Merdeka.com – Kementerian Koperasi dan UKM terus mematangkan rencana pengadaan aplikasi digital di sektor pangan untuk para pelaku UMKM. Menjalankan rencana ini, kementerian telah menggandeng dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik, yakni PT Berdikari (Persero) dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics.

Penyediaan aplikasi digital tersebut termasuk dalam rencana perluasan program Warung Tetangga yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, saat ini timnya tengah menggodok inisiatif tersebut. Untuk tahap awal, dia memproyeksikan implementasinya pada wilayah Jabodetabek.

“Kita akan bikin piloting dulu, mungkin di Jabodetabek. Ini masih digodok, sistemnya sudah, saya kira lagi dibicarakan dari aspek pembiayaan. Tunggu launching-nya,” ujar Teten di Pasar Rawamangun, Jakarta, Selasa (23/6).

Menurut dia, pengadaan aplikasi tersebut berawal dari ide akan keresahan pelaku UMKM kecil yang kerap kesulitan memperoleh bahan pangan karena kalah bersaing dengan perusahaan besar.

“Saya memang banyak keluhan dari para pedagang sembako di pasar, termasuk warung-warung sembako yang menyebar di lingkungan RT/RW. Mereka kesulitan mendapatkan barang-barang dagangan dan mereka kalah bersaing dengan ritel modern,” paparnya.

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM terus coba mengembangkan ide bagaimana agar bisa bekerjasama dengan BUMN pangan dan juga bank penyalur untuk menyuplai kebutuhan bahan pangan seperti sembako.

“Supaya mereka juga bertahan. Di BUMN ada BGR, perusahaan logistik juga sudah mengembangkan aplikasi digitalnya. Jadi ini saya kira akan segera direalisasikan,” tukas Teten.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Source : Merdeka.com


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menekankan agar sektor logistik tetap berjalan lancar guna menunjang aktivitas perekonomian pada masa kenormalan baru (new normal) pandemi Covid-19.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Capt. Wisnu Handoko mengatakan, prinsip pergerakan transportasi laut pada masa Covid-19 antara lain social distancing, menerapkan protokol kesehatan dan melancarkan jalur logistik.

“Pandemi Covid-19 yang melanda dunia memberikan dampak besar terhadap perekonomian baik global maupun nasional. Namun, saat ini Indonesia sudah berada dalam tahapan fase adaptasi kebiasaan baru transportasi laut di mana aktivitas logistik domestik harus kembali normal seperti semula,” kata Wisnu dalam siaran resmi yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (20/6).

Baca Juga: Kapasitas penumpang naik jadi 70%, Kemenhub minta operator bus tak naikkan tarif

Wisnu menuturkan, regulasi yang telah diterbitkan oleh Kemenhub selama masa pandemi, di antaranya Surat Edaran No. 12/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Laut dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Pandemi Covid-19.

Menurutnya, setiap penumpang, operator kapal, operator terminal penumpang maupun Syahbandar memiliki kewajiban dan tanggungjawab yang harus dipenuhi dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini agar tetap aman dari Covid-19.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi global pada 2020 diproyeksi kontraksi. Tingkat ketidakpastian yang tinggi menunjukkan masih adanya risiko downside pada proyeksi.

Dampak pandemi juga menyebabkan resesi atau perlambatan ekonomi yang terjadi secara luas termasuk pada mitra dagang Indonesia. Pandemi juga mendorong peningkatan pengangguran di hampir seluruh negara maju serta menekan harga komoditas.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Namun Wisnu mengatakan, di tengah pandemi neraca perdagangan masih mencatatkan surplus yang ditopang pertumbuhan positif ekspor. Meski demikian, penurunan impor menunjukkan adanya tekanan pada aktivitas ekonomi domestik.

“Jika berbicara tentang simpul logistik maritim masih menunjukkan optimisme, di mana perdagangan dan logistik dunia masih terus berjalan di tengah Covid-19,” ujarnya.

Wisnu menegaskan, pelabuhan laut harus tetap dibuka sekalipun ada berbagai pembatasan. Adapun data menunjukkan aktivitas kapal masuk dan keluar pelabuhan Indonesia tetap berjalan selama pandemi.

Source : Kontan.co.id


Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjajal angkutan logistik di sejumlah kawasan industri menggunakan kereta api untuk meningkatkan peran moda angkutan tersebut, salah satunya di Kawasan Industri Medan.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi mengatakan tengah berupaya agar share angkutan barang melalui kereta api terus meningkat.

“Saat ini ada kawasan industri medan [KIM], ini belum ada jalur kereta, kami lagi penjajakan agar KIM ini ada jalur KA dari jalur yang sudah ada saat ini,” jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (22/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Menurutnya, ketika jalur kereta api ke KIM ini sudah terbangun jalur kereta, angkutan kargo logistik barang berupa kontainer dapat dimaksimalkan dengan angkutan kereta, tidak lagi menggunakan jalur darat seperti truk.

Pasalnya, angkutan jalan seperti truk memiliki dampak negatif seperti penggunaan truk yang tinggi menyebabkan konsumsi bahan bakar tinggi, kontribusi kerusakan jalan, polusi hingga risiko kecelakaan.

Terkait pengembangan kereta api, jelasnya, Kemenhub juga sudah meminta kepada operator yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menyediakan sarana perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyiapkan prasarananya.

“Di Jawa kami siapkan lintas utara dan lintas selatan, untuk lintas utara kami siapkan sudah double track semuanya, mayoritas sudah double track, ini untuk mempercepat logistik nasional,” katanya.

Selama ini jelasnya, kereta api mengutamakan angkutan penumpang, saat ini angkutan barang tengah diupayakan bisa dapat layanan yang cukup. Angkutan barang masih didominasi angkutan jalan, dengan porsi 90,4 persen sementara KA hanya 0,6 persen.

Kemenhub jelasnya, tengah mendorong agar PT KAI menyediakan sarana khususnya gerbong untuk logistik, gerbong datar untuk angkut kargo dan dapat dikembangkan sampai ke industri maupun ke pelabuhan, khususnya untuk pembangunan prasarananya.

“Misalnya, sedang dirancang Sumbagsel, Kemenhub bangun relnya double track, karena ada kebutuhan logistik yang tinggi, dan beberapa hal juga kami minta operator membangun prasarana juga, dimana prasarana itu nanti perawatan oleh Kemenhub, kami berikan konsesi ke KAI,” paparnya.

Adapun di wilayah Sumatera Utara, jalur KA sudah dibangun sampai ke pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung. Pembangunan ini karena Kuala Tanjung belum maksimal arus keluar masuk barangnya.

Source : Bisnis.com


JAKARTA – Pelindo III menerapkan sistem Single Submission (SSm) atau sistem pelayanan satu pintu dan Joint Inspection sistem Single Submission (SSm) atau sistem pelayanan satu pintu dan Joint Inspection pada salah satu unit Terminal Petikemas ekspor/impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto mengatakan hal itu merupakan bentuk tindak lanjut dari Inpres No. 5/2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional. Sistem yang dipercaya dapat memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer.

Sistem dengan penerapan tersebut Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK) cukup mengakses satu portal untuk pengajuan dokumen pabean dan karantina sekaligus.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Dengan adanya joint inspection, tentunya akan memudahkan importir dan mengurangi biaya penanganan peti kemas impor seperti gerakan ekstra, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan striping stuffing. Serta mengurangi dwelling time karena peti kemas akan langsung diperiksa oleh dua instansi yaitu karantina dan bea cukai pada lokasi dan waktu yang bersamaan,” jelasnya melalui keterangan resmi, Jumat (3/7/2020).

Sementara itu, Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jateng Budiatmoko mengapresiasi penerapan sistem ini karena sebelumnya para importir harus mengajukan dua kali perizinan ke bea cukai dan karantina. Dengan implementasi sistem ini akan ada percepatan waktu dua hari dari sebelumnya tiga hari, sehingga menguntungkan importer.

Para importir berharap program ini dapat menjadi salah satu solusi yang tepat untuk memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer.

“Langkah-langkah tersebut bisa diterapkan dengan baik dan bisa menjadi solusi untuk mendorong perekonomian indonesia khususnya di Jateng disaat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Asei Indonesia menjalin kerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk memberikan proteksi pengiriman dari perusahaan logistik pelat merah tersebut.

Penandatanganan kerja sama kedua pihak berlangsung pada Kamis (2/7/2020) di Kantor Pos Indonesia, Jakarta Pusat. Peresmian itu dilakukan oleh Direktur Utama Asei Erickson Mangunsong dan Direktur Komersial Pos Indonesia Charles Sitorus.

Erickson menjelaskan bahwa melalui kerja sama tersebut pihaknya akan memberikan perlindungan atas risiko pengiriman kurir dan logistik yang meliputi pengiriman logistik ritel, logistik proyek, e-dagang (e-commerce). Selain itu, terdapat pengiriman valuable goods khusus logam mulia.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Asuransi Asei memberikan perlindungan atas keterlambatan, kerusakan, atau kehilangan kiriman barang berupa dokumen atau surat dan kiriman paket melalui Pos Indonesia. Kerja sama yang terjalin akan menjadi sinergi yang saling menguntungkan bagi kedua perusahaan,” ujar Erickson pada Kamis (2/7/2020).

Dia menjelaskan bahwa kerja sama itu pun menjadi bentuk perluasan saluran distribusi produk asuransi pengangkutan (marine cargo) dari perseroan. Proteksi itu akan didukung oleh sistem yang terintegrasi (host to host) antara kantor Asei cabang Jakarta dan seluruh jaringan Pos Indonesia.

Kerja sama kedua pihak diniliai dapat meningkatkan layanan kepada nasabah masing-masing perusahaan. Erickson pun menilai hal tersebut sebagai bentuk sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengingat Asei merupakan anak usaha dari PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia.

Charles menjelaskan bahwa pelayanan distribusi logistik ke seluruh wilayah Indonesia merupakan salah satu peranan pihaknya sebagai perusahaan BUMN. Kerja sama itu pun dinilai dapat memberikan keamanan dari pendistribusian logistik melalui Pos Indonesia.

“Melalui sinergi Asei dengan Pos Indonesia diharapkan dapat saling memberikan manfaat untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Source : Bisnis.com


Jakarta, Beritasatu.com – Kargo Tech, perusahaan rintisan atau startup penyedia layanan logistik di Indonesia, memberikan peluang bisnis bagi para pekerja yang baru mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai mitra transporter.

Kesempatan menjadi wirausaha mandiri atau self-preneur di Kargo Tech ini, terbuka bagi semua orang. Hanya dengan memiliki mobil truk dan siap menerima pesanan dari pelanggan Kargo Tech, para self-preneur Indonesia dapat meniti bisnis di bidang logistik.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


CEO Kargo Tech, Tiger Fang, mengatakan, pihaknya menciptakan peluang yang positif bagi korban PHK untuk menjadi pengusaha di bidang logistik. Kesempatan yang menarik ini seiring dengan meningkatnya permintaan pengiriman barang dengan truk kecil atau truk jenis colt diesel double (CDD) dan colt diesel engkel (CDE).

“Di masa pandemi ini, kami melihat peningkatan permintaan untuk truk CDD dan CDE untuk pengiriman hingga 10 kali lipat dibandingkan periode normal. Hal ini menunjukan adanya peluang bagi para self-preneur baru di ranah logistik untuk bergabung menjadi mitra transporter Kargo Tech,” ujar Tiger Fang kepada Beritasatu.com, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Nilai Pasar Logistik Indonesia Capai Rp 3.360 Triliun

Menurut Tiger Fang, kedua tipe truk tersebut sangat populer untuk mengirim barang dari pabrik ke pabrik, dan juga pengiriman ke toko. Pasalnya, ukurannya yang praktis namun mampu untuk memuat barang dengan berat 2 hingga 4 ton.

“Selain itu, kedua jenis kendaraan tersebut mudah untuk mengakses jalan kecil tanpa harus mengkhawatirkan regulasi pembatasan jam lewat,” tegasnya.

Program Pembiayaan Mitra

Lebih lanjut, Tiger Fang mengatakan, selain kesempatan menjadi self-preneur di bisnis logistik dan memanfaatkan teknologi Kargo Tech dalam mendapatkan pesanan (order) serta mengatur dan memonitor pengiriman dengan mudah, para rekanan transporter juga dapat menikmati program smart financing solution.

“Smart financing solution merupakan merupakan program pembiayaan dari Kargo Tech berupa dana bantuan operasional logistik sebesar US$ 1 juta atau sekitar Rp 14,1 miliar (kurs Rp 14.100 per dolar AS). Dana ini dapat digunakan oleh mitra transporter sebagai bantuan modal di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya.

Menurut Tiger Fang, mitra transporter atau pemilik truk biasanya membutuhkan modal awal untuk memulai pengiriman, seperti biaya bensin, uang saku sopir, dan biaya pemeliharaan kendaraan yang biasanya perlu dikeluarkan di muka.

“Dalam situasi pandemi ini, hal itu biasanya menjadi salah satu hambatan dalam bisnis karena minimnya cash flow. Dana yang kami sediakan melalui program pembiayaan ini bisa sangat membantu mitra transporter untuk memenuhi biaya operasional dan menjamin kelanjutan bisnis logistik mereka,” tambahnya.

Pada saat ini, lanjut Tiger Fang, Kargo Tech telah bekerja sama dengan banyak perusahaan ternama di Indonesia, baik dalam skala besar maupun kecil. Terlebih, platform Kargo Tech ini memudahkan transporter, baik self-preneur maupun pengusaha logistik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menemukan kargo dan mendapatkan pembiayaan dari program dana bantuan logistik.

“Kami melihat ini sebagai nilai tambah yang dapat membangun bisnis dan memenuhi kebutuhan logistik di Indonesia,” pungkas Tiger Fang.

