, Floodgate Y, Combinator, Insignia Ventures dan AC Ventures.

Budi Handoko selaku COO dan Co-Founder Shipper, mengatakan bahwa dana segar ini akan digunakan perusahaan untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan bisnis di tanah air.

“Dengan investasi ini, Shipper juga akan mencari talenta lokal berkualitas untuk bergabung dengan kami dalam membangun data yang kuat melalui teknologi untuk menyusun pemenuhan kebutuhan logistik dan pengiriman yang belum terstruktur dengan baik,” jelas Budi.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Lebih lanjut, Shipper sendiri adalah startup pengembang platform logistik berbasis teknologi yang menawarkan solusi layanan one stop service.

Startup ini hadir sebagai solusi atas tiga masalah utama yang biasa terjadi pada dunia logistik, mulai dari pemilihan jasa pengiriman & pergudangan yang rumit, kurangnya transparansi harga dan kemampuan pelacakan rute yang masih di bawah rata-rata.

Shipper dapat membantu para konsumen dalam menemukan mitra pengiriman terbaik; tanpa perlu menghabiskan waktu dalam mempertimbangkan perbandingan biaya, pesanan, pelacakan, asuransi dan banyak lagi.

Saat ini, Shipper telah bekerja dengan lebih dari 100 kurir ekspres dan telah menawarkan layanannya di lebih dari 30 lokasi di Indonesia.

Menanggapi soal pendanaan ini, Banafsheh Fathieh selaku Principal Investor Prosus Ventures, mengungkapkan “Shipper telah mengidentifikasi kebutuhan besar di pasar Indonesia dan mencocokkannya dengan solusi berbasis teknologi sehingga dapat memberi manfaat bagi konsumen dan menjadikan proses logistik untuk bisnis lebih mudah dan hemat biaya.”

“Kami sangat senang bisa bermitra dengan Shipper untuk mengubah industri logistik Indonesia menjadi lebih baik,” tambah Banafsheh.

Source : Infokomputer.grid.id


Bisnis.com, BALIKPAPAN — Hampir semua sektor perekonomian lesu di tengah pandemi Covid-19 atau virus Corona. Akan tetapi tidak untuk logistik, termasuk di Balikpapan.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Balikpapan, Faisal Toha mengatakan bahwa pengiriman barang baik yang masuk maupun keluar di Kota Minyak terus bergeliat.

“Kondisi logistik kami saat Covid-19 kemarin saat belum berlaku new nornal itu di Balikpapan cukup bagus. Di pelabuhan aktivitas kita naik 3 persen,” katanya saat ditemui, Selasa (16/6).

Faisal menjelaskan bahwa dominasi barang yang masuk ke Balikpapan adalah kebutuhan pokok. Bisa dikatakan kegiatan logistik meski ada pandemi tetap berjalan normal.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Di sisi lain, ALFI Balikpapan menjamin prosedur keamanan pencegahan Corona tetap dijalankan. Pengusaha melaksanakan anjuran pemerintah untuk tidak melupakan pencegahan Corona.

Menjelang berlakunya tatanan hidup baru atau new normal, Faisal yakin industri pengiriman barang bakal makin sibuk. Di semester pertama ini dia optimistis pertumbuhan mencapai dua digit.

“Dibandingkan tahun lalu logistik di Balikpapan naik terus. Sekarang ini kan masih 3 persen. Kalau kota ini sangat terbuka, kita harapkan bisa tumbuh minimal 10 persen,” jelasnya.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – Masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal harus menjadi momentum penataan sistem logistik dan rantai pasok baru secara nasional.

Pasalnya, adaptasi baru seiring pandemi virus corona menuntut adanya revolusi agar logistik semakin efisien dan sehat.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Chairman Suply Chain Indonesia Setijadi menyoroti pentingnya integrasi sistem informasi rantai pasok produk atau komoditas, integrasi dengan rencana induk pengembangan konektivitas (infrastruktur) logistik nasional.

“Di tengah lesunya sektor logistik, perlu peningkatan pemahaman terhadap produk atau komoditas dan rantai pasoknya,” katanya, Senin (15/6/2020).

