Merdeka.com – Kementerian Koperasi dan UKM terus mematangkan rencana pengadaan aplikasi digital di sektor pangan untuk para pelaku UMKM. Menjalankan rencana ini, kementerian telah menggandeng dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik, yakni PT Berdikari (Persero) dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics.

Penyediaan aplikasi digital tersebut termasuk dalam rencana perluasan program Warung Tetangga yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, saat ini timnya tengah menggodok inisiatif tersebut. Untuk tahap awal, dia memproyeksikan implementasinya pada wilayah Jabodetabek.

“Kita akan bikin piloting dulu, mungkin di Jabodetabek. Ini masih digodok, sistemnya sudah, saya kira lagi dibicarakan dari aspek pembiayaan. Tunggu launching-nya,” ujar Teten di Pasar Rawamangun, Jakarta, Selasa (23/6).

Menurut dia, pengadaan aplikasi tersebut berawal dari ide akan keresahan pelaku UMKM kecil yang kerap kesulitan memperoleh bahan pangan karena kalah bersaing dengan perusahaan besar.

“Saya memang banyak keluhan dari para pedagang sembako di pasar, termasuk warung-warung sembako yang menyebar di lingkungan RT/RW. Mereka kesulitan mendapatkan barang-barang dagangan dan mereka kalah bersaing dengan ritel modern,” paparnya.

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM terus coba mengembangkan ide bagaimana agar bisa bekerjasama dengan BUMN pangan dan juga bank penyalur untuk menyuplai kebutuhan bahan pangan seperti sembako.

“Supaya mereka juga bertahan. Di BUMN ada BGR, perusahaan logistik juga sudah mengembangkan aplikasi digitalnya. Jadi ini saya kira akan segera direalisasikan,” tukas Teten.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Source : Merdeka.com


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menekankan agar sektor logistik tetap berjalan lancar guna menunjang aktivitas perekonomian pada masa kenormalan baru (new normal) pandemi Covid-19.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Capt. Wisnu Handoko mengatakan, prinsip pergerakan transportasi laut pada masa Covid-19 antara lain social distancing, menerapkan protokol kesehatan dan melancarkan jalur logistik.

“Pandemi Covid-19 yang melanda dunia memberikan dampak besar terhadap perekonomian baik global maupun nasional. Namun, saat ini Indonesia sudah berada dalam tahapan fase adaptasi kebiasaan baru transportasi laut di mana aktivitas logistik domestik harus kembali normal seperti semula,” kata Wisnu dalam siaran resmi yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (20/6).

Baca Juga: Kapasitas penumpang naik jadi 70%, Kemenhub minta operator bus tak naikkan tarif

Wisnu menuturkan, regulasi yang telah diterbitkan oleh Kemenhub selama masa pandemi, di antaranya Surat Edaran No. 12/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Laut dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Pandemi Covid-19.

Menurutnya, setiap penumpang, operator kapal, operator terminal penumpang maupun Syahbandar memiliki kewajiban dan tanggungjawab yang harus dipenuhi dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini agar tetap aman dari Covid-19.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi global pada 2020 diproyeksi kontraksi. Tingkat ketidakpastian yang tinggi menunjukkan masih adanya risiko downside pada proyeksi.

Dampak pandemi juga menyebabkan resesi atau perlambatan ekonomi yang terjadi secara luas termasuk pada mitra dagang Indonesia. Pandemi juga mendorong peningkatan pengangguran di hampir seluruh negara maju serta menekan harga komoditas.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Namun Wisnu mengatakan, di tengah pandemi neraca perdagangan masih mencatatkan surplus yang ditopang pertumbuhan positif ekspor. Meski demikian, penurunan impor menunjukkan adanya tekanan pada aktivitas ekonomi domestik.

“Jika berbicara tentang simpul logistik maritim masih menunjukkan optimisme, di mana perdagangan dan logistik dunia masih terus berjalan di tengah Covid-19,” ujarnya.

Wisnu menegaskan, pelabuhan laut harus tetap dibuka sekalipun ada berbagai pembatasan. Adapun data menunjukkan aktivitas kapal masuk dan keluar pelabuhan Indonesia tetap berjalan selama pandemi.

Source : Kontan.co.id


Jakarta, CNN Indonesia — PT Pelni (Persero) mencatat kenaikan volume muatan kontainer yang diangkut dengan kapal barang mencapai 300 persen pada semester I 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dibandingkan dengan semester I 2019, kinerja pada kapal barang naik nyaris 300 persen atau naik dari 941 TEUs di semester I 2019 menjadi 2.869 TEUs di semester I 2020,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro dikutip dari Antara, Juli (3/7).

Kenaikan tersebut salah satunya karena delapan trayek penugasan Kementerian Perhubungan dalam penyelenggaraan angkutan barang pada 2020.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Dari delapan trayek tersebut, terdapat 3 trayek yang padat muatan, yakni trayek T-10 yang dioperasikan KM Logistik Nusantara 6 (Tanjung Perak-Tidore-Galela-Buli – Maba-Weda-Tanjung Perak) dan trayek T-15 yang dioperasikan KM Logistik Nusantara 3 (Tanjung Perak-Makassar-Jailolo-Morotai-Tanjung Perak), serta trayek H-1 yang dioperasikan KM Logistik Nusantara 1 (Tanjung Perak-Makassar-Tahuna-Tanjung Perak).