Source : Beritasatu.com


Jakarta – Garuda Indonesia Group melalui usaha transportasi dan logistik PT Aerojasa Cargo meluncurkan layanan pengiriman barang berbasis aplikasi digital bernama KirimAja.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan pengiriman barang ini menjangkau sejumlah destinasi penerbangan yang dilayani oleh seluruh armada Garuda Indonesia, Citilink Indonesia maupun pengiriman untuk wilayah Jabodetabek dan wilayah antarkota lainnya dan didukung oleh layanan Aerojasa Cargo. Irfan menjelaskan pandemi yang terjadi saat ini menuntut perseroan lebih adaptif dan kreatif untuk mengembangkan produk bisnis di era new normal.

“Salah satunya kami kembangkan melalui bisnis layanan logistik dengan memperkenalkan “KirimAja” yang merupakan layanan pengiriman barang berbasis aplikasi digital,” kata Irfan dalam siaran pers, Selasa (2/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Dia mengungkapkan di era new normal ini layanan logistik memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat akan layanan pengiriman barang secara cepat, tepat dan efisien.

Irfan mengatakan aplikasi ini diharapkan bisa menjadi pilihan masyarakat maupun sektor UMKM yang membutuhkan layanan pengiriman barang secara online yang didukung oleh layanan kargo udara yang terpercaya, baik dari sisi akurasi waktu pengiriman, keamanan paket, hingga tarif yang kompetitif.

Menurut dia KirimAja juga turut didukung oleh business model berbasis komunitas (“community based”) yang tidak hanya semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat, namun juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat yang bergabung sebagai agen pengiriman melalui program Sohib KirimAja. Adapun saat ini telah terdapat agen “Sohib KirimAja” yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia yang dapat melayani pengiriman barang sampai dengan alamat tujuan pengiriman.

“Layanan pengiriman barang pada saat ini tidak hanya menjadi kebutuhan transaksional semata, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di era borderless untuk dapat menjalin silaturahmi dengan kerabat maupun kolega melalui pemberian hantaran/buah tangan sebagai bentuk perhatian pada masa pembatasan aktifitas masyarakat di masa pandemi,” ungkap Irfan.

KirimAja dilengkapi berbagai fitur yang dapat diakses dengan mudah seperti reservasi, booking management, real time tracking, tracing, pengecekan tarif pengiriman, hingga pembayaran yang dapat dilakukan dengan virtual account, aplikasi pendukung layanan “Kirim Aja” menawarkan konsep layanan “one-stop-service” untuk kebutuhan pengiriman paket ke seluruh Indonesia.

Saat ini “KirimAja” dapat melayani pengiriman barang umum, mulai dari produk fashion, barang elektronik, perlengkapan rumah tangga, makanan kering, hingga produk non-perishable lainnya. Ke depannya, “Kirim Aja” akan turut mengembangkan kapasitas layanan lainnya, khususnya untuk segmentasi pengiriman makanan dengan durasi pengiriman yang lebih singkat.

“Kehadiran KirimAja kami harapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan Perusahaan untuk “tumbuh” bersama masyarakat dengan mengembangkan model bisnis yang dapat mendukung upaya peningkatan daya saing layanan kargo dan logistik Garuda Indonesia serta memberi kontribusi nyata terhadap kepentingan ekonomi masyarakat luas,” jelasnya. Saat ini aplikasi “KirimAja” telah tersedia diseluruh platform mobile device, dapat digunakan baik IOS maupun android.

Source : Detik.com


JAKARTA, DDTCNews – Kantor Bea Cukai Makassar, Sulawesi Selatan membentuk tim export assistance untuk menggenjot ekspor berbagai komoditas dari Sulawesi Selatan dan kawasan lain di Indonesia timur.

Kepala Kantor Bea Cukai Makassar Eva Arifah mengatakan tim export assistance bertugas memberikan pemahaman dan asistensi bagi eksportir yang ingin memasarkan barangnya di luar negeri. Dia berharap kehadiran tim ini mampu meningkatkan ekspor yang kini sedang lesu akibat pandemi virus Corona, terutama di Makassar yang menjadi pintu gerbang kawasan timur Indonesia.

“Tim export assistance ini sebagai sarana untuk memberikan edukasi dan asistensi kepada masyarakat umum dan pelaku usaha terkait pelaksanaan ekspor,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (4/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Eva mengatakan Kantor Bea Cukai Makassar sedang berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat atau eksportir mengenai ketentuan kepabeanan dalam kegiatan ekspor. Misalnya, dalam sebuah acara asistensi, dia sempat menjelaskan mengenai konsolidasi ekspor.

Kepada para eksportir, Eva menjelaskan konsolidasi merupakan kegiatan mengumpulkan barang ekspor dalam dua atau lebih dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) dengan menggunakan satu peti kemas. Ini dilakukan sebelum barang ekspor tersebut dimasukkan ke kawasan pabean untuk dimuat ke atas sarana pengangkut.

Agar semakin memudahkan eksportir, Eva menilai perlu ada badan usaha khusus yang melaksanakan konsolidasi di Pelabuhan atau yang biasa disebut konsolidator. “Kami berharap ke depannya Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar memiliki konsolidator sehingga dapat menampung dan memfasilitasi barang ekspor dengan volume kecil,” katanya.

Menurut Eva, konsolidator itu bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekspor di kawasan Indonesia timur. Hal ini akan memacu kemunculan eksportir atau pelaku industri berbasis ekspor baru di Sulawesi Selatan meskipun skalanya masih kecil.

Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Adeltus Lolok menambahkan kehadiran konsolidator juga berarti akan memangkas waktu ekspor barang dari Makassar ke luar negeri. Pelabuhan Makassar telah memiliki direct call sehingga dapat menghemat biaya logistik.

“Konsolidator dibutuhkan agar nantinya para pegiat ekspor tidak perlu lagi mengirim komoditas ke pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak untuk dikonsolidasi,” ujarnya. (kaw)

Source : Ddtc.co.id


Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menilai makin banyaknya pelaku yang mengoperasikan pesawat khusus kargo (freighter) akan membuat tarif layanan bisa lebih bersaing satu sama lain.

Ketua Umum Asperindo M. Feriadi menjelaskan hal tersebut menjadi katalis positif bagi pelaku logistik yang juga sebagai pengguna. Namun, hal yang terpenting yang terpenting layanan freighter tersebut bisa menjami keberlangsungannya dan memberikan kualitas layanan yang baik.

“Hal ini penting bukan saja buat kami tetapi juga buat pelanggan perusahaan jasa titipan sebut saja kalangan bisnis, UMKM karena dengan kualitas layanan yang baik tentu bisa membuat pergerakan ekonomi kami lebih baik,” jelasnya, Kamis (4/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Terutama, Feriadi, juga menyebutkan dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan membuat masyarakat memenuhi kebutuhan melalui belanja online. Kondisi ini berdampak terhadap peningkatan jumlah transaksi daring yang tentunya juga menambah volume kiriman bagi jasa titipan.

“Tentu ini berlaku bagi yang bisnis modelnya business to consumer atau consumer to consumer,” imbuhnya.

Senada, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan operasional sarana transportasi umum yang mengangkut penumpang, termasuk sarana transportasi udara, cukup dibatasi untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu, melalui anak perusahaannya Angkasa Pura Logistik akan mendorong kinerja bisnis kargo, yang pada masa pandemi ini penurunannya tidak terlalu dalam seperti trafik penumpang. Hal ini juga merupakan komitmen dalam penguatan konektivitas logistik di Indonesia.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura Logistik, salah satu anak perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero), menyiapkan tiga pesawat kargo (freighter) untuk memperkuat bisnis perusahaan dan konektivitas logistik di Indonesia.

Direktur Utama PT Angkasa Pura Logistik Danny P. Thaharsyah berupaya menangkap dan memanfaatkan potensi pertumbuhan bisnis kargo udara di Indonesia yang cukup tinggi. Adapun, layanan tersebut bekerja sama dengan Pelita Air Service sebagai mitra penyedia penyewaan pesawat freighter.

“Pada tahap awal, layanan air freight ini didukung dengan armada dua unit ATR 72-500 yang disewa dari Pelita Air dan kemudian akan terdapat penambahan satu unit pesawat Boeing 737-300 untuk peningkatan efisiensi pelayanan,” kata Danny dalam siaran pers, Kamis (4/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Dia menuturkan ketiga armada udara ini melayani jenis pengiriman kargo umum dan kargo khusus seperti produk laut, produk berbahaya (dangerous good), dan produk dengan ukuran berlebih (oversized cargo) dengan rute ke 10 kota yang terdiri dari 9 domestik dan 1 internasional. Adapun, 10 kota tersebut yaitu Jakarta, Denpasar, Makassar, Kendari, Ambon, Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Batam, dan Singapura.

Dua pesawat ATR 72-500 yang memiliki kapasitas kargo 8.200 kg melayani dua rute, yaitu Jakarta-Batam-Jakarta-Banjarmasin-Balikpapan-Jakarta dan Makassar-Manado-Makassar-Ambon-Kendari-Makassar. Sedangkan pesawat Boeing 737-300 yang memiliki kapasitas katgo 15.000 kg nantinya akan melayani rute Makassar-Singapura-Denpasar-Jakarta-Makassar.

“Layanan kargo udara ini melengkapi portofolio bisnis logistik perusahaan yang sebelumnya mencakup bisnis forwarder, ekspedisi muatan pesawat udara, merchandise distribution center, total baggage solution, dan warehouse,” ujarnya.

Berdasarkan data Mondor Intelligence Reports 2019, bisnis kargo udara di Indonesia diproyeksikan mencapai peningkatan sebesar 110 persen sejak 2018-2024 dari US$9,21 miliar menjadi US$19,3 miliar. Adapun, total volume pasar diprediksi untuk terus bertumbuh sebesar 26 persen hingga 2023 dan pengiriman rute domestik mencapai 52 persen dari total pasar kargo udara.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura I, melalui salah salah satu anak usahanya PT Angkasa Pura Logistik, akan mengoperasikan pesawat kargo (freighter) hasil kerja sama dengan Pelita Air Services ke dua rute.

Direktur Utama Angkasa Pura Logistik Danny P. Thaharsyah menjelaskan dalam kontrak tersebut, tersebut perseroan melakukan sewa jangka panjang untuk dua buah pesawat ATR 72-500. Freighter pertama telah mulai dioperasionalkan pada bulan ini. Selanjutnya, freighter kedua diprediksikan akan mulai mengangkut kargo pada Juli 2020.

“Operasionalnya, memiliki frekuensi lima kali seminggu dengan dua rute,” kata Danny, Kamis (4/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Dia menjelaskan rute tersebut antara lain Jakarta-Banjarmasin-surabaya-banjarmasin-Jakarta sebanyak tiga kali seminggu serta Jakarta-Batam-Jakarta dua kali seminggu. Rute ini akan memperkaya rute yang dioperasikan Boeing 737 dan melayani Jakarta – Makassar- Balikpapan-Jakarta.

Pihaknya menuturkan rencana ini bagian dari rencana strategis perusahaan karena pesawat ini dapat masuk ke bandara yang memiliki landasan pacu atau runway yang tidak terlalu panjang.

Dia berupaya menangkap dan memanfaatkan potensi pertumbuhan bisnis kargo udara di Indonesia yang cukup tinggi. Adapun, layanan tersebut bekerja sama dengan Pelita Air Service sebagai mitra penyedia penyewaan pesawat freighter.

Berdasarkan data Mondor Intelligence Reports 2019, bisnis kargo udara di Indonesia diproyeksikan mencapai peningkatan sebesar 110 persen sejak 2018-2024 dari US$9,21 miliar menjadi US$19,3 miliar. Adapun, total volume pasar diprediksi untuk terus bertumbuh sebesar 26 persen hingga 2023 dan pengiriman rute domestik mencapai 52 persen dari total pasar kargo udara.

“Layanan kargo udara ini melengkapi portofolio bisnis logistik perusahaan yang sebelumnya mencakup bisnis forwarder, ekspedisi muatan pesawat udara, merchandise distribution center, total baggage solution, dan warehouse,” ujarnya.

Source : Bisnis.com


Jakarta, Selular.ID – LinkAja resmi menjadi salah satu mitra pembayaran aplikasi pangan yang tengah yang disiapkan oleh PT Bhanda Ghara Reksa (BGR Logistics), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa logistik.

Kuncoro Wibowo, Direktur Utama BGR Logistics mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut disiapkan untuk memfasilitasi program yang diinisiasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) dan didukung oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui ketersediaan rantai pasok, sebagai upaya untuk menjaga daya beli masyarakat terhadap produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mempermudah pemasokan kebutuhan bahan pangan masyarakat.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Untuk mendukung sistem pembayaran pada aplikasi pangan ini, BGR Logistics menjalin kerja sama dengan sejumlah layanan keuangan, mulai dari perbankan hingga platform uang elektronik seperti LinkAja, sebagai salah satu cara pembayarannya. “Kami berharap dengan adanya kerja sama ini dapat semakin memudahkan pengguna aplikasi dalam melakukan pembayaran secara aman,” ujar Kuncoro.

Kerja sama ini diharapkan dapat membantu mitra UMKM yang tergabung dalam aplikasi tersebut untuk menjual produk pangannya ke masyarakat. Selain itu, kolaborasi ini akan semakin menguatkan ekosistem aplikasi yang dibangun sebelum nantinya diluncurkan secara resmi.

Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja mengatakan, LinkAja mendukung penuh adanya sinergi antara Kemenkop UKM dengan Kementerian BUMN. Hadirnya LinkAja sebagai salah satu opsi pembayaran di aplikasi yang sedang disiapkan oleh BGR Logistics merupakan wujud komitmen sebagai uang elektronik nasional yang secara konsisten terus mengedukasi masyarakat untuk mengadopsi pembayaran elektronik dalam memenuhi kebutuhan harian.