Lebih lanjut, dia menyebut perlu adanya peningkatan kemampuan pengelolaan produk atau komoditas (people, process, technology), harus diikuti penguatan proses, fasilitas, dan pelaku konsolidasi produk atau komoditas dimaksud.

Hal ini dapat dilakukan antara lain melalui efisiensi (pengurangan panjang) rantai pasok, standardisasi dokumen, ukuran dan proses serta integrasi proses bisnis antar penyedia jasa logistik.

Yang tidak kalah penting, tegas Setijadi, dukungan kebijakan dan regulasi pusat dan daerah. Koordinasi antar kementerian atau lembaga maupun antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus dikedepankan terkait adaptasi perubahan pola perdagangan dan teknologi.

Perlu juga pengembangan pusat konsolidasi produk atau komoditas berkaitan dengan ketersebaran produksi dan skala ekonominya. Hal ini dilakukan untuk pengembangan produk atau komoditas dan industri lokal atau daerah untuk penyeimbangan volume pengiriman antar wilayah.

“Perlu adaptasi perubahan pola bisnis dan perdagangan terkait perencanaan dan implementasi Sistem Manajemen Risiko,” papar Setijadi.

Pola distribusi yang terfokus di Pulau Jawa pun mesti dibenahi jelasnya. Dengan demikian, new normal menuntut perubahan pola distribusi, proses penanganan barang, fasilitas dan peralatan, proses bisnis serta jaringan kerja.

Hal ini yang mesti dijawab bersama oleh para pemangku kepentingan logistik baik itu pemerintah sebagai regulator, para pelaku angkutan sebagai pelaku distribusi, pengelola prasarana seperti pelabuhan dan bandara, pemilik barang sebagai industri utama pemasok barang, serta pelaku pasar yang menyebabkan distribusi terjadi.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memacu inovasi dan transformasi bisnis di masa pandemi virus corona sehingga proses digitalisasi dapat memudahkan para pelaku bisnis untuk melakukan kegiatannya.

Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan seharusnya sudah tidak ada masalah terkait pengembangan smart logistic atau logistik pintar.

Terlebih, kata dia, pemerintah telah memiliki konsep National Logistics Ecosystem untuk arus lalu lintas barang (flow of goods) dan arus dokumen (flow of documents).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Oleh karena itu, Yukki menekankan pentingnya kolaborasi plaftorm digital menjadi satu ekosistem akan membuat sinergi yang mulus di antara para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun swasta.

“Intinya kata kuncinya adalah kolaborasi di mana konektivitas digital ini bisa dilakukan secara seamless dan end to end tanpa ada proses intervensi manual. Karena dalam era keterbukaan saat ini tidak ada yang bisa bergerak sendiri dan dibutuhkan kolaborasi baik dari dalam maupun luar negeri,” jelasnya, Senin (15/6/2020).

Pemerintah, kata dia, sejak lima tahun terakhir, mengejar ketertinggalan di bidang infrastruktur dengan memberikan perhatian lebih pada pembangunan infrastruktur di seluruh negeri. Selain itu pemerintah juga telah memperluas konektivititas digital berupa perluasan jaringan internet.

Pada 2020 pembangunan Palapa Ring akan menyasar 57 kabupaten/kota dengan BTS 2100 last mile. Konektivitas fisik dan konektivitas digital ini hanyalah modal awal dan perlu diikuti oleh kebijakan-kebijakan lanjutan lainnya.

Berkenaan dengan ini beberapa kebijakan telah dibuat Bea Cukai untuk memperlancar proses logistik dan perdagangan internasional. Kebijakan-kebijakan itu antara lain advance manifest system, export simplification for CBU Vehicles, web-based import and export system, export simplification for CPO and drivatives, D/O Online System, elektronik SKA, TPS Online System, serta autogate system.

Walaupun demikian, peringkat LPI (Logistics Performance Index) Indonesia pada tahun 2018 masih berada di bawah Malaysa (41), Vietnam (39), Thailand (17) dan Singapura (7), di mana Indonesia menempati urutan ke 46.