“Ketiga trayek tersebut membawa total muatan sebesar 1.819 TEUs atau berkontribusi sebesar 63,40 persen dari total muatan,” kata Yahya.

Lima trayek lainnya masih memiliki potensi untuk menambah muatan. Yahya menerangkan pengangkutan kendaraan pada semester I 2020 meningkat dibandingkan semester I 2019, walaupun pada tiga bulan terakhir terjadi penurunan muatan.

“Pada semester ini terjadi peningkatan sebesar empat persen dibandingkan semester I 2019, yakni dari 3.536 unit menjadi 3.681 unit,” kata dia

Hal yang sama juga terjadi pada muatan redpack. Layanan end to end logistik Pelni meningkat 110 persen dibandingkan semester I 2019, yakni dari 74.569 kg/m3 menjadi 156.884 kg/m3 pada semester I 2020.

“Manajemen berharap dengan mulai dibukanya beberapa pelabuhan sebagai akses masuk keluarnya masyarakat dan muatan dapat meningkatkan performa perusahaan di semester yang akan datang, seperti dengan membuka peluang kerja sama dengan berbagai BUMN, perusahaan swasta, maupun instansi lainnya ,” kata Yahya.

Source : Cnnindonesia.com


Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjajal angkutan logistik di sejumlah kawasan industri menggunakan kereta api untuk meningkatkan peran moda angkutan tersebut, salah satunya di Kawasan Industri Medan.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi mengatakan tengah berupaya agar share angkutan barang melalui kereta api terus meningkat.

“Saat ini ada kawasan industri medan [KIM], ini belum ada jalur kereta, kami lagi penjajakan agar KIM ini ada jalur KA dari jalur yang sudah ada saat ini,” jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (22/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Menurutnya, ketika jalur kereta api ke KIM ini sudah terbangun jalur kereta, angkutan kargo logistik barang berupa kontainer dapat dimaksimalkan dengan angkutan kereta, tidak lagi menggunakan jalur darat seperti truk.

Pasalnya, angkutan jalan seperti truk memiliki dampak negatif seperti penggunaan truk yang tinggi menyebabkan konsumsi bahan bakar tinggi, kontribusi kerusakan jalan, polusi hingga risiko kecelakaan.

Terkait pengembangan kereta api, jelasnya, Kemenhub juga sudah meminta kepada operator yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menyediakan sarana perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyiapkan prasarananya.

“Di Jawa kami siapkan lintas utara dan lintas selatan, untuk lintas utara kami siapkan sudah double track semuanya, mayoritas sudah double track, ini untuk mempercepat logistik nasional,” katanya.

Selama ini jelasnya, kereta api mengutamakan angkutan penumpang, saat ini angkutan barang tengah diupayakan bisa dapat layanan yang cukup. Angkutan barang masih didominasi angkutan jalan, dengan porsi 90,4 persen sementara KA hanya 0,6 persen.

Kemenhub jelasnya, tengah mendorong agar PT KAI menyediakan sarana khususnya gerbong untuk logistik, gerbong datar untuk angkut kargo dan dapat dikembangkan sampai ke industri maupun ke pelabuhan, khususnya untuk pembangunan prasarananya.

“Misalnya, sedang dirancang Sumbagsel, Kemenhub bangun relnya double track, karena ada kebutuhan logistik yang tinggi, dan beberapa hal juga kami minta operator membangun prasarana juga, dimana prasarana itu nanti perawatan oleh Kemenhub, kami berikan konsesi ke KAI,” paparnya.

Adapun di wilayah Sumatera Utara, jalur KA sudah dibangun sampai ke pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung. Pembangunan ini karena Kuala Tanjung belum maksimal arus keluar masuk barangnya.

Source : Bisnis.com


JAKARTA – Pelindo III menerapkan sistem Single Submission (SSm) atau sistem pelayanan satu pintu dan Joint Inspection sistem Single Submission (SSm) atau sistem pelayanan satu pintu dan Joint Inspection pada salah satu unit Terminal Petikemas ekspor/impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto mengatakan hal itu merupakan bentuk tindak lanjut dari Inpres No. 5/2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional. Sistem yang dipercaya dapat memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer.

Sistem dengan penerapan tersebut Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK) cukup mengakses satu portal untuk pengajuan dokumen pabean dan karantina sekaligus.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Dengan adanya joint inspection, tentunya akan memudahkan importir dan mengurangi biaya penanganan peti kemas impor seperti gerakan ekstra, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan striping stuffing. Serta mengurangi dwelling time karena peti kemas akan langsung diperiksa oleh dua instansi yaitu karantina dan bea cukai pada lokasi dan waktu yang bersamaan,” jelasnya melalui keterangan resmi, Jumat (3/7/2020).