“Hal ini juga tentunya sejalan dengan misi kami untuk membangun ekosistem dan platform layanan keuangan digital yang melayani kebutuhan masyarakat kelas menengah/aspiran dan UMKM di Indonesia,” jelasnya.

Untuk mendorong penggunaan uang elektronik dalam pemberdayaan UMKM, LinkAja memberikan promo cashback di aplikasi Warung Pangan sebesar 20% dengan minimal transaksi sebesar Rp5.000 Periode promo cashback berlangsung sebanyak tujuh kali dalam seminggu mulai bulan Juli hingga Desember 2020.

Source : Selular.id


Medan, 15 Juni 2020. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 dan PT FKS Solusi Logistik yang merupakan anak perusahaan dari PT FKS Multi Agro Tbk. menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan dan pengoperasian Terminal Curah Kering di Pelabuhan Belawan pada Senin, 15 Juni 2020 bertempat di Grha Pelindo Satu Medan. Penandatanganan dilakukan oleh General Manager Pelindo 1 Cabang Pelabuhan Belawan, Yarham Harid yang telah mendapat kuasa dari Direksi Pelindo 1 serta Direktur PT FKS Solusi Logistik Bong Welly Swandana dan Lucy Tjahjadi yang dilakukan secara virtual di  Medan dan Jakarta serta disaksikan Direktur Utama PT FKS Multi Agro Tbk, Po Indarto Gondo, dan Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1 Syahputera Sembiring.

“Total cargo curah kering komoditas pangan dan pakan melalui Pelabuhan Belawan sekitar 1,4 juta ton per tahun dan mayoritas melalui curah dibandingkan dengan peti kemas. Untuk pengoptimalan pengoperasian Terminal Curah Kering milik Pelindo 1 di Pelabuhan Belawan, Pelindo 1 menggandeng PT FKS Solusi Logistik yang menjadi mitra strategis serta berperan sebagai cargo owner. Dengan dilakukannya penandatanganan ini, kami berharap akan segera diproses dan berjalan sesuai standar,” terang Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1, Syahputera Sembiring.

Pelabuhan Belawan sebagai pelabuhan utama milik Pelindo 1 yang merupakan pelabuhan terbesar di Sumatera, yang memiliki panjang alur pelayaran 9 mil dengan fasilitas layanan bisnis utamanya adalah terminal curah cair, terminal curah kering, bongkar muat cargo, peti kemas, terminal penumpang, jasa pandu dan tunda, terminal shorebase, serta penyewaan lahan, alat dan gudang di lingkungan pelabuhan. Komoditas ekspor unggulan di Pelabuhan Belawan yakni: minyak sawit dan turunannya, bungkil sawit, serta karet. Sedangkan untuk komoditas impor unggulannya mayoritas melalui curah kering, meliputi: gandum, makanan ternak, dan gula pasir.

“Pelabuhan Belawan terus melakukan pengembangan layanan untuk mendukung peningkatan logistik Indonesia. Sehingga dengan penandatanganan kerja sama Pelindo 1 dan PT FKS Solusi Logistik ini diharapkan mampu mengoptimalkan Terminal Curah Kering yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bagi pengguna jasa yaitu dengan peningkatan produktivitas bongkar komoditas curah kering sebesar 10.000 ton/hari dengan tujuan mempercepat alur distribusi barang dan efisiensi biaya logistik,” jelas Syahputera Sembiring.

Direktur Utama PT FKS Multi Agro Tbk., Po Indarto Gondo menyambut baik kerjasama anatara Pelindo 1 dan PT FKS Solusi Logistik untuk pemanfaatan dan pengoperasian Terminal Curah Kering di Pelabuhan Belawan. “Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dengan didukung fasilitas sehingga meningkatkan efisiensi waktu kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Belawan. Kami akan terus mendukung untuk meningkatkan cargo curah kering serta bermanfaat bagi Indonesia, khususnya wilayah Indonesia bagian barat,” terang Po Indarto Gondo.

PT FKS Solusi Logistik merupakan anak perusahaan dari PT FKS Multi Agro Tbk., yang bergerak di bidang logistik untuk meningkatkan value chain “Port Handling, Warehousing, dan Trucking” dengan tujuan untuk mengoptimalkan kecepatan proses bongkar, menjaga kualitas cargo, dan memastikan pengiriman tepat waktu bagi customer food & feed. Anak perusahaan PT FKS Solusi Logistik memiliki pengalaman mengoperasikan sejumlah terminal curah kering di berbagai wilayah Indonesia.

Tentang PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)

(BUMN) yang  mengelola jasa kepelabuhanan di Indonesia bagian barat. Pelindo 1 berkantor pusat di Medan dan memiliki wilayah operasi di 4 provinsi yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan, serta mengelola 16 cabang pelabuhan, 11 kawasan pelabuhan/ perwakilan dan mengelola 1 (satu) unit usaha yaitu UGK (Unit Usaha Galangan Kapal) serta 5 (lima) Anak Perusahaan, yaitu PT Prima Terminal Petikemas (PTP), PT Prima Multi Terminal (PMT), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK) dan PT Prima Husada Cipta Medan (PHCM).

Pelayanan Pelindo 1 meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang, pelayanan penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya.  Pelindo I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia dan saat ini sedang mengembangkan pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan Hub Port Indonesia bagian barat, serta mempunyai pintu utama eksport CPO ke seluruh dunia, yaitu melalui pelabuhan Belawan dan Dumai.

Saat ini Pelindo 1 dalam upaya meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus menerus, telah melakukan inovasi dengan menambahkan peralatan dan perpanjangan fasilitas dermaga sehingga untuk meningkatkan produktivitas yang lebih efektif dan efisien. Pengembangan secara kontinu ini juga untuk mendukung suksesnya program pemerintah dalam percepatan pembangunan nasional dan mendukung kebijakan Pemerintah terutama dalam program tol laut untuk memperkuat konektivitas nasional dan menciptakan biaya logistik nasional secara efisien dan efektif serta meningkatkan daya saing nasional

Pelindo 1, Indonesia Gateway.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Source : Kontan.co.id


Jakarta-Pandemi Covid-19 tidak saja berdampak terhadap sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), juga terhadap industri besar, salah satunya industri pelayaran. “Pelayaran nasional merupakan salah satu industri yang sangat terpukul akibat pandemi covid-19. Dampaknya dirasakan merata di seluruh sektor pelayaran. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya relaksasi pinjaman akibat terdampak Covid-19. Harus ada langkah cepat tepat dan tidak bisa ditunda-tunda lagi,” Ketua Umum Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto pada diskusi virtual Webinar Series PWI Jaya di Jakarta, Jumat (12/6).

Diskusi virtual digelar Forum PWI Jaya dengan tema Mengatasi Persoalan Angkutan Logistik di Tengah Pandemi Covid-19 menghadirkan pembicara ,Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto, Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi, dan Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)/ Indonesian Logistics & Forwarders Association Yukki Nugrahawan Hanafi.Diskusi dipandu jurnalis senior PWI Jaya Ary Julianto.

Acara diskusi virtual tersebut diikuti 100-an peserta aktif, serta 200-an peserta yang memantau lewat Live FB PWI Jaya, dimana peserta datang dari berbagai kalangan mulai pelaku usaha, operator, pengurus cabang DPP INSA dan DPP ALFI dari seluruh tanah air. Hadir pula puluhan wartawan dari berbagai media serta para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Lebih lanjut Carmelita mengungkapkan, pandemik Covid-19 di Indonesia nyaris melumpuhkan semua sektor industri tak terkecuali sektor angkutan laut. Dia memberi contoh, untuk penumpang sudah mengalami penurunan sebesar 50-70%, ditambah lagi dengan adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pembatasan pergerakan orang, jumlah arus penumpang bisa dikatakan turun 100%. Adapun, biaya operasional kapal tetap berjalan, termasuk biaya investasi berupa pokok dan bunga pinjaman bank.

Yang terjadi saat ini, kata Carmelita, pelabuhan tutup, consumer spending turun, muatan nyaris tak ada, pendapatan turun drastis, piutang dagang yang jatuh tempo, karena shipper kesulitan penjualan. “Dampak pandemi Covid-19 saat ini dirasakan merata hampir pada seluruh sektor angkutan laut,” ungkap Carmelita yang juga salah satu Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perhubungan tersebut.

Carmelita menambahkan ketika relaksasi pinjaman tidak diberikan, kondisi negative cashflow yang dialami saat ini dan dalam waktu dekat akan mengakibatkan perusahaan berhenti beroperasi dan dampak buruk berikutnya adalah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan, angkutan kontainer juga ikut terdampak. Sejak pandemi Covid-19, sektor ini telah mengalami penurunan volume cargo karena dampak dari pembatasan operasional sektor industri di beberapa tempat serta tutupnya beberapa pelabuhan di Insonesia.

Di tengah situasi yang terjadi tersebut, lanjutnya, pelaku usaha angkutan kontainer mengalami kesulitan pembayaran tagihan dari pelanggan. Padahal, operasional perusahaan harus tetap dijaga agar berjalan dengan baik terutama yang terkait dengan faktor keselamatan. “Beberapa sektor angkutan laut tersebut sudah merasakan himpitan yang besar seiring tekanan dari dampak Covid-19 yang melumpuhkan sebagian sektor ekonomi,” ujarnya.

Terkait antisipasi menghadap era New Normal, Carmelita juga mengatakan, akan ada penambahan biaya operasional bagi operator kapal. Selain itu, pelayaran nasional terus melakukan digitalisasi yang selaras dengan protokol kesehatan, meski demikian masih dibutuhkan dukung pemerintah terkait pengurusan administrasi operasional kapal dan penggantian kru.

Dalam pada itu, di tengah lesunya sektor logistik, Setijadi, Chairman Suply Chain Indonesia menyoroti pentingnya integrasi sistem informasi rantai pasok produk atau komoditas, integrasi dengan rencana induk pengembangan konektivitas (infrastruktur) logistik nasional. “Perlu peningkatan pemahaman terhadap produk atau komoditas dan rantai pasoknya,” katanya.

Peningkatan kemampuan pengelolaan produk atau komoditas (people, process, technology), kata dia, harus diikuti penguatan proses, fasilitas, dan pelaku konsolidasi produk atau komoditas dimaksud, antara lain efisiensi (pengurangan panjang) rantai pasok, standardisasi dan integrasi proses bisnis antar penyedia jasa logistik.

Yang tidak kalah penting, tegas Setijadi, dukungan kebijakan dan regulasi pusat dan daerah. Koordinasi antar kementerian atau lembaga maupun antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus dikedepankan terkait adaptasi perubahan pola perdagangan dan teknologi.

Perlu juga pengembangan pusat konsolidasi produk atau komoditas berkaitan dengan ketersebaran produksi dan skala ekonominya. Hal ini dilakukan untuk pengembangan produk atau komoditas dan industri lokal atau daerah untuk penyeimbangan volume pengiriman antar wilayah. “Perlu adaptasi perubahan pola bisnis dan perdagangan terkait perencanaan dan implementasi Sistem Manajemen Risiko,” papar Setijadi.

Sementara itu, Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP ALFI mengakui, data kondisi aktivitas ekonomi dan kegiatan Forwarding yang terdampak wabah Covid-19 secara global mengalami titik terpuruk sejak kuartal I tahun 2020.

Untuk diketahui, papar Yukki, kegiatan logistik sangat luas cakupannya dimana tidak hanya merupakan kegiatan perpindahan barang namun juga meliputi orang, uang, dan data sehingga kemudian dapat dikelompokkan secara sederhana berdasarkan bentuk dan skala terhadap komoditas yang dikelola dan bentuk transaksinya.

Oleh karena itu, Yukki berharap, untuk membantu sektor logistik perlu ada kebijakan yang selaras dari pemerintah pusat dan daerah untuk mengikuti ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan No. 9 tahun 2020 dan surat Menteri Perhubungan No.PL.001 / 1 / 4 phb 2020 tertanggal 6 April 2020 kepada Menteri Dalam Negeri, untuk mendukung kelancaran arus barang dan kegiatan logistik selama periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di seluruh wilayah.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Source : Investor.id


Startup aggregator logistik asal Indonesia, Shipper, mengumumkan telah memperoleh pendanaan Seri A dengan nilai yang tidak disebutkan.

Pendanaan ini dipimpin oleh Prosus Ventures (sebelumnya bernama Naspers Ventures) dan didukung beberapa investor lain yakni Lightspeed, Floodgate Y, Combinator, Insignia Ventures dan AC Ventures.

Budi Handoko selaku COO dan Co-Founder Shipper, mengatakan bahwa dana segar ini akan digunakan perusahaan untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan bisnis di tanah air.

“Dengan investasi ini, Shipper juga akan mencari talenta lokal berkualitas untuk bergabung dengan kami dalam membangun data yang kuat melalui teknologi untuk menyusun pemenuhan kebutuhan logistik dan pengiriman yang belum terstruktur dengan baik,” jelas Budi.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Lebih lanjut, Shipper sendiri adalah startup pengembang platform logistik berbasis teknologi yang menawarkan solusi layanan one stop service.

Startup ini hadir sebagai solusi atas tiga masalah utama yang biasa terjadi pada dunia logistik, mulai dari pemilihan jasa pengiriman & pergudangan yang rumit, kurangnya transparansi harga dan kemampuan pelacakan rute yang masih di bawah rata-rata.

Shipper dapat membantu para konsumen dalam menemukan mitra pengiriman terbaik; tanpa perlu menghabiskan waktu dalam mempertimbangkan perbandingan biaya, pesanan, pelacakan, asuransi dan banyak lagi.

Saat ini, Shipper telah bekerja dengan lebih dari 100 kurir ekspres dan telah menawarkan layanannya di lebih dari 30 lokasi di Indonesia.

Menanggapi soal pendanaan ini, Banafsheh Fathieh selaku Principal Investor Prosus Ventures, mengungkapkan “Shipper telah mengidentifikasi kebutuhan besar di pasar Indonesia dan mencocokkannya dengan solusi berbasis teknologi sehingga dapat memberi manfaat bagi konsumen dan menjadikan proses logistik untuk bisnis lebih mudah dan hemat biaya.”

