Genjot Ekspor di Indonesia Timur, Ini Langkah Kantor Bea Cukai

JAKARTA, DDTCNews – Kantor Bea Cukai Makassar, Sulawesi Selatan membentuk tim export assistance untuk menggenjot ekspor berbagai komoditas dari Sulawesi Selatan dan kawasan lain di Indonesia timur.

Kepala Kantor Bea Cukai Makassar Eva Arifah mengatakan tim export assistance bertugas memberikan pemahaman dan asistensi bagi eksportir yang ingin memasarkan barangnya di luar negeri. Dia berharap kehadiran tim ini mampu meningkatkan ekspor yang kini sedang lesu akibat pandemi virus Corona, terutama di Makassar yang menjadi pintu gerbang kawasan timur Indonesia.

“Tim export assistance ini sebagai sarana untuk memberikan edukasi dan asistensi kepada masyarakat umum dan pelaku usaha terkait pelaksanaan ekspor,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (4/6/2020).


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Eva mengatakan Kantor Bea Cukai Makassar sedang berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat atau eksportir mengenai ketentuan kepabeanan dalam kegiatan ekspor. Misalnya, dalam sebuah acara asistensi, dia sempat menjelaskan mengenai konsolidasi ekspor.

Kepada para eksportir, Eva menjelaskan konsolidasi merupakan kegiatan mengumpulkan barang ekspor dalam dua atau lebih dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) dengan menggunakan satu peti kemas. Ini dilakukan sebelum barang ekspor tersebut dimasukkan ke kawasan pabean untuk dimuat ke atas sarana pengangkut.

Agar semakin memudahkan eksportir, Eva menilai perlu ada badan usaha khusus yang melaksanakan konsolidasi di Pelabuhan atau yang biasa disebut konsolidator. “Kami berharap ke depannya Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar memiliki konsolidator sehingga dapat menampung dan memfasilitasi barang ekspor dengan volume kecil,” katanya.

Menurut Eva, konsolidator itu bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekspor di kawasan Indonesia timur. Hal ini akan memacu kemunculan eksportir atau pelaku industri berbasis ekspor baru di Sulawesi Selatan meskipun skalanya masih kecil.

Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Adeltus Lolok menambahkan kehadiran konsolidator juga berarti akan memangkas waktu ekspor barang dari Makassar ke luar negeri. Pelabuhan Makassar telah memiliki direct call sehingga dapat menghemat biaya logistik.

“Konsolidator dibutuhkan agar nantinya para pegiat ekspor tidak perlu lagi mengirim komoditas ke pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak untuk dikonsolidasi,” ujarnya. (kaw)

Source : Ddtc.co.id

Share this post