Sementara itu, Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jateng Budiatmoko mengapresiasi penerapan sistem ini karena sebelumnya para importir harus mengajukan dua kali perizinan ke bea cukai dan karantina. Dengan implementasi sistem ini akan ada percepatan waktu dua hari dari sebelumnya tiga hari, sehingga menguntungkan importer.

Para importir berharap program ini dapat menjadi salah satu solusi yang tepat untuk memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer.

“Langkah-langkah tersebut bisa diterapkan dengan baik dan bisa menjadi solusi untuk mendorong perekonomian indonesia khususnya di Jateng disaat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Asei Indonesia menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk memberikan proteksi pengiriman dari perusahaan logistik pelat merah tersebut.

Penandatanganan kerja sama kedua pihak berlangsung pada Kamis (2/7/2020) di Kantor Pos Indonesia, Jakarta Pusat. Peresmian itu dilakukan oleh Direktur Utama Asei Erickson Mangunsong dan Direktur Komersial Pos Indonesia Charles Sitorus.

Erickson menjelaskan bahwa melalui kerja sama tersebut pihaknya akan memberikan perlindungan atas risiko pengiriman kurir dan logistik yang meliputi pengiriman logistik ritel, logistik proyek, e-dagang (e-commerce). Selain itu, terdapat pengiriman valuable goods khusus logam mulia.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Asuransi Asei memberikan perlindungan atas keterlambatan, kerusakan, atau kehilangan kiriman barang berupa dokumen atau surat dan kiriman paket melalui Pos Indonesia. Kerja sama yang terjalin akan menjadi sinergi yang saling menguntungkan bagi kedua perusahaan,” ujar Erickson pada Kamis (2/7/2020).

Dia menjelaskan bahwa kerja sama itu pun menjadi bentuk perluasan saluran distribusi produk asuransi pengangkutan (marine cargo) dari perseroan. Proteksi itu akan didukung oleh sistem yang terintegrasi (host to host) antara kantor Asei cabang Jakarta dan seluruh jaringan Pos Indonesia.

Kerja sama kedua pihak diniliai dapat meningkatkan layanan kepada nasabah masing-masing perusahaan. Erickson pun menilai hal tersebut sebagai bentuk sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengingat Asei merupakan anak usaha dari PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia.

Charles menjelaskan bahwa pelayanan distribusi logistik ke seluruh wilayah Indonesia merupakan salah satu peranan pihaknya sebagai perusahaan BUMN. Kerja sama itu pun dinilai dapat memberikan keamanan dari pendistribusian logistik melalui Pos Indonesia.

“Melalui sinergi Asei dengan Pos Indonesia diharapkan dapat saling memberikan manfaat untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Source : Bisnis.com


Jakarta, Beritasatu.com – Kargo Tech, perusahaan rintisan atau startup penyedia layanan logistik di Indonesia, memberikan peluang bisnis bagi para pekerja yang baru mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai mitra transporter.

Kesempatan menjadi wirausaha mandiri atau self-preneur di Kargo Tech ini, terbuka bagi semua orang. Hanya dengan memiliki mobil truk dan siap menerima pesanan dari pelanggan Kargo Tech, para self-preneur Indonesia dapat meniti bisnis di bidang logistik.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


CEO Kargo Tech, Tiger Fang, mengatakan, pihaknya menciptakan peluang yang positif bagi korban PHK untuk menjadi pengusaha di bidang logistik. Kesempatan yang menarik ini seiring dengan meningkatnya permintaan pengiriman barang dengan truk kecil atau truk jenis colt diesel double (CDD) dan colt diesel engkel (CDE).

“Di masa pandemi ini, kami melihat peningkatan permintaan untuk truk CDD dan CDE untuk pengiriman hingga 10 kali lipat dibandingkan periode normal. Hal ini menunjukan adanya peluang bagi para self-preneur baru di ranah logistik untuk bergabung menjadi mitra transporter Kargo Tech,” ujar Tiger Fang kepada Beritasatu.com, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Nilai Pasar Logistik Indonesia Capai Rp 3.360 Triliun

Menurut Tiger Fang, kedua tipe truk tersebut sangat populer untuk mengirim barang dari pabrik ke pabrik, dan juga pengiriman ke toko. Pasalnya, ukurannya yang praktis namun mampu untuk memuat barang dengan berat 2 hingga 4 ton.

“Selain itu, kedua jenis kendaraan tersebut mudah untuk mengakses jalan kecil tanpa harus mengkhawatirkan regulasi pembatasan jam lewat,” tegasnya.

Program Pembiayaan Mitra

Lebih lanjut, Tiger Fang mengatakan, selain kesempatan menjadi self-preneur di bisnis logistik dan memanfaatkan teknologi Kargo Tech dalam mendapatkan pesanan (order) serta mengatur dan memonitor pengiriman dengan mudah, para rekanan transporter juga dapat menikmati program smart financing solution.

“Smart financing solution merupakan merupakan program pembiayaan dari Kargo Tech berupa dana bantuan operasional logistik sebesar US$ 1 juta atau sekitar Rp 14,1 miliar (kurs Rp 14.100 per dolar AS). Dana ini dapat digunakan oleh mitra transporter sebagai bantuan modal di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya.