“Kami sangat senang bisa bermitra dengan Shipper untuk mengubah industri logistik Indonesia menjadi lebih baik,” tambah Banafsheh.

Source : Infokomputer.grid.id


Bisnis.com, BALIKPAPAN — Hampir semua sektor perekonomian lesu di tengah pandemi Covid-19 atau virus Corona. Akan tetapi tidak untuk logistik, termasuk di Balikpapan.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Balikpapan, Faisal Toha mengatakan bahwa pengiriman barang baik yang masuk maupun keluar di Kota Minyak terus bergeliat.

“Kondisi logistik kami saat Covid-19 kemarin saat belum berlaku new nornal itu di Balikpapan cukup bagus. Di pelabuhan aktivitas kita naik 3 persen,” katanya saat ditemui, Selasa (16/6).

Faisal menjelaskan bahwa dominasi barang yang masuk ke Balikpapan adalah kebutuhan pokok. Bisa dikatakan kegiatan logistik meski ada pandemi tetap berjalan normal.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Di sisi lain, ALFI Balikpapan menjamin prosedur keamanan pencegahan Corona tetap dijalankan. Pengusaha melaksanakan anjuran pemerintah untuk tidak melupakan pencegahan Corona.

Menjelang berlakunya tatanan hidup baru atau new normal, Faisal yakin industri pengiriman barang bakal makin sibuk. Di semester pertama ini dia optimistis pertumbuhan mencapai dua digit.

“Dibandingkan tahun lalu logistik di Balikpapan naik terus. Sekarang ini kan masih 3 persen. Kalau kota ini sangat terbuka, kita harapkan bisa tumbuh minimal 10 persen,” jelasnya.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – Masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal harus menjadi momentum penataan sistem logistik dan rantai pasok baru secara nasional.

Pasalnya, adaptasi baru seiring pandemi virus corona menuntut adanya revolusi agar logistik semakin efisien dan sehat.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Chairman Suply Chain Indonesia Setijadi menyoroti pentingnya integrasi sistem informasi rantai pasok produk atau komoditas, integrasi dengan rencana induk pengembangan konektivitas (infrastruktur) logistik nasional.

“Di tengah lesunya sektor logistik, perlu peningkatan pemahaman terhadap produk atau komoditas dan rantai pasoknya,” katanya, Senin (15/6/2020).

Lebih lanjut, dia menyebut perlu adanya peningkatan kemampuan pengelolaan produk atau komoditas (people, process, technology), harus diikuti penguatan proses, fasilitas, dan pelaku konsolidasi produk atau komoditas dimaksud.

Hal ini dapat dilakukan antara lain melalui efisiensi (pengurangan panjang) rantai pasok, standardisasi dokumen, ukuran dan proses serta integrasi proses bisnis antar penyedia jasa logistik.

Yang tidak kalah penting, tegas Setijadi, dukungan kebijakan dan regulasi pusat dan daerah. Koordinasi antar kementerian atau lembaga maupun antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus dikedepankan terkait adaptasi perubahan pola perdagangan dan teknologi.

Perlu juga pengembangan pusat konsolidasi produk atau komoditas berkaitan dengan ketersebaran produksi dan skala ekonominya. Hal ini dilakukan untuk pengembangan produk atau komoditas dan industri lokal atau daerah untuk penyeimbangan volume pengiriman antar wilayah.

“Perlu adaptasi perubahan pola bisnis dan perdagangan terkait perencanaan dan implementasi Sistem Manajemen Risiko,” papar Setijadi.

Pola distribusi yang terfokus di Pulau Jawa pun mesti dibenahi jelasnya. Dengan demikian, new normal menuntut perubahan pola distribusi, proses penanganan barang, fasilitas dan peralatan, proses bisnis serta jaringan kerja.

Hal ini yang mesti dijawab bersama oleh para pemangku kepentingan logistik baik itu pemerintah sebagai regulator, para pelaku angkutan sebagai pelaku distribusi, pengelola prasarana seperti pelabuhan dan bandara, pemilik barang sebagai industri utama pemasok barang, serta pelaku pasar yang menyebabkan distribusi terjadi.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) memacu inovasi dan transformasi bisnis di masa pandemi virus corona sehingga proses digitalisasi dapat memudahkan para pelaku bisnis untuk melakukan kegiatannya.

Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan seharusnya sudah tidak ada masalah terkait pengembangan smart logistic atau logistik pintar.

Terlebih, kata dia, pemerintah telah memiliki konsep National Logistics Ecosystem untuk arus lalu lintas barang (flow of goods) dan arus dokumen (flow of documents).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Oleh karena itu, Yukki menekankan pentingnya kolaborasi plaftorm digital menjadi satu ekosistem akan membuat sinergi yang mulus di antara para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun swasta.

“Intinya kata kuncinya adalah kolaborasi di mana konektivitas digital ini bisa dilakukan secara seamless dan end to end tanpa ada proses intervensi manual. Karena dalam era keterbukaan saat ini tidak ada yang bisa bergerak sendiri dan dibutuhkan kolaborasi baik dari dalam maupun luar negeri,” jelasnya, Senin (15/6/2020).

Pemerintah, kata dia, sejak lima tahun terakhir, mengejar ketertinggalan di bidang infrastruktur dengan memberikan perhatian lebih pada pembangunan infrastruktur di seluruh negeri. Selain itu pemerintah juga telah memperluas konektivititas digital berupa perluasan jaringan internet.

Pada 2020 pembangunan Palapa Ring akan menyasar 57 kabupaten/kota dengan BTS 2100 last mile. Konektivitas fisik dan konektivitas digital ini hanyalah modal awal dan perlu diikuti oleh kebijakan-kebijakan lanjutan lainnya.

Berkenaan dengan ini beberapa kebijakan telah dibuat Bea Cukai untuk memperlancar proses logistik dan perdagangan internasional. Kebijakan-kebijakan itu antara lain advance manifest system, export simplification for CBU Vehicles, web-based import and export system, export simplification for CPO and drivatives, D/O Online System, elektronik SKA, TPS Online System, serta autogate system.

Walaupun demikian, peringkat LPI (Logistics Performance Index) Indonesia pada tahun 2018 masih berada di bawah Malaysa (41), Vietnam (39), Thailand (17) dan Singapura (7), di mana Indonesia menempati urutan ke 46.

“Hal ini disebabkan belum adanya platform digital yang mempertemukan pelaku usaha sektor logistik dari sisi permintaan dan persediaan, sehingga timbul informasi asimetris,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, di atas pemerintah melalui Kementerian Keuangan sedangkan mengembangkan National Logistc Ecosystem (NLE) di CEISA.

Fungsi dari NLE di CEISA adalah mempertemukan pelaku usaha logistik baik ekspor maupun impor di dalam satu platform untuk saling bertukar informasi dengan konsep API (Application Programming Interface).

Saat ini Alfi telah membangun kolaborasi ekosistem melalui pengembangan digitalisasi Smart Logistics, kolaborasi platform yang dibangun dalam Website ALFI dan terkoneksi dengan platform digital yang disebut Digico.

Pengembangan tersebut telah dilakukan secara bertahap, saat ini modul yang siap adalah modul impor, ekspor, track and trace, yang telah mencakup lebih dari 150 negara, selanjutnya pengembangan rantai pasok sampai dengan ke pengiriman cepat (last mile delivery).

Tahap awal Track and Trace yang saat ini dikembangkan tentunya meliputi transportasu laut, darat dan udara

Selanjutnya ALFI mengembangkan pergudangan, depo dan data exchange (pertukaran data) cross border tak lupa sektor Perbankan dan Asuransi untuk menunjang Trade Financing.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia memprediksi kebangkitan sektor logistik akan terjadi pada kuartal IV/2020 usai mengalami titik terendahnya pada kuartal 1/2020 akibat pandemi virus Covid-19.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menuturkan dari berbagai data-data yang diperolehnya, bahwa kuartal I/2020 menjadi titik terpuruk seluruh kegiatan ekonomi global sehingga memberikan dampak bagi kondisi kegiatan usaha dan perekonomian nasional Indonesia.

“Keterpurukan ini yang akan berlangsung hingga ke kuartal III/2020, sementara di kuartal ke IV/2020 bahwa sebagian pelaku usaha mulai melakukan penyesuaian dan bangkit memperbaiki keterpurukan,” jelasnya kepada Bisnis.com, Minggu (7/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Menurutnya, dalam kondisi new normal atau kenormalan baru kegiatan usaha pada fase pertumbuhan ekonomi yang negatif secara global akibat pandemi Covid-19 tersebut pasti berdampak langsung atas aktivitas logistik secara umum, terutama bagi sektor-sektor yang melayani aktivitas business to business (B to B).

Berdasarkan data yang dimilikinya, aktivitas transportasi darat secara global telah mengalami penurunan hingga 20 persen dan mengalami kerugian operasional hingga US$800 miliar. Bahkan antrean truk panjang di perbatasan terjadi hingga 50 kilometer memasuki Polandia dari Jerman, begitu pula kantrean hingga 30 kilometer antara Republik Ceko dan Slovakia.

Dari sisi transportasi laut pun terdampak dengan banyaknya aktivitas angkutan laut antara Asia dan Eropa yang bermuatan kosong akibat banyaknya industri yang berhenti atau mengurangi produksinya. Begitu pun di angkutan udara yang mengalami penurunan cukup signifikan akibat berbagai kebijakan lockdown di berbagai negara.

Dia melanjutkan kegiatan logistik sangat luas cakupannya dimana tidak hanya merupakan kegiatan perpindahan barang namun juga meliputi orang, uang, dan data, sehingga kemudian dapat dikelompokkan secara sederhana berdasarkan bentuk dan skala terhadap komoditas yang dikelola dan bentuk transaksinya.

Berdasarkan komoditas yang dikelola terdapat bahan baku industri seperti manufaktur, kerajinan, olahan dan semacamnya, komoditas produk Jadi hasil industri (otomotif, elektronik, alat kesehatan dan semacamnya, bahan kebutuhan pokok primer, barang impor dan ekspor, barang e-commerce, dan komoditas lainnya, seperti pertanian, perikanan air laut dan air tawar, dan pertambangan.

Source : Bisnis.com


TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menerbitkan Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional yang berlaku sejak ditandatangani per 16 Juni 2020 lalu. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menilai kebijakan itu sangat tepat dikeluarkan terlebih di masa pandemi virus Covid-19 saat ini.

Menurut Yukki, aturan yang akan jadi basis para pemangku kepentingan terlebih di masa pandemi berupa digitalisasi telah menjadi suatu keharusan. Sistem tersebut akan menciptakan efisiensi dan transparansi dan harapannya akan mengurangi biaya logistik yang saat ini terbilang tinggi.

Dengan begitu, Yukki menilai pemerintah telah berupaya serius membangun ketertinggalan di bidang infrastruktur dan konektivitas di seluruh Indonesia. Beleid itu mencakup penyederhanaan proses pemeriksaan barang, kemudahan akses layanan logistik melalui kolaborasi system ekspor dan impor dengan kementerian dan lembaga terkait.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Selain itu ada serta penerapan sistem manajemen risiko yang terintegrasi antara kementerian dengan lembaga terkait. Cakupan lainnya yakni peningkatan efisiensi proses logistik dengan kolaborasi system sektor transportasi, sektor pelayaran, sektor pelabuhan, sektor pergudangan, sektor depo peti kemas dan menyederhanakan proses bisnis pembayaran penerimaan negara, serta sinkronisasi jalur kereta api peti kemas.

Ekosistem Logistik Nasional atau NLE ini, kata Yukki, juga mempertemukan pelaku usaha logistik baik ekspor maupun impor di dalam satu platform. Platform itu memungkinkan tiap pihak saling bertukar informasi dengan konsep API (Application Programming Interface).

“Inovasi dan transformasi bisnis di masa pandemi ini seyogyanya segera diluncurkan, bagaimana digitalisasi sangat membantu dan memudahkan para pelaku bisnis untuk melakukan kegiatannya,” kata Yukki, Kamis, 18 Juni 2020.

Yukki menjelaskan, dengan kebiasaan baru saat ini melakukan rapat secara online, tanpa tatap muka secara langsung, harusnya sudah tidak ada masalah untuk pengembangan smart logistics. Pemerintah pun telah memiliki konsep National Logistics Ecosystem untuk arus lalu lintas barang (flow of goods) dan arus dokumen (flow of documents).

Saat ini pengembangan digitalisasi selain modul impor, track and trace, rantai pasok sampai dengan ke last mile delivery, IoT (internet of things), pergudangan, depo dan data exchange (pertukaran data) cross border, dan tak lupa sektor perbankan serta asuransi untuk menunjang trade financing untuk kemudahan anggota ALFI, serta tidak melupakan aspek keamanan digital.

Chairman AFFA (ASEAN Federation for Forwarder Association) ini juga mengatakan pentingnya kolaborasi digital platform sehingga menjadi satu ekosistem. ALFI mendorong digitalisasi akan membuat seamless synergy di antara para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun swasta.

Source : Tempo.co


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asosiasi Kimia Dasar Anorganik Indonesia (Akida) menyambut positif penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional, oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Tentunya perbaikan di bidang logistik ini merupakan kabar baik bagi pelaku industri kimia, terutama apabila pengurusan perizinan bisa dipercepat dan disederhakan,” jelas Ketua Akida, Michael Susanto Pardi kepada Kontan.co.id, Jumat (19/6).

Ia berharap, implementasi yang tepat dari Inpres tersebut bisa menjadi obat untuk menurunkan biaya logistik di Indonesia. Michael menyebut, selama ini Indonesia termasuk negara dengan biaya logistik tertinggi di antara negara-negara Asean lainnya.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Ia mencontohkan, untuk transportasi darat diperlukan perizinan yang berlapis dan bahkan memakan waktu yang lama untuk mendapatkannya.