“Hal ini disebabkan belum adanya platform digital yang mempertemukan pelaku usaha sektor logistik dari sisi permintaan dan persediaan, sehingga timbul informasi asimetris,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, di atas pemerintah melalui Kementerian Keuangan sedangkan mengembangkan National Logistc Ecosystem (NLE) di CEISA.

Fungsi dari NLE di CEISA adalah mempertemukan pelaku usaha logistik baik ekspor maupun impor di dalam satu platform untuk saling bertukar informasi dengan konsep API (Application Programming Interface).

Saat ini Alfi telah membangun kolaborasi ekosistem melalui pengembangan digitalisasi Smart Logistics, kolaborasi platform yang dibangun dalam Website ALFI dan terkoneksi dengan platform digital yang disebut Digico.

Pengembangan tersebut telah dilakukan secara bertahap, saat ini modul yang siap adalah modul impor, ekspor, track and trace, yang telah mencakup lebih dari 150 negara, selanjutnya pengembangan rantai pasok sampai dengan ke pengiriman cepat (last mile delivery).

Tahap awal Track and Trace yang saat ini dikembangkan tentunya meliputi transportasu laut, darat dan udara

Selanjutnya ALFI mengembangkan pergudangan, depo dan data exchange (pertukaran data) cross border tak lupa sektor Perbankan dan Asuransi untuk menunjang Trade Financing.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia memprediksi kebangkitan sektor logistik akan terjadi pada kuartal IV/2020 usai mengalami titik terendahnya pada kuartal 1/2020 akibat pandemi virus Covid-19.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menuturkan dari berbagai data-data yang diperolehnya, bahwa kuartal I/2020 menjadi titik terpuruk seluruh kegiatan ekonomi global sehingga memberikan dampak bagi kondisi kegiatan usaha dan perekonomian nasional Indonesia.

“Keterpurukan ini yang akan berlangsung hingga ke kuartal III/2020, sementara di kuartal ke IV/2020 bahwa sebagian pelaku usaha mulai melakukan penyesuaian dan bangkit memperbaiki keterpurukan,” jelasnya kepada Bisnis.com, Minggu (7/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Menurutnya, dalam kondisi new normal atau kenormalan baru kegiatan usaha pada fase pertumbuhan ekonomi yang negatif secara global akibat pandemi Covid-19 tersebut pasti berdampak langsung atas aktivitas logistik secara umum, terutama bagi sektor-sektor yang melayani aktivitas business to business (B to B).

Berdasarkan data yang dimilikinya, aktivitas transportasi darat secara global telah mengalami penurunan hingga 20 persen dan mengalami kerugian operasional hingga US$800 miliar. Bahkan antrean truk panjang di perbatasan terjadi hingga 50 kilometer memasuki Polandia dari Jerman, begitu pula kantrean hingga 30 kilometer antara Republik Ceko dan Slovakia.

Dari sisi transportasi laut pun terdampak dengan banyaknya aktivitas angkutan laut antara Asia dan Eropa yang bermuatan kosong akibat banyaknya industri yang berhenti atau mengurangi produksinya. Begitu pun di angkutan udara yang mengalami penurunan cukup signifikan akibat berbagai kebijakan lockdown di berbagai negara.

Dia melanjutkan kegiatan logistik sangat luas cakupannya dimana tidak hanya merupakan kegiatan perpindahan barang namun juga meliputi orang, uang, dan data, sehingga kemudian dapat dikelompokkan secara sederhana berdasarkan bentuk dan skala terhadap komoditas yang dikelola dan bentuk transaksinya.

Berdasarkan komoditas yang dikelola terdapat bahan baku industri seperti manufaktur, kerajinan, olahan dan semacamnya, komoditas produk Jadi hasil industri (otomotif, elektronik, alat kesehatan dan semacamnya, bahan kebutuhan pokok primer, barang impor dan ekspor, barang e-commerce, dan komoditas lainnya, seperti pertanian, perikanan air laut dan air tawar, dan pertambangan.

Source : Bisnis.com