Pelaku industri di masa pandemi virus corona atau Covid-19, diprediksi bakal banyak menghadapi disrupsi dalam beberapa tahun ke depan. Belum tuntas pelaku industri mengadaptasikan teknologi digital (internet of thing) untuk memperlancar koneksivitas yang diyakini dapat membawa perkembangan bisnis yang pesat, kini harus dituntut melakukan lompatan yang besar lagi.

Pandemi kendati menyebabkan disrupsi bisnis, namun melahirkan sebuah kebiasaan baru yang akan menjadi tren dalam beberapa tahun ke depan. Ketentuan jaga jarak social, pembatasan perjalanan, dan sensitivitas yang tinggi pada masalah kebersihan dan kesehatan, menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku bisnis untuk tetap eksis berkembang di era kenormalan baru (new normal).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2020), System Ever Indonesia yang merupakan anak usaha Younglimwon Soft Lab Ltd, merancang teknologi sistem manajemen berbasis cloud ERP (Enterprise Resource Planning) yang mempermudah pelaku bisnis menjalankan bisnis dalam sistem jarak jauh.

Teknologi sistem ERP mampu menyuguhkan laporan bisnis dari interaksi secara real time sehingga kordinasi antar departemen bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

ERP System Ever telah membantu sejumlah pelaku industri di bidang distribusi alat kesehatan dan perusahaan perdagangan yang bergerak di bidang ekspor dan impor.

Bisnis di sektor alat kesehatan selama pandemi berkembang pesat, sudah barang tentu pelaku industri membutuhkan kecepatan dan ketepatan terutama dalam pendistribusian barang ke sejumlah daerah di Indonesia. Dengan sistem ERP yang diterapkan dalam manajemen distribusi, pelaku usaha tidak terlalu dipusingkan dengan kordinasi teknis pengontrolan ketersediaan stok barang di sejumlah gudang logistik, menilai kualitas kelayakan barang dan menjamin barang tepat waktu serta dalam keadaan baik.

“Apalagi selama pandemi, protokoler kesehatan dalam proses penditstribusian barang lumayan ketat dan memakan waktu dan biaya juga. Sistem ERP SystemEver, kami rancang dengan visibilitas yang tinggi sehingga mampu menciptakan proses bisnis yang cerdas dalam pengelolaan  teknis manajemen yang terintegrasi,” ungkap CEO Younglimwon Softlab, Young-Bum Kwon.

Cloud ERP System Ever meliputi modul persediaan barang, aplikasi penjualan, program akuntansi dan keuangan serta sistem manajemen dalam berbagai bidang. Software sistem ERP digadang-gadang akan menjadi kebutuhan yang esensial pelaku bisnis dalam menjejaki era industri 4.0. Segala komponen yang terlibat dalam pengelolaan manajemen diatur sedemikian rupa sehingga pelaku bisnis tidak perlu khawatir jika terjadi turn over karyawan yang biasanya berdampak pada jalannya bisnis lantaran sebelumnya tidak ada sistem yang ajeg berkesinambungan.

Dengan keunggulan fitur Visual-K dalam formulasi “One Page with Systemever” siapapun dalam lingkup manajemen bisa meneruskan dengan mudah dan mengupdate tugas harian (daily task) dalam jarak jauh sekalipun dengan menggunakan berbagai perangkat telekomunikasi (device).

Visual-K merupakan terobosan inovatif SystemEver untuk menjawab pemasalahan yang kerap dialami pelaku bisnis  yang notabene telah menerapkan teknologi software manajemen tetapi masih menemui kendala dalam pengoperasiannya. Dengan One Page Visual-K, pebisnis bisa lebih mudah mengontrol sekaligus memproyeksikan arah pengembangan bisnis dengan lebih cepat dan tepat.

Source : Wartaekonomi.co.id


Bisnis.com, JAKARTA – Pelaksanaan smartport atau pelabuhan pintar menjadi solusi sektor logistik menghadapi kenormalan baru di tengah pandemi virus Covid-19 saat ini. Kolaborasi, komitmen serta manajemen perubahan menjadi kunci sukses dapat terbentuknya pelabuhan pintar ini.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC Arif Suhartono menuturkan perusahaannya tengah melangkah menuju konsep pelabuhan pintar tersebut, melalui dua indikator utama yakni digitalisasi internal dan eksteral yang berujung pada digital.

Menurutnya, digitalisasi internal akan mewujudkan menjadi perusahaan digital, sementara fokus eksternal akan mewujudkan pelanggan digital, kolaborasi keduanya menjadikan aktivitas ini sebagai digital bisnis. Adapun, terdapat tiga kunci utama yang harus disiapkan agar pelabuhan pintar dapat terwujud, yakni komitmen, manajemen perubahan dan kolaborasi.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


“Komitmen tak hanya dari IPC, tapi dari seluruh pemangku kepentingan, sudah banyak hal yang dilakukan tapi berjalan lambat karena ini akan mengubah semua kebiasaan stakeholder,” jelasnya dalam acara Ngobrol Bisnis, Jumat (12/6/2020).

Adapun, lanjutnya, manajemen perubahan sangat membutuhkan kepemimpinan yang kuat dari top level perusahaan serta leading sektor yang mewujudkan pelabuhan pintar. Dengan demikian, kolaborasi yang akan mewujudkan smartport dengan keterbukaan dan kolaborasi pertukaran data, digital bisnis pun dapat tercapai.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha Tjahtjagama menuturkan pandemi Covid-19 tidak menyurutkan aktivitas logistik, pelayanan logistik terus berjalan walaupun terjadi sedikit penurunan akibat permintaan yang terkendala.

Namun, menyambut kenormalan baru, pandemi virus corona mengajarkan hal penting agar kegiatan ekonomi turut memperhatikan aspek ekologi. Dengan demikian, smartport dapat menjadi salah satu solusinya melalui penerapan internet of things (IoT), dan kecerdasan buatan.

“Digitalisasi pelabuhan dapat meningkatkan efisiensi dan pelayanan pelabuhan. Teknologi informasi pun sudah menjadi isu strategis dalam sumber daya guna mendorong terwujudnya pelabuhan pintar,” paparnya.

Source : Bisnis.com