“Truck nya sendiri harus punya izin khusus, tangkinya ada izin lain, kemudian driver-nya perlu izin khusus dan kenek atau pembantu driver-pun harus memiliki izin lagi tersendiri,” ungkap Michael.

Bukan hanya perizinan, biaya pengiriman antar pulau juga disebutnya sangat mahal. Misalnya, biaya pengiriman dari Jakarta ke Medan misalnya, menurut Michael bisa jauh lebih tinggi daripada biaya pengiriman dari Jakarta ke Jepang.

Oleh karenanya, adanya Inpres No 5 Tahun 2020 kembali diungkapkan Michael, seakan angin segar yang diharapkan jadi solusi dari permasalahan logistik di Indonesia selama ini.

Senada dengan Akida, Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono juga menyambut baik adanya Inpres yang resmi diteken pada 16 Juni 2020 lalu.

Namun, Sutrisno juga mengingatkan agar nantinya proses pengambilan keputusan tidak malah menjadi lama, lantaran adanya integrasi antar Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam peningkatan sistem logistik nasional, seperti dalam Inpres.

“Tetapi jangan pula nanti memperlama proses pengambilan keputusan, karena terlalu banyak yang terlibat,” kata Sutrisno.

Ia menekankan, prinsipnya pihaknya menyambut baik setiap upaya untuk memperlancar dan membuat efisien sistem logistik di Indonesia.

Source : Kontan.co.id


Dalam rangka memperkuat bisnis perusahaan, salah satu anak usaha PT Angkasa Pura I (AP I), yakni PT Angkasa Pura Logistik meluncurkan layanan air freight. Layanan ini dilakukan bekerja sama dengan Pelita Air Service, sebagai mitra penyedia penyewaan pesawat freighter.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, kemunculan bisnis air freight ini merupakan respons perusahaan mendorong bisnis tetap berjalan, di tengah pembatasan penerbangan komersial. Menurut dia, kinerja bisnis kargo pada masa pandemi corona penurunannya tidak terlalu dalam seperti penumpang.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Hal ini juga merupakan komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pewujudan penguatan konektivitas logistik di Indonesia,” ujar Faik, dalam keterangan resminya, Kamis (4/6).

Ia menambahkan, masuknya perusahaan dalam lini air freight ini karena melihat potensi peluang, baik saat pandemi atau dalam jangka panjang. Mengutip data Mondor Intelligence Reports 2019, bisnis air freight Indonesia diproyeksikan mencapai peningkatan sebesar 110%, menjadi US$19,3 miliar pada 2024.

Untuk total volumenya, riset Mondor memprediksi, volumenya terus tumbuh sebesar 26% hingga 2023, dan pengiriman rute domestik mencapai 52% dari total pasar air freight.

Direktur Utama PT Angkasa Pura Logistik Danny P. Thaharsyah menjelaskan, pada tahap awal layanan air freight ini didukung dengan armada dua pesawat ATR 72-500 yang disewa dari Pelita Air. Kemudian akan terdapat penambahan satu pesawat Boeing 737-300 untuk peningkatan efisiensi pelayanan.

Ketiga armada udara ini melayani jenis pengiriman kargo umum dan kargo khusus seperti produk laut, produk berbahaya (dangerous good), dan produk dengan ukuran berlebih (oversized cargo).

Rute yang dilayani terdiri dari 10 kota, terdiri dari sembilan rute domestik dan satu internasional. Adapun, 10 kota tersebut yaitu Jakarta, Denpasar, Makassar, Kendari, Ambon, Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Batam, dan Singapura.

Dua pesawat ATR 72-500 yang memiliki kapasitas kargo 8.200 kg melayani dua rute, yaitu Jakarta-Batam-Jakarta-Banjarmasin-Balikpapan-Jakarta, dan Makassar-Manado-Makassar-Ambon-Kendari-Makassar. Sedangkan, pesawat Boeing 737-300 memiliki kapasitas kargo 15.000 kg akan melayani rute Makassar-Singapura-Denpasar-Jakarta-Makassar.

Layanan air freight Angkasa Pura Logistik ini melengkapi portofolio bisnis logistik perusahaan. Sebelumnya, portofolio bisnis logistik perusahaan mencakup bisnis forwarder, ekspedisi muatan pesawat udara (EMPU), merchandise distribution center, total baggage solution, dan warehouse.

“Diharapkan dengan makin lengkapnya layanan logistik perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan bisnis perusahaan serta dapat berkontribusi terhadap peningkatan konektivitas, aksesibilitas, dan efektifitas logistik nasional,” ujarnya.

Source : Katadata.co.id


Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menilai langkah pemerintah menerbitkan instruksi presiden penataan ekosistem logistik adalah langkah tepat di tengah pandemi virus Covid-19.

Ketua DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan bahwa National Logistics Ecosystem (NLE) ini sudah saatnya diluncurkan dan digunakan oleh para pemangku kepentingan terlebih di masa pandemi ini digitalisasi telah menjadi suatu keharusan. Sistem tersebut akan menciptakan efisiensi dan transparansi dan harapannya akan mengurangi biaya logistik yang saat ini terbilang tinggi.

Pemerintah, lanjutnya, berupaya serius membangun ketertinggalan di bidang infrastruktur dan konektivitas di seluruh Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan terbitnya Instruksi Presiden No. 5/2020 sejak 16 Juni 2020.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Inpres ini mencakup penyederhanaan proses pemeriksaan barang, kemudahan akses layanan logistik melalui kolaborasi system ekspor dan impor dengan kementerian dan lembaga terkait, serta penerapan system management risiko yang terintegrasi antara kementerian dengan lembaga terkait.

Selain itu cakupan lainnya, yakni peningkatan efisiensi proses logistik dengan kolaborasi system sektor transportasi, sektor pelayaran, sektor pelabuhan, sektor pergudangan, sektor depo peti kemas dan menyederhanakan proses bisnis pembayaran penerimaan negara, serta sinkronisasi jalur kereta api petikemas.

“NLE ini mempertemukan pelaku usaha logistik baik ekspor maupun impor di dalam satu platform untuk saling bertukar informasi dengan konsep API [Application Programming Interface], inovasi dan transformasi bisnis di masa pandemi ini seyogyanya segera diluncurkan, bagaimana digitalisasi sangat membantu dan memudahkan para pelaku bisnis untuk melakukan kegiatannya,” katanya, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, dengan kebiasaan baru saat ini melakukan rapat secara daring, tanpa tatap muka secara langsung, harusnya sudah tidak ada masalah untuk pengembangan smart logistics di masa sekarang ini, di mana pemerintah telah memiliki konsep National Logistics Ecosystem untuk arus lalu lintas barang (flow of goods) dan arus dokumen (flow of documents).

Saat ini pengembangan digitalisasi selain modul impor, track and trace, rantai pasok sampai dengan ke last mile delivery, IoT (internet of things), pergudangan, depo dan data exchange (pertukaran data) cross border, dan tak lupa sektor perbankan serta asuransi untuk menunjang trade financing untuk kemudahan anggota ALFI, serta tidak melupakan aspek keamanan digital.

Pria yang menduduki posisi Chairman AFFA (ASEAN Federation for Forwarder Association) ini mengatakan pentingnya kolaborasi digital platform sehingga menjadi satu ekosistem, ALFI mendorong digitalisasi akan membuat seamless synergy di antara para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun swasta.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) memiliki rencana melebarkan sayapnya kembali ke sektor kargo udara melalui cucu usaha barunya PesanAja, setelah sebelumnya meluncurkan KirimAja.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan dalam produk pertamanya KirimAja berfokus terhadap layanan pengiriman barang. Sejauh ini pengiriman yang dilayani adalah barang umum, mulai dari produk fesyen, barang elektronik, perlengkapan rumah tangga, makanan kering, hingga produk non-perishable lainnya.

Setelahnya, sebut Irfan, dalam rencana lanjutan akan ada PesanAja yang memungkinkan pengiriman makanan khas suatu daerah pada hari yang sama atau same day delivery.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Dalam waktu yang tidak lama lagi kami akan mengenalkan produk baru PesanAja. Jadi mudah-mudahan [makanan seperti] Gudeg Yu Djum suatu hari bisa pesan dan dikirim ke kantor Garuda sehingga kita bisa lanjutkan interaksi secara berbeda,” jelasnya, Kamis (18/6/2020).

Maskapai pelat merah tersebut berupaya mencari celah dari kesulitan penumpang saat ini. Garuda, sebutnya, bisa meningkatkan utilisasi bisnis pesawatnya tetapi selama ini hanya mengandalkan bisnis pengangkutan penumpang.

Irfan membandingkan dengan aplikator transportasi daring yang tidak memiliki aset tetapi bisa berkembang menjadi besar termasuk dalam hal pengiriman. Sementara itu, Garuda sebetulnya telah memiliki modal aset berupa pesawat yang belum dioptimalkan.

Dia berharap dengan terbatasnya mobilitas, aktivitas masyarakat dalam berkirim menjadi lebih menarik dan intens serta kedepannya menjadi sebuah komunitas yang berkelanjutan. Aktivitas pengiriman barang diproyeksikannya menjadi bentuk interaksi baru yang lebih intim di antara masyarakat selama pandemi.

“Dengan ini juga kami berharap kemudian Garuda makin dekat ke customer, memahami kebutuhan mereka dan ketika situasi membaik kita tetap bisa bekerja sama-sama. Kami tetap mesti bangun optimisme,” imbuhnya.

Sebelumnya Garuda Indonesia Group melalui lini usaha transportasi dan logistik-PT Aerojasa Cargo meluncurkan layanan pengiriman barang berbasis aplikasi digital yakni KirimAja.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – PT Kereta Api Logistik (Kalog) bersiap menjajal peluang jasa baru di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 dan meningkatkan kerja sama pengurusan logistik melalui angkutan berbasis rel ini.

Plt. Direktur Utama PT Kereta Api Logistik Hendy Helmy mengatakan pandemi menjadi salah satu kesempatan bagi perusahaan guna menjajaki peluang jasa baru yang terkait langsung dengan dampak pandemi Covid-19.

“Khususnya logistik ketahanan pangan melalui jasa kurir dan penyediaan fasilitas logistik lainnya seperti terminal berupa depot container, tempat penimbunan sementara, dry port, pusat logistik berikat, warehousing [General cargo, special cargo] dan lainnya,” jelasnya kepada Bisnis.com, Kamis (18/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Dia juga segera menjajaki membentuk layanan logistik khususnya special cargo seperti jasa cold chain logistics (jasa logistik berpendingin) bukan hanya menjajaki angkutan KA, tetapi juga cold storage, supply electric plugging; di terminal dan dalam rangkaian KA.

Sementara itu, angkutan cold chain berfokus pada angkutan pangan seperti daging, ayam, sayur, buah dan lainnya. Selain angkutan cold chain, Kalog juga tengah membidik angkutan BBM serta dangerous cargo baik angkutan B3 maupun limbah B3.

“Strategi Kalog untuk menggenjot volume dilakukan antara lain melalui penambahan gerai layanan kurir serta pengembangan aplikasi kurir berbasis mobile untuk memudahkan akses Pelanggan dalam menggunakan layanan,” urainya.

Pihaknya juga akan melakukan penambahan relasi baru angkutan KA barang, peningkatan kapabilitas terminal baru untuk bongkar muat batubara maupun petikemas serta berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk membangun sinergi.

Dalam mengembangkan jasa Kalog ke depan, pihaknya akan berkomitmen dan konsisten untuk menjalankan protokol kesehatan dan keselamatan apalagi memasuki masa transisi menuju adaptasi kebiasan baru.

Hendy menyebut tidak saja keselamatan bagi pekerja, Pelanggan, mitra dan stakeholder lainnya, tetapi juga memastikan kesehatan dan keselamatan atas barang yang diangkut, disimpan, dikemas, dan ditangani mulai dari titik pengiriman hingga sampai tujuan.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – Supply Chain Indonesia (SCI) menilai digitalisasi platform di pelabuhan dan sektor logistik harus mampu memecahkan masalah ketidakseimbangan sebaran aktivitas logistik.

Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi mengatakan saat ini terjadi ketidakseimbangan sebaran aktivitas logistik, yang dengan berbagai hal seperti penempatan depo kontainer yang lebih dekat ke wilayah pelabuhan dibandingkan dengan wilayah kawasan industri, sebaran galangan kapal yang mayoritas di wilayah barat dan tengah, serta pertumbuhan ekonomi yang terfokus di Pulau Jawa.

“Intinya Indonesia perlu kembangkan platform digitalisasi bagaimana antara sinergi semuanya, sebisa mungkin bisa menyerap kepentingan para pelaku, ujungnya bisa capai sistem logistik efisien,” jelasnya, Rabu (17/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Menurutnya, ketidakseimbangan muatan terjadi karena aktivitas logistik didominasi angkutan darat, sementara pelabuhan tetap memegang faktor penting terutama di aktivitas logistik internasional karena berkisar 90 persen aktivitas logistik internasonal diisi oleh transportasi laut. Volume yang tidak seimbang ini karena pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dan berpusat di pulau Jawa, dengan kontribusinya terhadap PDB 2019 mencapai 59 persen.

Dengan demikian, lanjutnya, digitalisasi pelabuhan dan sektor logistik mesti dapat menjawab permasalahan riil di lapangan tersebut dan perlu adanya sinergi antar pemangku kepentingan guna membentuk satu platform bersama yang terintegrasi. Pertumbuhan ekonomi yang terpusat di Pulau Jawa mengakibatkan inefisiensi transportasi laut Indonesia karena kekurangan muatan balik dari wilayah-wilayah dengan pertumbuhan ekonomi rendah, terutama di Kawasan Timur Indonesia.