Menurut Tiger Fang, mitra transporter atau pemilik truk biasanya membutuhkan modal awal untuk memulai pengiriman, seperti biaya bensin, uang saku sopir, dan biaya pemeliharaan kendaraan yang biasanya perlu dikeluarkan di muka.

“Dalam situasi pandemi ini, hal itu biasanya menjadi salah satu hambatan dalam bisnis karena minimnya cash flow. Dana yang kami sediakan melalui program pembiayaan ini bisa sangat membantu mitra transporter untuk memenuhi biaya operasional dan menjamin kelanjutan bisnis logistik mereka,” tambahnya.

Pada saat ini, lanjut Tiger Fang, Kargo Tech telah bekerja sama dengan banyak perusahaan ternama di Indonesia, baik dalam skala besar maupun kecil. Terlebih, platform Kargo Tech ini memudahkan transporter, baik self-preneur maupun pengusaha logistik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menemukan kargo dan mendapatkan pembiayaan dari program dana bantuan logistik.

“Kami melihat ini sebagai nilai tambah yang dapat membangun bisnis dan memenuhi kebutuhan logistik di Indonesia,” pungkas Tiger Fang.

Source : Beritasatu.com


Jasa pengiriman paket di PT Pos Indonesia Cabang Kudus meskipun di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19 meningkat. Peningkatan pengiriman barang melalui Kantor Pos Indonesia bahkan mencapai 300 persen.

“Untuk pengiriman barang melalui Pos Indonesia saat ini bisa lebih 200-300 persen jika dibandingkan hari bisa,” kata Pujianto supervisor pada Kantor Pos Indonesia Cabang Kudus kepada wartawan di Kudus, Senin (11/5/2020).

Ia mengatakan, pada saat hari bisa Kantor Pos Indonesia cabang Kudus hanya melakukan pengiriman satu truk. Namun selama bulan puasa dan menjelang lebaran ini bisa tiga kali pengiriman. Padahal saat ini tengah terjadi wabah virus Corona.

“Sebelum puasa sudah ada kenaikan tapi tidak signifikan. Sekarang sudah banyak sekali. Apalagi, masyarakat Kudus ini memanfaatkan jasa pengiriman barang ini,” ujarnya.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635


Ditambahkan, Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Kudus, Sri Haryatmo mengatakan, setiap satu truk pengiriman ini dengan berat empat ton. Adapun rute pengiriman meliputi Semarang, Kudus, dan Pati.

“Truk tonasenya empat ton. Jadi rute semarang, Kudus Pati dan kembali lagi Pati, Kudus Semarang,” katanya.

Sri menjelaskan, rata-rata pengiriman barang seperti paket. Sedangkan untuk pengiriman surat sekarang hanya 25 persen saja. Pengiriman paket ini didominasi bisnis online, karena sekarang banyak pedagang online.

“Posisi sekarang rata-rata pengiriman sudah paket. Surat itu hanya 25 persen saja. Sekarang lebih didominasi lebih banyak bisnis online. Karena banyak pedang online yang melakukan penjualan untuk dikirim ke penerima. Dominasi barang berupa konveksi sama souvenir,” jelasnya.

Sementara itu, untuk tetap memberikan pelayanan barang masuk ke Kudus pihaknya telah menyiapkan petugas. Para petugas ini disiapkan di semua kecamatan yang ada di Kudus. Dengan demikian, barang paketan yang dikirim melalui kantor Pos Indonesia akan sampai kepada penerima.

“Kita juga menyiapkan petugas pengantar. Sehingga pelayanan tetap diberikan kepada masyarakat,” tandasnya.

Source : Finance.detik.com


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kesiapan dan kemantapan infrastruktur jalan dan jembatan, baik jalan tol maupun jalan nasional untuk mendukung jalur logistik kebutuhan pokok serta pergerakan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi virus corona (Covid-19) dan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, jalan tol dan non-tol tetap disiapkan sebagai jalur logistik, termasuk ruas jalan yang fungsional jika dibutuhkan. Itu untuk kelancaran produksi dan distribusi barang kebutuhan pokok, obat-obatan atau alat kesehatan, serta layanan kesehatan/kendaraan medis dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kami memastikan kemantapan pada jalan tol dan jalan nasional yang baik, termasuk menjaga agar satu wilayah tidak terisolir karena jalan dan jembatan putus,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (14/4/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635


Salah satu ruas jalan strategis nasional yang terus ditingkatkan kondisi jalannya adalah Jalan perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste sepanjang 179,99 km, atau yang di kenal dengan istilah Sabuk Merah Sektor Timur dari Kabupaten Belu hingga Kabupaten Malaka.

Ruas jalan tersebut punya arti penting terutama bagi masyarakat di perbatasan yang terdapat komoditas perkebunan pohon kayu putih, kelor, dan jambu mete.

Dari 179,99 km yang sudah teraspal, hingga 2019 mencapai sepanjang 145,17 km. Sedangkan pada 2020 direncanakan jalan yang sudah aspal akan bertambah dan sedang dikerjakan menjadi sepanjang 164,57 km, sehingga sisanya akan dituntaskan pada 2021 mendatang.

