Relaksasi PSBB, Pengiriman Barang Naik 50 Persen

TEGAL, suaramerdeka.com – Kebijakan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal berdampak positif bagi usaha jasa pengiriman barang. Pengiriman barang mengalami kenaikan hingga 50 persen dibandingkan saat kondisi normal, namun apabila dibandingkan saat PSBB terjadi kenaikan hingga 100 persen.

“Ada efek positif khususnya dari jasa pengiriman barang setelah PSBB di Tegal ada rileksasi atau dikendorkan. Roda ekonomi mulai bergeliat lagi, banyak toko toko buka dan aktivitas jual beli mulai ramai, begitu pula dengan aktivitas jasa pengiriman barang sudah kembali normal,” ujar Irwan, Manager Hira Exspres, Kota Tegal, Selasa (19/5).

Dia mengatakan, selain ada pengendoran PSBB, faktor menjelang Lebaran juga berpengaruh terhadap aktivitas pengiriman barang. Apabila dilihat dari kondisi  sekarang ada kenaikan hingga   50 persen dari kondisi normal.

Bahkan jika dibandingkan dengan kondisi saat PSBB kenaikan hingga 100 persen. Kenaikan tersebut tidak hanya terjadi pada aktivitas pengiriman keluar Tegal, tetapi pengiriman masuk ke Tegal. Besaran kenaikan antara barang keluar Tegal dan masuk seimbang yaitu sekitar 100 persen.


(ADS) Smart Logistics Indonesia 2021 adalah pameran logistik terintegrasi. Jika anda tertarik untuk mempelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjut silahkan download Sales Prospectus 2021 secara gratis klik di link ini dan jika tertarik menjadi eksibitor, tinggal klik link ini untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi +62 21 2263 8635 atau info@smartlogistics.id


Dikatakan, lonjakan aktivitas pengiriman barang sebenarnya terjadi hampir setiap tahun. Namun dengan kondisi seperti sekarang, apabila ada kenaikan pengiriman barang luar biasa, mengingat banyak perusahaan dan usahawan tutup atau bangkrut.

“Iimbauan dari pemerintah terkait bekerja di rumah, libur sekolah, dan sosial distracting berdampak pada orderan di jasa pengiriman barang. Sejak satu minggu terakhir orderan mengalami penurunan hingga 50 persen dibandingkan saat kondisi normal,” ujarnya.

Dia mengatakan, pada saat kondisi normal pengiriman barang antara lima truk hingga enam truk per hari, namun sekarang tinggal separuh. Kendala penerima barang kiriman paket seperti toko toko tutup sementara. Bahkan ada beberapa rumah menutup diri tidak bersedia menerima paketan barang, sehingga menumpuk di gudang.

Pengiriman ke Kota Tegal sebagian besar berasal dari Jakarta, salah satunya pusat grosir Pasar Tanah Abang. Pengirimam barang ragam, antara lain pakaian, sepatu, alat alat elektronik, logam dan mesin industri.

Pedagang di Jakarta banyak yang tutup sementara lantaran takut tertular virus Covid 19. Tutupnya toko toko di Jakarta diikuti pula para pemikik toko di daerah, sehingga orderan untuk pengantaran barang cenderung sepi, namun menjelang Lebaran mulai buka dan ramai.

Source : Suaramerdeka.com

Share this post