Dia menuturkan perlu pengembangan potensi komoditas unggulan di masing-masing wilayah dan pembangunan industri dan ekonomi wilayah. Adapun, untuk jangka panjang, perlu perencanaan dan implementasi secara sistemik dan sistematis dengan melibatkan para pihak terkait.

Di sisi lain, ujarnya, konektivitas antarwilayah belum terbangun secara merata, sehingga pembangunan infrastruktur perlu terus dilakukan dalam kerangka peningkatan konektivitas nasional, termasuk untuk sektor logistik.

“Perlu perencanaan pembangunan infrastruktur secara terintegrasi, baik antar moda transportasi maupun antar wilayah, sehingga lebih menjamin efektivitas pemanfaatannya,” urainya.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – Pelaksanaan smartport atau pelabuhan pintar menjadi solusi sektor logistik menghadapi kenormalan baru di tengah pandemi virus Covid-19 saat ini. Kolaborasi, komitmen serta manajemen perubahan menjadi kunci sukses dapat terbentuknya pelabuhan pintar ini.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC Arif Suhartono menuturkan perusahaannya tengah melangkah menuju konsep pelabuhan pintar tersebut, melalui dua indikator utama yakni digitalisasi internal dan eksteral yang berujung pada digital.

Menurutnya, digitalisasi internal akan mewujudkan menjadi perusahaan digital, sementara fokus eksternal akan mewujudkan pelanggan digital, kolaborasi keduanya menjadikan aktivitas ini sebagai digital bisnis. Adapun, terdapat tiga kunci utama yang harus disiapkan agar pelabuhan pintar dapat terwujud, yakni komitmen, manajemen perubahan dan kolaborasi.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Komitmen tak hanya dari IPC, tapi dari seluruh pemangku kepentingan, sudah banyak hal yang dilakukan tapi berjalan lambat karena ini akan mengubah semua kebiasaan stakeholder,” jelasnya dalam acara Ngobrol Bisnis, Jumat (12/6/2020).

Adapun, lanjutnya, manajemen perubahan sangat membutuhkan kepemimpinan yang kuat dari top level perusahaan serta leading sektor yang mewujudkan pelabuhan pintar. Dengan demikian, kolaborasi yang akan mewujudkan smartport dengan keterbukaan dan kolaborasi pertukaran data, digital bisnis pun dapat tercapai.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha Tjahtjagama menuturkan pandemi Covid-19 tidak menyurutkan aktivitas logistik, pelayanan logistik terus berjalan walaupun terjadi sedikit penurunan akibat permintaan yang terkendala.

Namun, menyambut kenormalan baru, pandemi virus corona mengajarkan hal penting agar kegiatan ekonomi turut memperhatikan aspek ekologi. Dengan demikian, smartport dapat menjadi salah satu solusinya melalui penerapan internet of things (IoT), dan kecerdasan buatan.

“Digitalisasi pelabuhan dapat meningkatkan efisiensi dan pelayanan pelabuhan. Teknologi informasi pun sudah menjadi isu strategis dalam sumber daya guna mendorong terwujudnya pelabuhan pintar,” paparnya.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai konsep pelabuhan pintar atau smartport juga dapat mendorong efisiensi biaya logistik nasional di samping menjadi kunci sukses menghadapi kenormalan baru.

Sekretaris Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha Tjahtjagama mengatakan saat ini biaya logistik nasional masih tinggi, yakni sekitar 24 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB). Besaran yang jauh di bawah Malaysia yang sudah mencapai 15 persen PDB.

“Ini satu komunitas tak bisa berdiri sendiri, di pelabuhan ada 13 instansi pelabuhan yang terlibat, perlu platform bersama jadi efektif dan efisien bisa mendorong daya saing industri di wilayah Asean maupun internasional,” katanya dalam acara Ngobrol Bisnis, Jumat (12/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC Arif Suhartono menuturkan perusahaannya tengah melangkah menuju konsep pelabuhan pintar tersebut, melalui dua indikator utama yakni digitalisasi internal dan eksteral yang berujung pada digital.

“Digitalisasi internal akan mewujudkan menjadi perusahaan digital, sementara fokus eksternal akan mewujudkan pelanggan digital, kolaborasi keduanya menjadikan aktivitas ini sebagai digital bisnis. Terdapat tiga kunci utama yang harus disiapkan agar pelabuhan pintar dapat terwujud, yakni komitmen, manajemen perubahan dan kolaborasi,” kata Arif.

Sementara itu, Pakar Informasi Kepelabuhanan Supply Chain Indonesia (SCI) Rudy Sangiaan menuturkan guna menyambut kenormalan baru smarport harus menjawab kebutuhan aspek kesehatan dengan mengurangi bahkan menghilangkan interaksi antarmanusia dalam proses kepelabuhanan.

Dia menyebut saat ini pengurusan dokumen dan beberapa hal lain sudah dapat dilakukan secara daring, tetapi dari sisi respons atau implementasi di lapangan, para pengguna jasa pelabuhan masih harus bertemu satu sama lain atau bertatap muka dengan petugas operator pelabuhan atau regulator di lapangan.

“Mengatur respons dari aktivitas digital ini 78,1 persen itu masih interaksi orang, maka perlu diambil inovasi baru, interaksi ini bisa digantikan ke dalam tanggung jawab salah satu pemangku kepentingan di pelabuhan secara digital, jadi tak ada lagi berinteraksi fisik,” tegasnya.

Source : Bisnis.com


Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura Logistik, salah satu anak perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero), meluncurkan layanan air freight pada Kamis 4 Juni 2020 sebagai upaya untuk memperkuat bisnis perusahaan dan konektivitas logistik di Indonesia.

Pada layanan air freight ini, Angkasa Pura Logistik bekerja sama dengan Pelita Air Service sebagai mitra penyedia penyewaan pesawat freighter

Seremoni peluncuran layanan ini dilakukan secara virtual di dua tempat yaitu di Kantor Pusat PT Angkasa Pura I (Persero) di Kemayoran Jakarta dan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Peluncuran dilakukan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dan Direktur Utama PT Angkasa Pura Logistik Danny P. Thaharsyah yang ditandai dengan prosesi pelepasan pesawat kargo (freighter) yang akan lepas landas dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju Bandara Juanda Surabaya. Peluncuran ini juga dihadiri oleh Plt. Direktur Utama Pelita Air Service Muhammad Priadi.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, operasional sarana transportasi umum yang mengangkut penumpang, termasuk sarana transportasi udara, cukup dibatasi untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, melalui anak perusahaannya, Angkasa Pura I berupaya mendorong kinerja bisnis kargo yang pada masa pandemi ini penurunannya tidak terlalu dalam seperti trafik penumpang. Hal ini juga merupakan komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pewujudan penguatan konektivitas logistik di Indonesia,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Selain itu, dalam jangka panjang, mengutip data Mondor Intelligence Reports 2019, bisnis air freight di Indonesia diproyeksikan mencapai peningkatan sebesar 110% sejak 2018-2024 dari US$9,21 miliar menjadi US$19,3 miliar dengan total volume pasar air freight diprediksi untuk terus bertumbuh sebesar 26% hingga 2023 dan pengiriman rute domestik mencapai 52% dari total pasar air freight.

“Angkasa Pura Logistik berupaya menangkap dan memanfaatkan potensi pertumbuhan bisnis air freight di Indonesia yang cukup tinggi itu melalui peluncuran layanan air freight,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura Logistik Danny P. Thaharsyah.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Pada tahap awal, lanjut Danny, layanan air freight ini didukung dengan armada 2 pesawat ATR 72-500 yang disewa dari Pelita Air dan kemudian akan terdapat penambahan 1 pesawat Boeing 737-300 untuk peningkatan efisiensi pelayanan.

Ketiga armada udara ini melayani jenis pengiriman kargo umum dan kargo khusus seperti produk laut, produk berbahaya (dangerous good), dan produk dengan ukuran berlebih (oversized cargo) dengan rute ke 10 kota yang terdiri dari 9 domestik dan 1 internasional. Adapun 10 kota tersebut yaitu Jakarta, Denpasar, Makassar, Kendari, Ambon, Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Batam, dan Singapura.

Dua pesawat ATR 72-500 yang memiliki kapasitas kargo 8.200 kg melayani dua rute, yaitu Jakarta-Batam-Jakarta-Banjarmasin-Balikpapan-Jakarta dan Makassar-Manado-Makassar-Ambon-Kendari-Makassar. Sedangkan pesawat Boeing 737-300 yang memiliki kapasitas katgo 15.000 kg nantinya akan melayani rute Makassar-Singapura-Denpasar-Jakarta-Makassar.

“Diluncurkannya layanan air freight Angkasa Pura Logistik ini melengkapi portofolio bisnis logistik perusahaan di mana sebelumnya portofolio bisnis logistik perusahaan mencakup bisnis forwarder, ekspedisi muatan pesawat udara (EMPU), merchandise distribution center, total baggage solution, dan warehouse. Diharapkan dengan makin lengkapnya layanan logistik perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan bisnis perusahaan serta dapat berkontribusi terhadap peningkatan konektivitas, aksesibilitas, dan efektifitas logistik nasional,” kata Danny.

Source : Bisnis.com


Supply Chain Indonesia memprediksi industri logistik nasional hanya tumbuh 1,5%—2% sepanjang kuartal II/2020 karena terpengaruh dampak buruk pandemi virus corona.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, menyatakan prediksi itu sebenarnya lebih baik dibandingkan dengan realisasi kinerja sektor logistik kuartal I/2020 yang hanya tumbuh 1,27%.

“Peningkatan pertumbuhan diharapkan terus berlanjut pada kuartal III/2020 dan kuartal IV/2020 mendekati angka pertumbuhan 2019, sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional,” katanya kepada Bisnis, Selasa (12/5).

Menurutnya, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 23/2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki N. Hanafi, menyatakan belum ada perbaikan yang signifikan bagi kegiatan pelaku logistik selama masa pandemi corona.

Sejauh ini, dia menilai sebagian besar kegiatan industri, barang produsen, dan perdagangan besar masih terhambat.

Hambatan itu banyak dialami bagi pelaku logistik yang menjalankan kegiatan secara business to business.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635


Source : Supplychainindonesia.com


Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi mengungkapkan angkutan logistik menggunakan moda kereta api mengalami peningkatan. Khususnya angkutan ritel atau barang saat masa pandemi virus korona atau Covid-19.

“Adanya peningkatan 16 persen pada Maret 2020 pada angkutan ritel atau barang. Ini disebabkan bertambahnya transaksi e-commerce dan pelayanan angkutan pangan,” kata Cris, Rabu (13/5).

Hal tersebut terlihat saat mengunjungin Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Sungai Lagoa, dan Stasiun JICT Pasoso. Hanya saja, menurut Cris untuk jumlah peti kemas yang diangkut menggunakan kereta turun 15 persen selama masa pandemi.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635


“Penurunan jumlah peti kemas ini lebih disebabkan terjadinya penuruan pada bisnis ekspor atau impor,” ujar Cris.

Cris menilai, terdapat begitu banyak potensi untuk meningkatkan angkutan logistik menggunakan kereta untuk selanjutnya. Terlebih, menurutnya mulai dari sarana dan prasarana hingga biaya atau harga.

“Dari segi tarif angkutan logistik menggunakan kereta jauh lebih murah dibandingkan dengan truk, yaitu hanya Rp 1.500 per kilogram dengan batas minimal pengiriman seberat 5 kilogram,” jelas Cris.

Hanya saja menurutnya harus dibenahi, salah satunya adalah pengiriman barang kereta yang masih sebatas stasiun ke stasiun. Untuk itu, menurutnya multimoda pada angkutan barang memang harus dipecahkan untuk mengatasi hambatan tersebut.

Dia menginginkan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dapat memanfaatkan peningkatan pada pengiriman bahan pangan dan holtikultura selama masa pandemi ini. Menurutnya KAI dapat menyediakan fasilitas baru yaitu pendingin agar barang-barang tersebut tetap awet dan segar sampai ke tempat tujuan.

Source : Republika.co.id


Jasa pengiriman paket di PT Pos Indonesia Cabang Kudus meskipun di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19 meningkat. Peningkatan pengiriman barang melalui Kantor Pos Indonesia bahkan mencapai 300 persen.

“Untuk pengiriman barang melalui Pos Indonesia saat ini bisa lebih 200-300 persen jika dibandingkan hari bisa,” kata Pujianto supervisor pada Kantor Pos Indonesia Cabang Kudus kepada wartawan di Kudus, Senin (11/5/2020).

Ia mengatakan, pada saat hari bisa Kantor Pos Indonesia cabang Kudus hanya melakukan pengiriman satu truk. Namun selama bulan puasa dan menjelang lebaran ini bisa tiga kali pengiriman. Padahal saat ini tengah terjadi wabah virus Corona.

“Sebelum puasa sudah ada kenaikan tapi tidak signifikan. Sekarang sudah banyak sekali. Apalagi, masyarakat Kudus ini memanfaatkan jasa pengiriman barang ini,” ujarnya.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635


Ditambahkan, Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Kudus, Sri Haryatmo mengatakan, setiap satu truk pengiriman ini dengan berat empat ton. Adapun rute pengiriman meliputi Semarang, Kudus, dan Pati.

“Truk tonasenya empat ton. Jadi rute semarang, Kudus Pati dan kembali lagi Pati, Kudus Semarang,” katanya.

Sri menjelaskan, rata-rata pengiriman barang seperti paket. Sedangkan untuk pengiriman surat sekarang hanya 25 persen saja. Pengiriman paket ini didominasi bisnis online, karena sekarang banyak pedagang online.

“Posisi sekarang rata-rata pengiriman sudah paket. Surat itu hanya 25 persen saja. Sekarang lebih didominasi lebih banyak bisnis online. Karena banyak pedang online yang melakukan penjualan untuk dikirim ke penerima. Dominasi barang berupa konveksi sama souvenir,” jelasnya.