Sepanjang Jalan Sabuk Merah Sektor Timur tersebut, rencananya akan dibangun sebanyak 41 buah jembatan dengan panjang 1.599 meter. Hingga 2019 telah terbangun sebanyak 23 buah jembatan dengan panjang 1.039,5 meter.

Progres Pengerjaan

Selanjutnya pada tahun ini akan diselesaikan menjadi 33 buah jembatan, sehingga sisanya akan dituntaskan pada tahun 2021 mendatang. Adapun Jembatan tersebut semuanya terbuat dari rangka baja dengan bentang rata-rata 60 meter.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, NTT Muktar Napitupulu mengatakan, proses pengerjaan jalan perbatasan Sabuk Merah Sektor Timur tahun ini terbagi dalam beberapa paket yang dikerjakan oleh beberapa kontraktor lokal dan nasional.

“Pembangunan jalan perbatasan ini merupakan salah satu pekerjaan yang terkena rekomposisi alokasi anggaran 2020 untuk penanganan Covid-19,” kata Muktar.

Realokasi anggaran salah satunya dilakukan dengan merubah paket-paket Single Years (SYC) tahun 2020 menjadi paket-paket Tahun Jamak (MYC), seperti pada paket pembangunan jalan ruas Nualain-Henes yang berada di antara Motaain-Motamasin.

“Alokasi semula dengan paket SYC tahun 2020 sebesar Rp 53 miliar, diubah menjadi paket MYC tahun 2020 sebesar Rp 35 miliar dan tahun 2021 sebesar Rp 18 miliar,” terang Muktar.

Sedangkan untuk Sabuk Merah di Sektor Barat di daerah Timur Tengah Utara (TTU), sepanjang 130,88 km akan dilakukan penanganan apabila Jalan Sabuk Merah di Sektor Timur telah seluruhnya tersambung. Jalan Sabuk Merah Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini juga punya arti penting lantaran akan menjadi akses pendekat ke garis perbatasan sehingga bisa mempermudah pengawasan garis perbatasan di dua negara tersebut.

Jalur Sabuk Merah juga tidak hanya berfungsi untuk menghubungkan beberapa pos keamanan sepanjang PLBN Motaain dan PLBN Motamassin saja. Namun, pembangunan di pinggir Indonesia ini pun mendukung perekonomian masyarakat setempat. Salah satu potensi ekonomi yang bisa didorong yakni sektor pariwisata.

“Ada sebuah sabana Fulan Fehan di Lamaknen, Kabupaten Belu, terlintasi Sabuk Merah sektor Timur, sehingga memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke spot wisata yang unik dan eksotik ini,” tukas Muktar.

Source : Liputan6.com


KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya menjaga angkutan barang logistik berjalan lancar di tengah pandemi Covid-19 yang melanda wilayah di Indonesia.

Hal itu untuk menjaga ketersediaan logistik nasional khususnya kebutuhan dasar masyarakat, sehingga perekonomian dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Adapun Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa masa pandemi jangan sampai menghambat distribusi logistik seperti bahan-bahan pokok, barang-barang penting untuk kegiatan ekonomi, obat-obatan, dan alat-alat kesehatan.

Upaya tersebut sebagai langkah agar tidak terjadi kelangkaan barang yang mengakibatkan harga-harga naik dan akhirnya dapat menyebabkan inflasi.

Oleh karena itu Kemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Aturan berikutnya juga dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa angkutan barang logistik termasuk yang dikecualikan dari larangan sementara beroperasinya transportasi di masa pandemi Covid-19.

Sementara itu Kemenhub tetap konsisten bahwa yang dilarang yakni kegiatan bertransportasi untuk mudik.

Sedangkan kegiatan lain seperti angkutan barang/logistik dan kegiatan yang kriteria dan syaratnya memenuhi Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tetap diizinkan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk memastikan distribusi logistik tidak terganggu, upaya lain yang dilakukan Kemenhub yakni membuka operasional prasarana transportasi seperti pelabuhan selama 24 jam.

Selain itu mendorong penerapan insentif atau stimulus bagi pelaku usaha, dengan cara memberikan stimulus bagi pelaku usaha pelayaran dengan memberikan potongan tarif, maupun lama waktu penumpukan kontainer atau muatan di pelabuhan selama terjadinya pandemi Covid-19.

Dalam pelaksanaannya Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan asosiasi di sektor transportasi, Indonesian National Shipowners Association (INSA) misalnya.

Hal tersebut untuk memastikan agar jadwal baik kapal komersial maupun subsidi Public Service Obligation (PSO) tetap berjalan lancar.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, sampai saat ini distribusi logistik baik melalui moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api berjalan dengan baik. Sehingga pasokan ketersediaan logistik tetap terjamin dan harga-harga barang pun tetap terkendali.

Pada moda transportasi darat sebanyak 258 ribu lebih kendaraan barang logistik telah melewati posko pemantauan di Gerbang Tol Cikarang Barat mulai sejak diterapkannya Permenhub 25/2020.

