Jokowi Terbitkan Inpres Penataan Logistik, ALFI: Langkah Tepat

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menilai langkah pemerintah menerbitkan instruksi presiden penataan ekosistem logistik adalah langkah tepat di tengah pandemi virus Covid-19.

Ketua DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan bahwa National Logistics Ecosystem (NLE) ini sudah saatnya diluncurkan dan digunakan oleh para pemangku kepentingan terlebih di masa pandemi ini digitalisasi telah menjadi suatu keharusan. Sistem tersebut akan menciptakan efisiensi dan transparansi dan harapannya akan mengurangi biaya logistik yang saat ini terbilang tinggi.

Pemerintah, lanjutnya, berupaya serius membangun ketertinggalan di bidang infrastruktur dan konektivitas di seluruh Indonesia. Hal tersebut terbukti dengan terbitnya Instruksi Presiden No. 5/2020 sejak 16 Juni 2020.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Inpres ini mencakup penyederhanaan proses pemeriksaan barang, kemudahan akses layanan logistik melalui kolaborasi system ekspor dan impor dengan kementerian dan lembaga terkait, serta penerapan system management risiko yang terintegrasi antara kementerian dengan lembaga terkait.

Selain itu cakupan lainnya, yakni peningkatan efisiensi proses logistik dengan kolaborasi system sektor transportasi, sektor pelayaran, sektor pelabuhan, sektor pergudangan, sektor depo peti kemas dan menyederhanakan proses bisnis pembayaran penerimaan negara, serta sinkronisasi jalur kereta api petikemas.

“NLE ini mempertemukan pelaku usaha logistik baik ekspor maupun impor di dalam satu platform untuk saling bertukar informasi dengan konsep API [Application Programming Interface], inovasi dan transformasi bisnis di masa pandemi ini seyogyanya segera diluncurkan, bagaimana digitalisasi sangat membantu dan memudahkan para pelaku bisnis untuk melakukan kegiatannya,” katanya, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, dengan kebiasaan baru saat ini melakukan rapat secara daring, tanpa tatap muka secara langsung, harusnya sudah tidak ada masalah untuk pengembangan smart logistics di masa sekarang ini, di mana pemerintah telah memiliki konsep National Logistics Ecosystem untuk arus lalu lintas barang (flow of goods) dan arus dokumen (flow of documents).

Saat ini pengembangan digitalisasi selain modul impor, track and trace, rantai pasok sampai dengan ke last mile delivery, IoT (internet of things), pergudangan, depo dan data exchange (pertukaran data) cross border, dan tak lupa sektor perbankan serta asuransi untuk menunjang trade financing untuk kemudahan anggota ALFI, serta tidak melupakan aspek keamanan digital.

Pria yang menduduki posisi Chairman AFFA (ASEAN Federation for Forwarder Association) ini mengatakan pentingnya kolaborasi digital platform sehingga menjadi satu ekosistem, ALFI mendorong digitalisasi akan membuat seamless synergy di antara para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun swasta.

Source : Bisnis.com

Share this post