Sementara itu, untuk tetap memberikan pelayanan barang masuk ke Kudus pihaknya telah menyiapkan petugas. Para petugas ini disiapkan di semua kecamatan yang ada di Kudus. Dengan demikian, barang paketan yang dikirim melalui kantor Pos Indonesia akan sampai kepada penerima.

“Kita juga menyiapkan petugas pengantar. Sehingga pelayanan tetap diberikan kepada masyarakat,” tandasnya.

Source : Finance.detik.com


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kesiapan dan kemantapan infrastruktur jalan dan jembatan, baik jalan tol maupun jalan nasional untuk mendukung jalur logistik kebutuhan pokok serta pergerakan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi virus corona (Covid-19) dan kebijakan larangan mudik Lebaran 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, jalan tol dan non-tol tetap disiapkan sebagai jalur logistik, termasuk ruas jalan yang fungsional jika dibutuhkan. Itu untuk kelancaran produksi dan distribusi barang kebutuhan pokok, obat-obatan atau alat kesehatan, serta layanan kesehatan/kendaraan medis dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kami memastikan kemantapan pada jalan tol dan jalan nasional yang baik, termasuk menjaga agar satu wilayah tidak terisolir karena jalan dan jembatan putus,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (14/4/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635


Salah satu ruas jalan strategis nasional yang terus ditingkatkan kondisi jalannya adalah Jalan perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste sepanjang 179,99 km, atau yang di kenal dengan istilah Sabuk Merah Sektor Timur dari Kabupaten Belu hingga Kabupaten Malaka.

Ruas jalan tersebut punya arti penting terutama bagi masyarakat di perbatasan yang terdapat komoditas perkebunan pohon kayu putih, kelor, dan jambu mete.

Dari 179,99 km yang sudah teraspal, hingga 2019 mencapai sepanjang 145,17 km. Sedangkan pada 2020 direncanakan jalan yang sudah aspal akan bertambah dan sedang dikerjakan menjadi sepanjang 164,57 km, sehingga sisanya akan dituntaskan pada 2021 mendatang.

Sepanjang Jalan Sabuk Merah Sektor Timur tersebut, rencananya akan dibangun sebanyak 41 buah jembatan dengan panjang 1.599 meter. Hingga 2019 telah terbangun sebanyak 23 buah jembatan dengan panjang 1.039,5 meter.

Progres Pengerjaan

Selanjutnya pada tahun ini akan diselesaikan menjadi 33 buah jembatan, sehingga sisanya akan dituntaskan pada tahun 2021 mendatang. Adapun Jembatan tersebut semuanya terbuat dari rangka baja dengan bentang rata-rata 60 meter.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, NTT Muktar Napitupulu mengatakan, proses pengerjaan jalan perbatasan Sabuk Merah Sektor Timur tahun ini terbagi dalam beberapa paket yang dikerjakan oleh beberapa kontraktor lokal dan nasional.

“Pembangunan jalan perbatasan ini merupakan salah satu pekerjaan yang terkena rekomposisi alokasi anggaran 2020 untuk penanganan Covid-19,” kata Muktar.

Realokasi anggaran salah satunya dilakukan dengan merubah paket-paket Single Years (SYC) tahun 2020 menjadi paket-paket Tahun Jamak (MYC), seperti pada paket pembangunan jalan ruas Nualain-Henes yang berada di antara Motaain-Motamasin.

“Alokasi semula dengan paket SYC tahun 2020 sebesar Rp 53 miliar, diubah menjadi paket MYC tahun 2020 sebesar Rp 35 miliar dan tahun 2021 sebesar Rp 18 miliar,” terang Muktar.

Sedangkan untuk Sabuk Merah di Sektor Barat di daerah Timur Tengah Utara (TTU), sepanjang 130,88 km akan dilakukan penanganan apabila Jalan Sabuk Merah di Sektor Timur telah seluruhnya tersambung. Jalan Sabuk Merah Perbatasan Indonesia-Timor Leste ini juga punya arti penting lantaran akan menjadi akses pendekat ke garis perbatasan sehingga bisa mempermudah pengawasan garis perbatasan di dua negara tersebut.

Jalur Sabuk Merah juga tidak hanya berfungsi untuk menghubungkan beberapa pos keamanan sepanjang PLBN Motaain dan PLBN Motamassin saja. Namun, pembangunan di pinggir Indonesia ini pun mendukung perekonomian masyarakat setempat. Salah satu potensi ekonomi yang bisa didorong yakni sektor pariwisata.

“Ada sebuah sabana Fulan Fehan di Lamaknen, Kabupaten Belu, terlintasi Sabuk Merah sektor Timur, sehingga memudahkan wisatawan untuk berkunjung ke spot wisata yang unik dan eksotik ini,” tukas Muktar.

Source : Liputan6.com


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Meski pandemi masih terus merajalela di berbagai kawasan di dunia, sejumlah negara di wilayah Asia telah menunjukkan pemulihan. Ini diindikasikan dari semakin sedikitnya jumlah kasus baru yang ditemukan di negara tersebut. Dengan memulihnya sejumlah negara dari wabah virus corona seperti yang terjadi di Republik Rakyat China dan Vietnam, hal tersebut juga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan laju ekspor, terutama untuk sektor kelautan dan perikanan nasional.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635


Untuk itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk terus mengoptimalkan produksi budidaya laut yang kerap menjadi komoditas ekspor seperti kakap putih, bawal bintang, dan udang vaname, serta rumput laut, pada masa pandemi ini. Menurut Edhy Prabowo, meski dalam suasana pandemi Covid-19, proses produksi tetap harus produktif yakni dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Dalam kunjungannya ke Kepulauan Seribu pada 19 Mei, Menteri Edy juga telah melakukan panen beberapa komoditas unggulan yakni kakap putih, bawal bintang sirip pendek, dan udang vaname milik perusahaan PT Lucky Samudera, dan juga panen rumput laut milik masyarakat di sekitar Pulau Karya. Kegiatan panen di PT Lucky Samudera tersebut menghasilkan sebanyak 3 ton untuk komoditas bawal bintang, 1 ton untuk komoditas kakap putih dan 1 ton untuk komoditas udang vaname. Kegiatan panen dilakukan dengan intensitas 4 kali dalam satu minggu.

Edhy menilai kegiatan panen komoditas unggulan marikultur ini, mengindikasikan mulai adanya proses pemulihan kondisi ekonomi secara global. Hal itu, terutama berkaitan dengan terbukanya permintaan pasar khususnya untuk komoditas ekspor perikanan.

Edhy juga meyakini bahwa industri pangan, terutama ikan tidak akan lesu. Bahkan FAO mengatakan sektor industri secara keseluruhan memang turun 25 persen, tapi industri makanan justru diprediksi naik 25 persen.

Hal ini karena orang lebih suka masak dan sering makan selama menjalankan pola WFH (kerja dari rumah). “Oleh karenanya ini sebenarnya potensi besar, hanya pola hidup saja yang berubah, jadi tidak usah khawatir bahwa yang diproduksi tidak akan laku,” ucap Edhy.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menyatakan kegiatan ekspor rumput laut menandakan aktivitas bisnis sektor kelautan di Tanah Air terus melaju di tengah pandemi Covid-19. Ia berharap agar aktivitas ekspor rumput laut akan turut menyumbang devisa di tengah dampak ekonomi akibat COVID-19 yang mempengaruhi kinerja ekonomi nasional.

Tidak hanya rumput laut, ujar dia, komoditas lainnya seperti kerapu dan udang juga memberikan kepastian bahwa ekspor produk perikanan tetap berjalan dan prospektif di tengah pandemi. Slamet mengajak pula masyarakat pembudidaya untuk melakukan budidaya rumput laut dengan cara yang benar sesuai dengan SOP yang ada sehingga akan dihasilkan produk rumput laut dengan kandungan agar atau karagenan atau alginate yang bagus.

“Kita tahu sebelumnya market rumput laut kita didominasi ke China dan Filipina. Terbukanya ekspor ke Vietnam, ini akan menaikkan nilai ekonomi jenis Spinosum yang sangat potensial di Indonesia. Artinya akan lebih banyak masyarakat yang terlibat dalam usaha budidaya rumput laut ini,” ujarnya.

Pada 2019, tercatat nilai ekspor rumput laut Indonesia mencapai 324,84 juta dolar AS atau tumbuh 11,31 persen dibanding tahun 2018 yang mencapai 291,83 juta dolar. Sementara KKP menargetkan tahun 2020 produksi rumput laut mencapai 10,99 juta ton dan diproyeksikan mencapai 12,33 juta ton pada tahun 2024.

Source : Republika.co.id


JAKARTA, KOMPAS.com – Semenjak ada pandemi Covid-19, tren berbelanja di masyarakat berubah. Biasanya selama bulan Ramadhan tahun-tahun lalu orang-orang akan berbelanja secara offline. Namun, pada bulan Ramadhan tahun ini, tren berbelanja bergeser ke online.

Pergeseran tren ini membuat perusahaan logistik di Indonesia mencatatkan kenaikan penjualan, keuntungan, sehingga mereka mematok target penjualan yang cukup besar.

COO Paxel Zaldhy Ilham Masita mengatakan, selama bulan Ramadhan tahun ini, Paxel menargetkan transaksi meningkat sebesar 100 persen.

“Target kami 100 persen selama Ramadhan tahun ini dan kami menargetkan angka melihat karena ada dampak dari larangan mudik sehingga pengiriman makanan menjadi lebih tinggi,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/5/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Sementara itu, perusahaan logistik JNE menargetkan adanya kenaikan transaksi hingga 30 persen.

Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi mengatakan bahwa ia yakin target tersebut tercapai lantaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan dan tidak memengaruhi proses pengiriman barang.

“Kami optimis selama Ramadhan ini bisa sampai 20 persen atau 30 persen,” kata dia.

Angka yang sama juga ditargetkan oleh perusahaan ekspedisi SiCepat Ekspres.

Chief Marketing Officer SiCepat Ekspress Wiwin Dewi Herwati mengatakan, pihaknya menargetkan transaksi pengiriman SiCepat Ekspress naik hingga 30 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2019,  SiCepat Ekspres mencatatkan adanya kenaikan transaksi sebesar 64 persen selama bulan Ramadhan.

Oleh sebab itu, SiCepat Ekspress menggelar beberapa program untuk biaya tarif pengiriman untuk menggaet minat pengiriman dari masyarakat.

Source : Kompas.com


KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya menjaga angkutan barang logistik berjalan lancar di tengah pandemi Covid-19 yang melanda wilayah di Indonesia.

Hal itu untuk menjaga ketersediaan logistik nasional khususnya kebutuhan dasar masyarakat, sehingga perekonomian dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Adapun Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa masa pandemi jangan sampai menghambat distribusi logistik seperti bahan-bahan pokok, barang-barang penting untuk kegiatan ekonomi, obat-obatan, dan alat-alat kesehatan.

Upaya tersebut sebagai langkah agar tidak terjadi kelangkaan barang yang mengakibatkan harga-harga naik dan akhirnya dapat menyebabkan inflasi.

Oleh karena itu Kemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Aturan berikutnya juga dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H.

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa angkutan barang logistik termasuk yang dikecualikan dari larangan sementara beroperasinya transportasi di masa pandemi Covid-19.

Sementara itu Kemenhub tetap konsisten bahwa yang dilarang yakni kegiatan bertransportasi untuk mudik.

Sedangkan kegiatan lain seperti angkutan barang/logistik dan kegiatan yang kriteria dan syaratnya memenuhi Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tetap diizinkan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk memastikan distribusi logistik tidak terganggu, upaya lain yang dilakukan Kemenhub yakni membuka operasional prasarana transportasi seperti pelabuhan selama 24 jam.

Selain itu mendorong penerapan insentif atau stimulus bagi pelaku usaha, dengan cara memberikan stimulus bagi pelaku usaha pelayaran dengan memberikan potongan tarif, maupun lama waktu penumpukan kontainer atau muatan di pelabuhan selama terjadinya pandemi Covid-19.

Dalam pelaksanaannya Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan asosiasi di sektor transportasi, Indonesian National Shipowners Association (INSA) misalnya.

Hal tersebut untuk memastikan agar jadwal baik kapal komersial maupun subsidi Public Service Obligation (PSO) tetap berjalan lancar.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, sampai saat ini distribusi logistik baik melalui moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api berjalan dengan baik. Sehingga pasokan ketersediaan logistik tetap terjamin dan harga-harga barang pun tetap terkendali.

Pada moda transportasi darat sebanyak 258 ribu lebih kendaraan barang logistik telah melewati posko pemantauan di Gerbang Tol Cikarang Barat mulai sejak diterapkannya Permenhub 25/2020.

Kendaraan barang logistik mendominasi jumlah kendaraan yang diperbolehkan untuk melintas yaitu 57,04 persen dibandingkan dengan kendaraan lain seperti kendaraan dinas Pemerintah (42,74 persen) dan kendaraan darurat (0,23 persen).

Sementara moda transportasi laut yang diandalkan untuk mengangkut barang logistik hingga ke pelosok-pelosok daerah beroperasi penuh di seluruh pelabuhan selama masa darurat Covid-19, dari wilayah Barat sampai Timur Indonesia.

Penyelenggaraan angkutan tol laut tahun ini pun dipastikan tetap berjalan dengan total 26 trayek.

Keberadaan kapal-kapal tol laut masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia khsususnya di wilayah timur Indonesia, sehingga harga-harga barang kebutuhan pokok dan barang penting tetap terjangkau.

Hingga 17 April 2020 tercatat sebanyak 74 voyage dengan realisasi muatan berangkat sebesar 2.841 Teus dan muatan balik 665 Teus.

Selain kapal tol laut, pelayaran perintis juga tetap berjalan khususnya yang mengangkut kebutuhan logistik masyarakat di wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan.

Adapun total trayek tersebut yaitu 113 trayek di Tahun Anggaran 2020. Kapal subsidi Pemerintah lain seperti Kapal Ternak juga tetap beroperasi mengangkut hewan ternak dengan total 6 trayek di Tahun Anggaran 2020.