Kendaraan barang logistik mendominasi jumlah kendaraan yang diperbolehkan untuk melintas yaitu 57,04 persen dibandingkan dengan kendaraan lain seperti kendaraan dinas Pemerintah (42,74 persen) dan kendaraan darurat (0,23 persen).

Sementara moda transportasi laut yang diandalkan untuk mengangkut barang logistik hingga ke pelosok-pelosok daerah beroperasi penuh di seluruh pelabuhan selama masa darurat Covid-19, dari wilayah Barat sampai Timur Indonesia.

Penyelenggaraan angkutan tol laut tahun ini pun dipastikan tetap berjalan dengan total 26 trayek.

Keberadaan kapal-kapal tol laut masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia khsususnya di wilayah timur Indonesia, sehingga harga-harga barang kebutuhan pokok dan barang penting tetap terjangkau.

Hingga 17 April 2020 tercatat sebanyak 74 voyage dengan realisasi muatan berangkat sebesar 2.841 Teus dan muatan balik 665 Teus.

Selain kapal tol laut, pelayaran perintis juga tetap berjalan khususnya yang mengangkut kebutuhan logistik masyarakat di wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan.

Adapun total trayek tersebut yaitu 113 trayek di Tahun Anggaran 2020. Kapal subsidi Pemerintah lain seperti Kapal Ternak juga tetap beroperasi mengangkut hewan ternak dengan total 6 trayek di Tahun Anggaran 2020.

Tercatat, hingga 17 April 2020, ada sebanyak 18 voyage dengan muatan hewan ternak sebanyak 7.251 ekor sapi, kambing dan kuda.

Selain itu, pada transportasi udara dilaporkan bahwa penerbangan beroperasi secara penuh untuk mengangkut logistik seperti kebutuhan pangan, sample infectious substance, dan medical supplies.

Selain menggunakan penerbangan khusus Kargo, pengangkutan kargo juga dapat dilakukan dengan pesawat konfigurasi penumpang yang telah memiliki izin terbang dan wajib untuk mematuhi protokol kesehatan.

Dalam catatatannya, pergerakan kargo udara domestik rata-rata mengangkut 1000 sampai 2000 ton, sementara untuk kargo udara internasional rata-rata mengangkut 200 sampai 750 ton.

Terakhir, moda transportasi kereta api sebagai ngkutan logistik juga pantang berhenti melayani di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu pilihan untuk mengakomodasi barang dengan jumlah besar adalah dengan menggunakan kereta api.

Melalui kereta api waktu pengiriman barang lebih dapat diprediksi terlebih dalam masa pandemi ini.

Sebagai regulator bidang transportasi, Kemenhub terus fokus pada penyediaan transportasi khususnya untuk angkutan barang logistik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hal tersebut merupakan komitmen Kemenhub dalam upaya memastikan ketersediaan barang logistik yang penting tetap terjaga demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Source : Kompas.com


Liputan6.com, Jakarta – Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan jasa pengiriman logistik pasca wabah pandemi covid-19, memiliki prospek atau peluang yang menjanjikan.

“Prospek bisnis logistik setelah covid-19 sebenarnya sangat menjanjikan, terbuka lebar peluang-peluang baru bagi industri logistik, tergantung dari kesiapan perusahaan logistik sendiri bagaimana menyiapkan diri dan melakukan terobosan-terobosan baru,” kata Zaldy kepada Liputan6.com, Minggu (24/5/2020).

Peluang yang ia maksud yakni transpormasi dalam hal digitalisasi logistik yang menjadi keharusan pasca covid-19. Ini harus dilakukan apabila tetap mau bertahan selama dan pasca pandemi.

“Bisnis logistik Indonesia yang nilainya sekitar Rp 150 triliun menurut Frost and Sullivan, akan menjadi peluang untuk model logistik yang baru pasca covid-19,” ujarnya.

Namun, Ia mengatakan bagi perusahaan logistik yang tidak siap, maka akan kehilangan market-nya dan diambil oleh pemain baru, atau pemain lama yang bisa cepat melakukan transformasi.

Zaldy pun menyarankan kepada perusahaan pengiriman logistik yang tidak siap, agar cepat menyesuaikan operasionalnya dengan kebiasaan-kebiasaan baru dari konsumennya.

Menurutnya, perilaku konsumen sudah mengalami perubahan selama covid-19 ini. Untuk itu transformasi ke digital secara total menjadi satu keharusan.

(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id

Source : Liputan6.com


Disaat konsentrasi seluruh elemen bangsa dipusatkan pada upaya penanganan pandemi Covid-19, pemerintah masih menyisipkan isu logistik sebagai salah satu stimulus kebijakan yang harus tetap dikerjakan.

Usai rapat terbatas Penataan Ekosistem Logistik Nasional pada 18 Maret 2020 lalu, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa jika kita bisa fokus pada peta jalan yang yang jelas dan target yang terukur, maka Indonesia akan memiliki layanan logistik yang murah dan cepat dengan biaya yang transparan dan kompetitif, sehingga sistem logisik Indonesia akan menjadi lebih efisien. Lebih lanjut Menko Hartarto menjelaskan bahwa penugasan untuk mempercepat penerapannya diberikan oleh Presiden kepada Kementerian Keuangan.