Tercatat, hingga 17 April 2020, ada sebanyak 18 voyage dengan muatan hewan ternak sebanyak 7.251 ekor sapi, kambing dan kuda.

Selain itu, pada transportasi udara dilaporkan bahwa penerbangan beroperasi secara penuh untuk mengangkut logistik seperti kebutuhan pangan, sample infectious substance, dan medical supplies.

Selain menggunakan penerbangan khusus Kargo, pengangkutan kargo juga dapat dilakukan dengan pesawat konfigurasi penumpang yang telah memiliki izin terbang dan wajib untuk mematuhi protokol kesehatan.

Dalam catatatannya, pergerakan kargo udara domestik rata-rata mengangkut 1000 sampai 2000 ton, sementara untuk kargo udara internasional rata-rata mengangkut 200 sampai 750 ton.

Terakhir, moda transportasi kereta api sebagai ngkutan logistik juga pantang berhenti melayani di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu pilihan untuk mengakomodasi barang dengan jumlah besar adalah dengan menggunakan kereta api.

Melalui kereta api waktu pengiriman barang lebih dapat diprediksi terlebih dalam masa pandemi ini.

Sebagai regulator bidang transportasi, Kemenhub terus fokus pada penyediaan transportasi khususnya untuk angkutan barang logistik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hal tersebut merupakan komitmen Kemenhub dalam upaya memastikan ketersediaan barang logistik yang penting tetap terjaga demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Source : Kompas.com


Liputan6.com, Jakarta – Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan jasa pengiriman logistik pasca wabah pandemi covid-19, memiliki prospek atau peluang yang menjanjikan.

“Prospek bisnis logistik setelah covid-19 sebenarnya sangat menjanjikan, terbuka lebar peluang-peluang baru bagi industri logistik, tergantung dari kesiapan perusahaan logistik sendiri bagaimana menyiapkan diri dan melakukan terobosan-terobosan baru,” kata Zaldy kepada Liputan6.com, Minggu (24/5/2020).

Peluang yang ia maksud yakni transpormasi dalam hal digitalisasi logistik yang menjadi keharusan pasca covid-19. Ini harus dilakukan apabila tetap mau bertahan selama dan pasca pandemi.

“Bisnis logistik Indonesia yang nilainya sekitar Rp 150 triliun menurut Frost and Sullivan, akan menjadi peluang untuk model logistik yang baru pasca covid-19,” ujarnya.

Namun, Ia mengatakan bagi perusahaan logistik yang tidak siap, maka akan kehilangan market-nya dan diambil oleh pemain baru, atau pemain lama yang bisa cepat melakukan transformasi.

Zaldy pun menyarankan kepada perusahaan pengiriman logistik yang tidak siap, agar cepat menyesuaikan operasionalnya dengan kebiasaan-kebiasaan baru dari konsumennya.

Menurutnya, perilaku konsumen sudah mengalami perubahan selama covid-19 ini. Untuk itu transformasi ke digital secara total menjadi satu keharusan.

(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id

Source : Liputan6.com


TEGAL, suaramerdeka.com – Kebijakan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal berdampak positif bagi usaha jasa pengiriman barang. Pengiriman barang mengalami kenaikan hingga 50 persen dibandingkan saat kondisi normal, namun apabila dibandingkan saat PSBB terjadi kenaikan hingga 100 persen.

“Ada efek positif khususnya dari jasa pengiriman barang setelah PSBB di Tegal ada rileksasi atau dikendorkan. Roda ekonomi mulai bergeliat lagi, banyak toko toko buka dan aktivitas jual beli mulai ramai, begitu pula dengan aktivitas jasa pengiriman barang sudah kembali normal,” ujar Irwan, Manager Hira Exspres, Kota Tegal, Selasa (19/5).

Dia mengatakan, selain ada pengendoran PSBB, faktor menjelang Lebaran juga berpengaruh terhadap aktivitas pengiriman barang. Apabila dilihat dari kondisi  sekarang ada kenaikan hingga   50 persen dari kondisi normal.

Bahkan jika dibandingkan dengan kondisi saat PSBB kenaikan hingga 100 persen. Kenaikan tersebut tidak hanya terjadi pada aktivitas pengiriman keluar Tegal, tetapi pengiriman masuk ke Tegal. Besaran kenaikan antara barang keluar Tegal dan masuk seimbang yaitu sekitar 100 persen.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Dikatakan, lonjakan aktivitas pengiriman barang sebenarnya terjadi hampir setiap tahun. Namun dengan kondisi seperti sekarang, apabila ada kenaikan pengiriman barang luar biasa, mengingat banyak perusahaan dan usahawan tutup atau bangkrut.

“Iimbauan dari pemerintah terkait bekerja di rumah, libur sekolah, dan sosial distracting berdampak pada orderan di jasa pengiriman barang. Sejak satu minggu terakhir orderan mengalami penurunan hingga 50 persen dibandingkan saat kondisi normal,” ujarnya.

Dia mengatakan, pada saat kondisi normal pengiriman barang antara lima truk hingga enam truk per hari, namun sekarang tinggal separuh. Kendala penerima barang kiriman paket seperti toko toko tutup sementara. Bahkan ada beberapa rumah menutup diri tidak bersedia menerima paketan barang, sehingga menumpuk di gudang.

Pengiriman ke Kota Tegal sebagian besar berasal dari Jakarta, salah satunya pusat grosir Pasar Tanah Abang. Pengirimam barang ragam, antara lain pakaian, sepatu, alat alat elektronik, logam dan mesin industri.

Pedagang di Jakarta banyak yang tutup sementara lantaran takut tertular virus Covid 19. Tutupnya toko toko di Jakarta diikuti pula para pemikik toko di daerah, sehingga orderan untuk pengantaran barang cenderung sepi, namun menjelang Lebaran mulai buka dan ramai.

Source : Suaramerdeka.com


KONTAN.CO.ID –  JAKARTA. PT Global Jet Express (J&T Express) mencatatkan peningkatan volume pengiriman barang hingga 15% setelah ditetapkannya pembatasan sosial berskala besar di wilayah Jabodetabek guna mengurangi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Chief Executive Officer (CEO) J&T Express, Robin Lo mengatakan, volume pengiriman barang mengalami peningkatan secara nasional dari trafik normal setelah pandemi virus Corona merebak di Indonesia.

“Untuk volume pengiriman barang saat ini mengalami peningkatan bila dilihat secara keseluruhan di Indonesia. Namun, peningkatan ini tidak signifikan hanya 15% dari volume pengiriman normal sebelumnya mencapai rata-rata satu juta paket per hari,” ujar Robin kepada kontan, Jumat (08/5).

Selain itu, permintaan terhadap aktivitas logistik terutama jasa pengiriman ekspres di wilayah Jabodetabek masih ada, terutama guna memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah upaya tetap di rumah saja.

Namun Robin menyampaikan, sejak adanya aturan PSBB di sejumlah kota, dan adanya penyesuaian jumlah penerbangan memang pihaknya ikut terdampak dikarenakan salah satu jalur pengiriman yang J&T Express gunakan adalah jalur udara.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635


Source : Supplychainindonesia.com


JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dan larangan mudik, beberapa perusahaan ekspedisi mengalami lonjakan permintaan. Salah satunya PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX).

Presiden Direktur PT SAP Express Tbk Budiyanto Darmastono mengatakan selama PSBB diterapkan, transaksi yang dicatatkan perseroan mengalami peningkatan hingga 30 persen.

“Alhamdulillah bisnis pengiriman di SAP Express mengalami peningkatan yang bagus. Kami catat sekitar 20 persen hingga 30 persen dan mungkin bakal meningkat lagi,” ujarnya saat presconference Halal Plaza Digital yang dilakukan secara virtual, Selasa (5/5/2020).

Budi menambahkan salah satu faktor pendorongnya adalah tingginya belanja online menjelang Lebaran.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Mungkin karena banyak orang yang tidak keluar rumah, kemudian untuk persiapan Lebaran orang-orang banyak yang berbelanja secara online,” katanya.

Selama bulan Ramadhan ini, SAP Express menargetkan transaksi lebih dari 30 persen. Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya memang transaksi selama bulan Ramadhan meningkat sebesar 30 persen.

“Saya optimis di bulan Ramadhan transkasi di SAP Express bisa meningkat lagi lebih dari 30 persen, doakan saja,” pungkasnya.

Source : kompas.com


Liputan6.com, Jakarta Pengelolaan arus logistik melalui pelabuhan atau terminal oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) masih berjalan lancar sesuai target. Bahkan ada kecenderungan mengalami peningkatan dibandingkan dengan kinerja pelabuhan.

Pertumbuhan tersebut terjadi karena beberapa jurus relaksasi dan stimulus yang diberikan Pelindo III kepada pelaku logistik agar lebih bergairah untuk menggenjot kegiatan ekspor impor dan domestik.

Sebagai operator pelabuhan yang mengoperasikan 43 terminal/pelabuhan, arus petikemas Pelindo III secara keseluruhan hingga April 2020 mengalami kenaikan. Ya kenaikan sebesar satu persen atau sekitar 1,6 juta Twenty foot Equivalent Units (TEUs), dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan, hingga April 2020 Pelindo III mencatat kenaikan kinerja khususnya pada arus kapal dan petikemas. Ia menjabarkan lebih lanjut pada arus kapal terjadi peningkatan sebanyak tiga persen yaitu 94,7 juta GT.

“Terjaganya kinerja positif jasa kepelabuhanan ini berkat komitmen Pelindo III bersama para pengusaha dalam upaya menjaga logistik. Di sisi lain, Pelindo III juga terus menjaga layanan operasional dengan tetap beroperasi selama 24 jam dalam 7 hari (24/7) sebagai komitmen menjaga kelancaran logistik Indonesia sehingga pelayanan aktivitas kepelabuhanan tetap terlayani dengan baik,” tegas Doso.

Ditemui ditempat terpisah, Stenven H Lesawengen Ketua DPC INSA jawa Timur mengapresiasi relaksasi dan stimulus yang diberikan oleh Pelindo III karena dapat membantu para pelaku logistik di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan berbagai inovasi dan terobosan yang diberikan ini dapat menyemangati kami untuk menjaga iklim usaha logistik baik ekspor/ impor maupun domestik. Terima kasih Pelindo III selalu mengedepankan komunikasi yang cair dengan kami stakeholder dimana hal tersebut merupakan faktor penting dalam mewujudkan layanan prima dan perbaikan berkesinambungan,” tambahnya.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Penanganan ABK Diperketat

Sementara itu, dalam upaya memerangi penyebaran Covid-19 di kawasan pelabuhan, Pelindo III bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menerapkan Standard Operating Procedure (SOP), sesuai protokol kesehatan khusus bagi kapal yang akan masuk ke kawasan pelabuhan.

Semua ABK wajib dicek kesehatannya secara langsung di atas kapal (on board) sebelum masuk ke alur menuju pelabuhan.

Sesuai dengan Surat Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia nomor: SR.03.04/3/3508/2020 tanggal 23 Maret 2020 perihal Penetapan Status Karantina untuk Kapal atau Pesawat yang Berasal dari Wilayah Terjangkit di Indonesia, Pelindo III memastikan seluruh kapal yang akan sandar dan labuh telah melewati berbagai tahapan pemeriksaan sesuai standar yang berlaku.

“Hingga saat ini, kami bersama KKP telah bekerja sama dalam penanganan Covid-19 di pelabuhan secara ketat dan semua dapat berjalan lancar. Apabila ditemukan ada crew atau ABK yang terindikasi Covid-19, maka kapal tersebut akan ditempatkan di areal labuh dan mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19,” lanjut Doso.

Selain di area operasional, upaya pencegahan juga dilakukan di kantor Pelindo III dengan pemeriksaan suhu badan, mewajibkan setiap pekerja dan tamu menggunakan masker, penerapan physical distancing hingga penyediaan hand sanitizer dan minuman multivitamin bagi seluruh pegawai yang beraktivitas.

Pihaknya juga mewajibkan seluruh pegawai operasional menggunakan masker dalam beraktivitas guna mengurangi risiko penyebaran Covid-19.

“Dengan upaya tersebut, diharapkan kekuatan SDM dalam mengoperasikan pelabuhan/terminal dapat terjaga dan kegiatan kepelabuhanan bisa tetap dijalankan 24/7 non-stop sehingga tidak mengganggu pasokan logistik,” tutupnya.

Source : Liputan6.com


Liputan6.com, Jakarta. Selain menekan disparitas harga antara daerah, Program Tol Laut yang digagas Presiden Joko Widodo juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Caranya dengan mengoptimalkan muatan balik kapal sehingga produk asli daerah setempat dapat dipasarkan ke luar pulau.

Ini seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai. Keberadaan Tol Laut membuat masyarakat Pulau Morotai sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya berupa makanan, material bahan bagunan dengan harga yang terjangkau.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan pendapatan rakyat, Pemkab Pulau Morotai juga mengoptimalkan pemanfaatan muatan balik dengan memasarkan produk yang dihasilkan oleh masyarakat.

Ini dijelaskan Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, yang menuturkan jika daerahnya telah mendapatkan pelayanan Tol Laut selama tiga tahun, sejak 2017.

Secara keseluruhan hasilnya sudah cukup baik, walaupun diharapkan adanya penyempurnaan aturan sehingga pelayanan ini dapat lebih dirasakan oleh masyarakat.

“Pengisian muatan balik merupakan program prioritas Pemkab dan kami tidak hanya mengajak tapi juga mendorong bahkan memfasilitasi masyarakat dengan memberikan kemudahan dan insentif. Hasil masyarakat tersebut di jual ke pulau Jawa melalui Surabaya sesuai tujuan kapal Tol Laut dari Morotai ke Surabaya,” kata dia dalam keterangannya, Senin (11/5/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Source : Supplychainindonesia.com