Penugasan kepada Kementerian Keuangan untuk mempercepat penataan Ekosistem Logistik Nasional merupakan keputusan yang tepat, karena Kementerian Keuangan memiliki dua unit kerja yang sangat dekat dengan kegiatan logistik, yaitu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Lembaga National Single Window (LNSW). DJBC adalah garda terdepan pemerintah dalam urusan perdagangan internasional, sedangkan LNSW merupakan unit organisasi yang khusus dibentuk untuk mempercepat integrasi proses bisnis layanan pemerintah di bidang ekspor dan impor kedalam sistem Single Window. Dalam melaksanakan tugas penataan Ekosistem Logisik Nasional ini, paling tidak ada tiga hal utama yang perlu mendapat perhatian.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635


Pertama, kolaborasi layanan pemerintah dengan platform logistik swasta. Ekosistem Logistik tidak akan bisa dipisahkan dari ketersediaan sistem berbasis elektronik yang handal untuk memperkuat integrasi layanan pemerintah dan menghubungkan layanan pemerintah tersebut dengan platform-platform berbasis elektronik yang dimiliki oleh para pelaku usaha di bidang logistik.

Proses layanan pemerintah harus didisain untuk menyelesaikan seluruh persayaratan yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha dalam satu rangkaian proses yang tidak terputus. Dengan demikian pelaku usaha cukup melakukan transaksi melalui satu interface pada sistem Single Window yang selanjutnya akan meneruskannya kepada sistem-sistem layanan pada kementerian dan lembaga terkait, sampai keseluruhan proses dapat diselesaikan. Penggunaan sistem Single Window secara utuh akan memunculkan transparansi proses bisnis pada masing-masing kementerian dan lembaga pemerintah.

Jika terjadi kelambatan layanan, maka akan mudah diketahui di titik mana dari rangkaian layanan pemerintah tersebut yang mengalami kelambatan. Pada akhirnya, integrasi layanan ini akan memunculkan transparansi layanan publik yang didasarkan pada standar layanan yang mampu memenuhi kebutuhan para pelaku usaha.

Platform-platform logistik swasta akan dirangkul untuk berkolaborasi dengan layanan pemerintah, dimana output dari layanan pemerintah dapat menjadi input bagi platform-platform logistik ini, dan sebaliknya, sehingga keseluruhan proses logistik sejak dari hulu sampai ke hilir dapat dimonitor dengan baik. Hal ini akan meningkatkan transparansi transaksi dalam rangkaian proses logistik, dimana informasi tentang kebutuhan jasa logistik dan penawaran yang diberikan oleh para penyedia jasa disajikan secara transparan dalam kompetisi yang sehat.

Platform pembayaran secara elektronik juga perlu didorong untuk lebih optimal berperan dalam melayani kebutuhan dunia usaha, sehingga proses pembayaran, baik pelunasan pungutan-pungutan negara maupun pembayaran antar pelaku usaha dapat dilakukan dengan mudah tanpa dibatasi tempat dan waktu layanan.

Kedua, regulasi yang efisien dan standar layanan yang prima. Untuk mendukung efektifitas kolaborasi tersebut kementerian dan lembaga pemerintah harus menerbitkan regulasi yang efisien pula. Sistem elektronik dan regulasi yang efisien adalah dua hal yang saling membutuhkan. Sistem elektronik yang baik hanya akan mampu memberikan kinerja optimal jika didasarkan pada regulasi yang efisien pula, sebagaimana jargon garbage in-garbage out yang menjadi acuan dasar sebuah sistem elektronik. Jika regulasi yang dikeluarkan masih tidak efisien, maka bisa jadi sebuah sistem elektronik justru akan menjadi masalah bagi para penggunanya.

Untuk menyempurnakan sistem yang dikembangkan, kementerian dan lembaga pemerintah juga perlu melakukan pengaturan-pengaturan terkait penyediaan jasa logistik yang mampu mendorong kualitas jasa yang prima. Common practice dalam bisnis logistik internasional yang terbukti efektif akan diterapkan. Penggunaan internet on thing (IoT) sebagai media tracking keberadaan barang, standar kelayakan kendaraan dan gudang, standar biaya jika diperlukan, dan berbagai standar layanan lain akan mampu memenuhi kebutuhan akan jasa logistik yang berkualitas tinggi.

Faktor pendukung selanjutnya adalah penyediaan dan penataan infrastruktur pendukung logistik yang tepat. Efisiensi logistik tidak hanya mebutuhkan regulasi dan standar-standar yang baik, serta sistem elektronik yang handal, tetapi juga penyediaan dan penataan infrastruktur pendukung yang tepat. Contoh yang dapat dipertimbangkan adalah penataan infrastruktur pendukung seperti tata ruang di pelabuhan-pelabuhan, jalur kereta barang dan stasiun barang, penyediaan lahan parkir bagi kendaraan angkutan besar, penempatan depo-depo kontainer dan penyediaan terminal-terminal barang, seperti lazimnya penataan yang dilakukan di berbagai negara di dunia.

Ketiga, Strategi Penataan yang tepat.Presiden menyatakan bahwa peningkatan efisiensi kinerja logistik nasional sudah sudah diupayakan sejak 3-4 tahun lalu. Oleh karena itu strategi yang akan diterapkan harus mampu secepatnya menunjukkan hasil yang dapat dinikmati, mendahulukan pihak-pihak yang paling siap dan paling antusias untuk dilibatkan dalam pilot-pilot project untuk masing-masing utilitas yang dikembangkan, dan menjadikan utilitas yang sudah matang sebagai model untuk dikembangkan secara nasional.

Platform-platform logistik yang sudah siap akan dilibatkan dalam pilot project sambil bersama-sama mencari bentuk yang paling dapat memenuhi kebutuhan pemerintah dan pelaku usaha secara harmonis. Platform logistik juga akan menjadi filtering agent bagi pemenuhan standar-standar kelayakan yang dipersyaratkan pemerintah bagi pelaku usaha yang bergabung di dalamnya, sehingga pengguna jasa logistik akan mendapatkan layanan dengan standar yang tinggi.

Ekosistem Logistik Nasional juga memerlukan dukungan penuh dari pemerintah daerah, baik di tingkat propinsi maupun kabupaten/kota, sehingga komunikasi yang baik harus dibangun dengan pemerintah-pemerintah daerah. Sebagaimana dengan perlakuan terhadap platform-platform logistik, pemda-pemda yang lebih siap akan didahulukan dalam pilot project agar dapat secepat mungkin menemukan model penataan yang tepat. Untuk selanjutnya model ini akan dikembangkan pada daerah-daerah lain, sehingga ekosistem logistik dapat lengkap terbentuk, baik secara konten layanan maupun cakupan wilayahnya.

Well, membangun ekosistem logistik secara nasional bukanlah perkara mudah. Political will yang kuat sudah ditunjukkan pemerintah, dan kita berharap Kementerian Keuangan mampu mengoptimalkan perannya dalam meng-orkestrasi penataan Ekosistem Logistik Nasional dengan menarik dukungan dan mendorong partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama merancang, mengembangkan dan menerapkan ekosistem logistik yang harmonis, ekosistem logistik yang membuat semua pihak yang terlibat didalamnya dapat tumbuh dan berkembang bersama untuk melahirkan sistem logistik nasional yang efisien. (ADV)

Source : merdeka.com


JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dan larangan mudik, beberapa perusahaan ekspedisi mengalami lonjakan permintaan. Salah satunya PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX).

Presiden Direktur PT SAP Express Tbk Budiyanto Darmastono mengatakan selama PSBB diterapkan, transaksi yang dicatatkan perseroan mengalami peningkatan hingga 30 persen.

“Alhamdulillah bisnis pengiriman di SAP Express mengalami peningkatan yang bagus. Kami catat sekitar 20 persen hingga 30 persen dan mungkin bakal meningkat lagi,” ujarnya saat presconference Halal Plaza Digital yang dilakukan secara virtual, Selasa (5/5/2020).

Budi menambahkan salah satu faktor pendorongnya adalah tingginya belanja online menjelang Lebaran.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Mungkin karena banyak orang yang tidak keluar rumah, kemudian untuk persiapan Lebaran orang-orang banyak yang berbelanja secara online,” katanya.

Selama bulan Ramadhan ini, SAP Express menargetkan transaksi lebih dari 30 persen. Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya memang transaksi selama bulan Ramadhan meningkat sebesar 30 persen.

“Saya optimis di bulan Ramadhan transkasi di SAP Express bisa meningkat lagi lebih dari 30 persen, doakan saja,” pungkasnya.

Source : kompas.com


Liputan6.com, Jakarta. Selain menekan disparitas harga antara daerah, Program Tol Laut yang digagas Presiden Joko Widodo juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Caranya dengan mengoptimalkan muatan balik kapal sehingga produk asli daerah setempat dapat dipasarkan ke luar pulau.

Ini seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai. Keberadaan Tol Laut membuat masyarakat Pulau Morotai sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya berupa makanan, material bahan bagunan dengan harga yang terjangkau.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan pendapatan rakyat, Pemkab Pulau Morotai juga mengoptimalkan pemanfaatan muatan balik dengan memasarkan produk yang dihasilkan oleh masyarakat.

Ini dijelaskan Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, yang menuturkan jika daerahnya telah mendapatkan pelayanan Tol Laut selama tiga tahun, sejak 2017.

Secara keseluruhan hasilnya sudah cukup baik, walaupun diharapkan adanya penyempurnaan aturan sehingga pelayanan ini dapat lebih dirasakan oleh masyarakat.

“Pengisian muatan balik merupakan program prioritas Pemkab dan kami tidak hanya mengajak tapi juga mendorong bahkan memfasilitasi masyarakat dengan memberikan kemudahan dan insentif. Hasil masyarakat tersebut di jual ke pulau Jawa melalui Surabaya sesuai tujuan kapal Tol Laut dari Morotai ke Surabaya,” kata dia dalam keterangannya, Senin (11/5/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Source : Supplychainindonesia.com